News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasto Beberkan Potongan Rekaman Suara Jokowi yang Diduga Gunakan Kekuasaan untuk Ancam Aparat, Istana Bersuara: Narasi Drama

Hasto Kristiyanto membeberkan rekaman suara Jokowi yang diduga mengancam adanya pengerahan aparat penegak hukum. Istana beri penjelasan begini, ternyata...
Minggu, 18 Agustus 2024 - 10:02 WIB
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyampaikan keterangan pers di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, pada Jumat (2/2/2024).
Sumber :
  • (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta, tvOnenews.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tiba-tiba memutar ulang sebuah rekaman suara Presiden Joko Widodo (Widodo) yang menyinggung soal pengerahan aparat.

Rekaman suara milik Jokowi tersebut dibongkar Hasto saat ditemui di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta, Selatan, Sabtu (17/8/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam rekaman yang dibeberkan Hasto tersebut, Jokowi berkata kalimat ancaman yang juga menyebut sejumlah instansi penegak hukum.

"Jangan main-main, sekali lagi yang bikin saya sendiri, lewat cara saya. Bisa lewat KPK, bisa. Bisa lewat Polri, bisa lewat kejaksaan, akan saya bisikin saja. Di sana ada yang main-main, ya masa saya mau ngintip sendiri kan ndak mungkin," demikian rekaman suara yang dibeberkan Hasto.

Menurut Hasto, kalimat yang disampaikan Jokowi itu tidak tepat diungkapkan oleh pemimpin.

Sebab, terkesan memberikan ancaman kepada masyarakat bahwa dengan kekuasaan yang dimiliki, Jokowi bisa dengan mudah mengerahkan penegak hukum.

Hasto menegaskan, Jokowi mestinya tidak melakukan intimidasi meski menjadi seorang pemimpin yang sedang berkuasa.

"Dengan kemerdekaan itu, setiap orang bebas dan bertanggung jawab di dalam menyampaikan pendapatnya, tetapi harus dalam koridor hukum koridor kepentingan nasional, tidak boleh seseorang melakukan intimidasi," tegas Sekjen PDIP ini.

Menanggapi tudingan Hasto tersebut, pihak Istana akhirnya buka suara.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana menegaskan rekaman suara yang dibeberkan Hasto adalah benar suara Jokowi.

Meski demikian, diduga PDIP sengaja memotong rekaman suara itu dan digunaka di luar konteks.

"Tidak benar tuduhan yang disebarkan oleh Bapak Hasto Kristiyanto yang menyebutkan Presiden Jokowi menggunakan penegak hukum untuk mengintimidasi pihak tertentu," ujar Ari, dikutip dari sejumlah sumber, Minggu (18/8/2024).

Ia juga menyinggung bahwa Hasto hanya melakukan drama menyebarkan rekaman yang sebenarnya bisa dijelaskan konteksnya.

"Narasi itu diimbuhi drama pemutaran rekaman video yang disebutkannya sebagai suara Presiden Jokowi," kata dia menambahkan.

Dijelaskan Ari, rekaman suara tersebut berasal dari pidato Jokowi di acara Forkopimda 2019 lalu.

Saat itu, Jokowi sedang membuka Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda, di Bogor.

Ari mengatakan, maksud dari mengerahkan penegak hukum adalah agar tidak ada pihak manapun yang menghalangi agenda pemerintah selama lima tahun ke depan.

Adapun agenda pemerintah yang dimaksud adalah penciptaan lapangan kerja dan memperbaiki ekspor impor untuk kepentingan bangsa.

"Rekaman video pidato Presiden Jokowi tersebut dipotong dan ditampilkan tidak utuh," kata Ari menegaskan. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diperas KPK Gadungan, Sahroni Ngaku Heran Jadi Target: Dipikir Gua Banyak Duit Kali Ya

Diperas KPK Gadungan, Sahroni Ngaku Heran Jadi Target: Dipikir Gua Banyak Duit Kali Ya

Ahmad Sahroni heran mengapa dirinya dijadikan target dugaan pemerasan bermodus memakai nama KPK. Ia menduga pelaku menyasar dirinya karena dianggap memiliki banyak uang.
KPK Ternyata Juga Amankan Adik Bupati Tulungagung dalam OTT

KPK Ternyata Juga Amankan Adik Bupati Tulungagung dalam OTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan politisi PDIP Jatmiko Dwijo Seputro, merupakan adik dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dalam OTT.
Plafon Islamic Center Malili Roboh, Kini Diselidiki Polisi

Plafon Islamic Center Malili Roboh, Kini Diselidiki Polisi

Polisi selidiki runtuhnya plafon bagian dalam bangunan Islamic Center Malili, Kabupaten Luwu Timu, Sulawesi Selatan, Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Popsivo Polwan Akhirnya Terungkap, Asisten Pelatih Akui...

Biang Kerok Jakarta Electric PLN Babak Belur Dihajar Popsivo Polwan Akhirnya Terungkap, Asisten Pelatih Akui...

Jakarta Electric PLN harus mengakhiri putaran pertama final four Proliga 2026 dengan hasil yang mengecewakan.
Presiden Prabowo Harap Pencak Silat Indonesia Tembus Olimpiade

Presiden Prabowo Harap Pencak Silat Indonesia Tembus Olimpiade

Presiden RI, Prabowo Subianto menunjukkan optimisme kuat terhadap masa depan pencak silat Indonesia.
Buntut OTT Bupati Tulungagung, KPK Segel Sejumlah Ruangan di Kantor Dinas PUPR

Buntut OTT Bupati Tulungagung, KPK Segel Sejumlah Ruangan di Kantor Dinas PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan beberapa ruang kerja di gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Selengkapnya

Viral