News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kekerasan di Bangladesh Tewaskan Puluhan Warga Sipil Picu Kasus HAM, PBB Bergerak 'Ngotot' Minta Adanya Akuntabilitas dan Dialog

Kepala lembaga hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Volker Turk meminta akuntabilitas dan dialog dilakukan di Bangladesh.
Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:03 WIB
Kekerasan di Bangladesh Tewaskan Puluhan Warga Sipil Picu Kasus HAM, PBB Bergerak 'Ngotot' Minta Adanya Akuntabilitas dan Dialog
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala lembaga hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Volker Turk meminta akuntabilitas dan dialog dilakukan di Bangladesh.

Hal itu dikatakan Volker mengingatrangkaian protes yang disertai kekerasan  dilaporkan telah menewaskan  75 orang di Bangladesh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semua pihak harus menahan diri dan pasukan keamanan harus memastikan bahwa penggunaan kekuatan sejalan dengan hukum hak asasi manusia internasional,” kata Turk, dilaporkan Anadolu, Sabtu (20/7/2024).

Adapun, Bangladesh memberlakukan jam malam di seluruh negaranya dan mengerahkan militer, ketika jumlah korban jiwa akibat protes mahasiswa yang disertai kekerasan meningkat menjadi 75 orang.

Sedikitnya 30 orang tewas pada Jumat (19/7/2024) ketika demonstrasi anti pemerintah berkecamuk di negara Asia Selatan tersebut, kata sumber kepolisian di Dhaka kepada Anadolu. 

Selain itu, lebih dari 2.000 orang terluka dalam pertempuran di seluruh negeri.

“Melibatkan generasi muda adalah yang terbaik dan satu-satunya cara untuk maju,” tambah Turk.

Pada minggu ini, Bangladesh mengalami peningkatan protes terhadap sistem kuota 56 persen untuk posisi sebagai pegawai negeri.

Pemerintah menutup lembaga-lembaga pendidikan. Namun, para mahasiswa menolak meninggalkan kampus dan universitas.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga puluh persen dari 56 persen kuota itu telah dialokasikan untuk para putra dan cucu masyarakat Bangladesh yang berpartisipasi dalam perang kemerdekaan pada 1971.

Pemerintah diperkirakan akan mengajukan banding pada Minggu ke Mahkamah Agung untuk mengurangi kuota itu menjadi 20 persen.(ant/lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usut Kasus Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019, Polda Metro Geledah Tiga Kantor Pertanahan di Bogor

Usut Kasus Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019, Polda Metro Geledah Tiga Kantor Pertanahan di Bogor

Berdasarkan hasil penggeledahan ini, penyidik berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa dokumen, perangkat elektronik, printer, serta mesin ketik.
Arsenal Bawa Rekor Mentereng di Liga Champions Jelang Hadapi Napoli, Mikel Arteta Ogah Besar Kepala

Arsenal Bawa Rekor Mentereng di Liga Champions Jelang Hadapi Napoli, Mikel Arteta Ogah Besar Kepala

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, ogah besar kepala dengan rekor mentereng di Liga Champions. Mereka akan bertandang ke Stadio Diego Armando Maradona untuk menghadapi Napoli.
Purbaya Sidak LNSW, Soroti Data Belum Terintegrasi dan Siapkan AI untuk Kejar Potensi Pajak

Purbaya Sidak LNSW, Soroti Data Belum Terintegrasi dan Siapkan AI untuk Kejar Potensi Pajak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sidak LNSW dan menyoroti integrasi database untuk melacak potensi penerimaan pajak dengan bantuan AI.
Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim untuk Perkuat Edukasi dan Penanganan Karhutla

Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik Sespim untuk Perkuat Edukasi dan Penanganan Karhutla

Kapolda Sumsel berharap kehadiran peserta didik Sespim tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menghasilkan masukan, inovasi dan rekomendasi penanganan karhutla.
Presiden Prabowo akan Pimpin Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Istana Hari Ini

Presiden Prabowo akan Pimpin Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Istana Hari Ini

430 Atlet yang akan berlaga untuk Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan dilepas Presiden RI, Prabowo Subianto, hari ini, Rabu (9/9/2026) di Istana.
Polres Nagekeo Salurkan Bantuan Sosial Ketum Bhayangkari ke Sekolah Terdampak Gempa

Polres Nagekeo Salurkan Bantuan Sosial Ketum Bhayangkari ke Sekolah Terdampak Gempa

Polri melalui Polres Nagekeo, Polda NTT masih masif dalam membantu korban dampak gempa di Flores. Kali ini, Polres Nagekeo menyalurkan bantuan sosial dari Ketum

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral