Bikin Malu, Politikus Partai NasDem Ungkap Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Miliki Dua Paspor, Kemenkum HAM Turun Gunung Ungkap Hal Ini…
- Instagram/timnasindonesia
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Silmy Karim angkat bicara soal adanya dugaan kepemilikan dua paspor oleh pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Silmy mengungkapkan kepemilikan paspor Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) tentunya telah melalui proses sesuai aturan yang berlaku.
“Mereka mendapatkan paspor sudah melalui proses yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Silmy, saat dihubungi, pada Jumat (13/9/2024).
Lebih lanjut dalam pentahapannya pemain naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ini telah sesuai dengan Undang-Undang dalam Keputusan Presiden.
“Pentahapan dalam prosesnya juga sesuai, bahkan ada Keppres nya,” ungkapnya.
Adapun dasar hukum proses naturalisasi ini mengacu dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI. Tertulis bahwa naturalisasi adalah tata cara bagi orang asing untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia melalui permohonan, verifikasi data, pemeriksaan administrasi dan legalitas, hingga pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Sementara itu Silmy menyebutkan para pemain naturalisasi ini untuk mendapatkan paspor Republik Indonesia telah memenuhi syarat yakni salah satunya telah mengembalikan identitas kewarganegaraan sebelumnya.
“Dari proses mendapatkan paspor RI sudah memenuhi persyaratan, termasuk menyerahkan kewarganegaraan lamanya,” ungkap Silmy.
Berikut delapan poin kritik Peter Gothan terkait kebijakan naturalisasi pemain Timnas Indonesia oleh PSSI yan menggemparkan publik;
- Apakah anda cinta PSSI? (saya cinta).
- Apakah anda cinta bangsa? (saya cinta).
- Apakah anda tidak malu lihat PSSI 9 pemainnya adalah bangsa asing yang dinaturalisasi? (Saya malu).
- Apakah kita bangsa besar? (saya rasa demikian).
- Apakah anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNi mereka? (saya tau).
- Apakah mereka mau membuang tunjangan sosial mereka dinegara nya begitu saja? (saya rasa tidak).
- Apakah menurut anda tidak lebih baik membina pemain kita dari muda (SD s/d Dewasa)? ( saya rasa demikian).
- Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat dari pada menang atau seri dengan cara yang merendahkan martabat. (ars/raa)
Load more