Wali Kota Jakbar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pemalakan Sopir Travel di Cengkareng
- Tim tvOne/Arief
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pemalakan sopir di wilayah Kapuk, Cengkareng yang terjadi Sabtu (15/2).
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di Cengkareng. Kami minta pelakunya ditindak tegas," kata Uus Kuswanto dalam keterangannya, Kamis (20/2).
Selain itu, Uus juga meminta camat Cengkareng dan lurah Kapuk bersama warga sekitar untuk melakukan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya premanisme di wilayah tersebut.
"Kami antisipasi agar tidak terulang kembali," ujar Uus.
Turut diketahui bahwa sopir travel bernama Putra Abadi (25) menjadi korban pemalakan sejumlah preman saat hendak membawa keluarganya pulang kampung ke Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu lalu.
Saat melintas di Jalan Outer Ring Road Daan Mogot, Kapuk, Putra diberhentikan oleh enam orang yang kemudian mencoba melakukan pemalakan.
"Sampai di Kapuk Kolong Jembatan itu saya diberhentiin sama enam orang. Dikepung. Dari kiri tiga orang, dari kanan tiga orang. Mereka naik motor, dua motor," kata Putra pada Selasa (18/2).
Para preman tersebut membawa senjata tajam dan sempat mengancam Putra serta keluarganya.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Abdul Jana mengatakan, satu pelaku berinisial AZ (17) ditangkap. Sementara, pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
"Pelaku yang kami amankan merupakan anak berhadapan hukum (ABH)," jelas Jana.
Saat ini polisi masih mengejar dua pelaku lain berinisial AM dan SA yang diduga terlibat aktif dalam aksi pemalakan terhadap sopir travel tersebut. (ant/dpi)
Load more