GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Remaja Tewas Setelah Kena Sabetan Sajam dalam Tawuran di Sawah Besar Jakpus, Pelaku Diadili dengan Sistem Peradilan Anak

Polisi menyebut bahwa dua orang pelaku tawuran yang membacok korban MFF hingga meninggal dunia akan diadili dengan sistem peradilan anak.
Senin, 9 September 2024 - 18:57 WIB
Pelaku
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvonenews.com - Polisi menyebut bahwa dua orang pelaku tawuran yang membacok korban MFF hingga meninggal dunia akan diadili dengan sistem peradilan anak.

Kepala Polsek Sawah Besar, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie mengatakan bahwa kedua pelaku adalah saudara kembar yang masih berusia di bawah umur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya pelaku masih berstatus sebagai anak-anak. Oleh karenanya, kedua pelaku akan diadili dengan sistem peradilan anak.

"Mengingat keduanya masih di bawah umur, Polisi juga akan mempertimbangkan Undang-undang perlindungan anak dalam proses peradilannya. Kami juga akan menindaklanjuti sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Anak," ucap Dhanar, Senin (9/9/2024).

Selain itu, polisi juga meminta awak media untuk tidak melakukan wawancara dengan kedua pelaku lantaran masih anak-anak.

"Mengingat status mereka sebagai anak di bawah umur, kami meminta rekan-rekan media untuk tidak melakukan wawancara langsung terhadap para tersangka," tegas Dhanar.

Adapun, korban MF telah dimakamkan oleh pihak keluarganya setelah dilakukan proses visum oleh pihak Rumah Sakit.

Sebelumnya, tawuran di Jakarta kian marak dilakukan oleh para remaja. Kali ini, tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat memakan korban jiwa.

Seorang remaja laki-laki berinisial MFF (16) meninggal dunia akibat mendapati luka bacok di kepalanya saat ikut tawuran itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan bahwa aksi tawuran itu terjadi pada Minggu 8 September 2024 sekitar pukul 03.50 WIB.

Adapun, aksi tawuran ini terjadi antara kelompok korban dari anak-anak muda warga Jalan Mangga Besar XIII dengan kelompok anak-anak muda warga Kampung Pecah Kulit.

Ade Ary menyebut bahwa bagian kepala MFF terkena sabetan senjata tajam. Ade menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Awalnya, korban dan teman-temannya menyerang kelompok lain hingga akhirnya berhasil dipukul mundur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awal kejadian kelompok korban menyerang dengan menggunakan bambu. Kemudian kelompok lawannya menyerang balik hingga kelompok korban mundur ke Jalan Mangga Besar XIII," ucap Ade Ary, Senin (9/9/2024).

Kemudian, saat berusaha melarikan diri menghindari serangan lawannya, korban tersandung bambu yang dibawanya sendiri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kata-kata Manny Pacquiao soal Comeback Tinju Melawan Mantan Juara Rusia di Las Vegas

Kata-kata Manny Pacquiao soal Comeback Tinju Melawan Mantan Juara Rusia di Las Vegas

Legenda tinju dunia Manny Pacquiao dipastikan kembali ke ring pada 18 April di Las Vegas, menghadapi mantan juara kelas super ringan Ruslan Provodnikov. (18/2).
Een Kena Apes, Viral Aksi Polisi Tangkap Buron dengan Cara Mengamen Dalam Bus di Padang

Een Kena Apes, Viral Aksi Polisi Tangkap Buron dengan Cara Mengamen Dalam Bus di Padang

Penumpang bus antar kota jurusan Jakarta-Padang dikejutkan dengan aksi Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang yang menyamar menjadi pengamen untuk menangkap Een
Polisi Gagalkan Peredaran 15 Kilogram Heroin di Sumut, Satu TSK Diamankan

Polisi Gagalkan Peredaran 15 Kilogram Heroin di Sumut, Satu TSK Diamankan

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba mengungkap peredaran narkotika golongan I jenis heroin seberat 15 kilogram di
Tradisi Makan Bandeng Bersama di Tambak, Cara Warga Pesisir Pantura Pati Sambut Ramadhan

Tradisi Makan Bandeng Bersama di Tambak, Cara Warga Pesisir Pantura Pati Sambut Ramadhan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar tradisi makan bersama di area tambak.
Mulai Hidup Sehat, Ini 3 Cara Tanpa Ribet dan Tetap Hemat

Mulai Hidup Sehat, Ini 3 Cara Tanpa Ribet dan Tetap Hemat

BRI memahami kebutuhan nasabahnya untuk tetap hidup sehat dengan cara yang hemat. Oleh karena itu, BRI melakukan kolaborasi spesial bersama Re.juve.
Ayah di Magetan Tega Bakar Mulut Bayi Berusia Tujuh Hari dengan Korek Gas, Keluarga Laporkan ke Polisi

Ayah di Magetan Tega Bakar Mulut Bayi Berusia Tujuh Hari dengan Korek Gas, Keluarga Laporkan ke Polisi

Seorang ayah bernama Guritno (43) melakukan tindakan kekerasan yang memilukan terhadap anaknya yang baru lahir tujuh hari dengan menyulut api ke bagian mulut bayi menggunakan korek gas.

Trending

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Tidak perlu lagi pakai naturalisasi, pemain kelahiran Jakarta yang kedua orang tuanya asli Jerman ini bisa langsung dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk Bandung BJB Tandamata yang akan menjalani laga hidup mati, sedangkan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat potensi tambahan amunisi dari Eropa. Sosok gelandang Norwegia berdarah Batak, Samuel Silalahi, layak masuk radar John Herdman.
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker muda berdarah Depok ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia. Bahkan pelatih asal Belanda sampai terkagum-kagum dengan kemampuan pemain ini.
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top skor Proliga 2026 jelang seri Bogor, di mana dua pemain lokal yakni Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam mengakhiri rekor mentereng dan Rama Fazza Fauzan (Surabaya Samator) makin bersinar.
Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora yang berkarier di Eropa. Nama Daijiro Chirino muncul sebagai opsi jangka panjang di posisi bek kanan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT