Kronologi Hercules Kena Masalah dengan Sutiyoso, Lalu Malah Berbuntut 'Adu Mulut' dengan Gatot Nurmantyo, sampai Akhirnya...
- Kolase tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Begini kronologi perseteruan antara Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal, dan dua purnawirawan TNI yakni mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso serta mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Tiga sosok ini, yakni Hercules, Sutiyoso, dan Gatot Nurmantyo tengah jadi sorotan setelah saling melontarkan teguran keras.
Lantas, bagaimana duduk perkara masalah yang membuat Hercules, Sutiyoso, dan Gatot Nurmantyo ini berkonflik?
- Kolase tvOnenews
Perseteruan tiga sosok ini bermula ketika anggota GRIB Jaya, ormas yang dipimpin Hercules membakar mobil milik polisi.
Hal ini kemudian menimbulkan diskusi tentang ormas dan tindakan premanisme. Sebagai mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso pun buka suara soal pengalamannya.
Bang Yos, sapaan akrabnya, ini menyinggung soal ormas yang menggunakan seragam tentara dan baret merah, seperti Kopassus.
Menurut Sutiyoso, baret merah adalah sebuah penghargaan yang tak mudah didapatkan.
"Dari Batujajar, ke gunung hutan, jalan 10 hari ke Cilacap, ke Nusakambangan pakai baret merah, tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini. Kita sangat kecewa lah," ujar Sutiyoso, di tayangan YouTube tvOnenews, Minggu (27/4/2025) lalu.
Dirinya menyatakan bahwa mendukung penuh revisi UU Ormas, khususnya di bagian penggunaan seragam.
Selain itu, ia juga mengatakan selama menjabat sebagai pemimpin Jakarta, banyak ormas yang berkelakuan seperti preman.
"Hiruk pikuknya ibu kota oleh aksi-aksi ormas yang menjelma jadi preman tukang palak," ujar dia.
Hercules Naik Pitam
Mendengar pernyataan itu, mantan preman Tanah Abang ini kemudian naik pitam.
Ia dengan berani menyebut nama Sutiyoso, bahkan menyebutkan bahwa purnawirawan TNI itu sudah 'bau tanah'.
"Kayak Pak Sutiyoso. Ngapain? Pak Sutiyoso, itu udahlah. Enggak usah nyingung-nyinggung ormas," kata Hercules.
Ia berpesan agar mantan Gubernur Jakarta tersebut tak usah banyak bicara karena sudah pensiun dan usianya tak muda lagi.
"Sudahlah. Kalau saya bilang, mulutnya sudah bau tanah," katanya.
Hercules pun mengaku tak takut menghadapi mantan petinggi Kopassus tersebut.
Hercules dapat Teguran Keras dari Gatot Nurmantyo
Mendengar perkataan Hercules, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tak bisa menahan amarahnya.
Ia menegaskan bahwa pernyataan Hercules itu sangat tidak sopan dan tidak pantas disampaikan kepada purnawirawan TNI.
Apalagi, menurut Gatot, pria asal Timor Timur itu mestinya menghormati TNI karena telah dibantu hidup di Jakarta.
Ia menjelaskan, di tahun 1980-an, Hercules adalah salah satu dari Tenaga Bantuan Operasi (TBO).
Para TBO bertugas membantu TNI membawa peralatan militer selama bertugas di Timor Timur, kini jadi Timor Leste.
Sebagai bentuk terima kasih, maka TNI memberi bantuan kepada para TBO untuk hidup di Jakarta dan Solo.
"Tapi justru dia mengata-ngtai pensiunan (TNI). Padahal yang bawa dia ke sini sudah pensiun itu, zamannya tahun 80-an," kata Gatot.
Ia juga mengingatkan agar Hercules tak menghina Sutiyoso, seorang petinggi Kopassus yang sudah berjasa bagi Indonesia.
Permintaan Maaf Sang Mantan Preman Tanah Abang, Tapi...
Setelah membuat huru-hara mengatakan Sutiyoso sudah 'bau tanah', Hercules akhirnya memutuskan untuk meminta maaf.
"Saya minta maaf kepada Pak Sutiyoso, minta maaf sebesar-besarnya. Minta maaf kepada Pak Sutiyoso, dan kepada anak cucu dan keluarganya," kata dia.
Dirinya mengakui mengagumi sosok purnawirawan TNI tersebut. Oleh karenanya ia berharap agar Sutiyoso bisa memaafkan kesalahannya.
Namun, Hercules kemudian melanjutkan pernyataannya, bahwa dirinya merasa marah dengan Gatot Nurmantyo.
Ia mengatakan ia dan Gatot tak memiliki masalah. Namun, ia malah disinggung seakan-akan berdosa besar.
"Tapi Gatot. Saudara Gatot Nurmantyo. Saya tidak takut sama Anda. Saya tidak menghargai Anda," tegas dia.
Menurutnya, amarah sang mantan Panglima TNI terhadap dirinya itu tida perlu, karena mereka tidak berseteru.
Malah, lanjut Hercules, Sutiyoso yang mestinya marah tapi diam saja terhadap masalah ini.
"Saya sedih juga sih, kayak saya punya dosa pada Pak Gatot. Tolong Pak Gatot, jangan mengganggu saya," katanya lagi. (iwh)
Load more