News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Buah Hercules Palak Pedagang Rp3,5 Juta, Kelakuannya Bikin Geleng-geleng, Polda Metro Jaya Beberkan...

Nama Hercules dan Ormas GRIB Jaya kembali menjadi sorotan setelah persoalan lahan milik BMKG di Kelurahan Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Minggu, 25 Mei 2025 - 09:25 WIB
Suasana penggusuran lahan sengketa BMKG yang diduduki GRIB Jaya
Sumber :
  • Julio Tri Saputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Hercules dan Ormas GRIB Jaya kembali menjadi sorotan setelah persoalan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kelurahan Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Tak hanya itu saja, rupanya ada kelaluan anak buah Hercules lainnya yangbbuat geleng-gelenh kepala. Polda Metro Jaya menyebut memipiki bukti anak buah Hercules memalak pedagang di lahan tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui BMKG membuat laporan ke Polda Metro Jaya atas lahan yang diduduki oleh GRIB Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan sebanyak 17 orang ditangkap, 11 di antaranya berasal dari ormas GRIB Jaya.

Bahkan, kata dia, satu dari mereka merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang ormas GJ setempat sedangkan enam orang lainnya warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan milik BMKG.

"Salah satunya adalah sodara Y, yang merupakan Ketua DPC Ormas GJ Tangsel. Kemudian 6 di antaranya adalah ahli waris yang mengaku sebagai ahli waris di tanah ini," ungkapnya.

Saat ini di lahan milik BMKG itu juga berdiri warung makan dan lapak pedagang kurban. Ade juga menyebut GRIB Jaya kerap meminta uang dari para pedagang.

"Warung makan dan pedagang hewan mentransfer Rp 3,5 juta per bulan ke rekening Saudara Y," jelasnya.

Pihak kepolisian menyebut memiliki semua barang bukti, mulai dari atribut, rekapan parkir, atribut-atribut ormas, senjata tajam 1, bendera-bendera ormas, dan bukti transfer. 

"Sajamnya ada bambu panjang, dan ada paku, banyak pakunya," lanjut Ade.

Ade menyebut saat ini Polda Metro Jaya akan mendalami soal nominal yang telah didapatkan Ormas Hercules itu dari aktivitas di lahan ini.

Baru-baru ini nama Ormas GRIB Jaya kembali menjadi sorotan publik, kali ini karena perseteruannya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Perseteruan keduanya bermula soal tanah negara di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan yang ditempati GRIB Jaya.

Namun masalah menjadi serius setelah munculnya narasi bahwa GRIB Jaya meminta uang tebusan Rp5 miliar ke BMKG. 

Menanggapi isu tersebut, GRIB Jaya dengan yegas membantahnya melalui kanal YouTube GRIB TV.

Ketua Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya Wilson Colling menyebut bahwa isu tersenut bukanlah persoalan baru, tapi telah berlangsung sejak 1992 silam.

Ia menegaskan bahwa anggota Ormas Hercules itu bukanlah penduduk ilegal. Wilson juga menyinggungbsial aksi pembela hak-hak ahli waris yang telah lama mendiami lahan tersebut.

“GRIB membela masyarakat, mengadvokasi tanah yang hak keperdataannya diperjuangkan,” kata Wilson dalam pernyataannya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya sudah memeriksa dokumen dan riwayat hukum sebelum mengambil tindakan advokasi.

Atas hal tersebut, Wilson menilai tidak ada putusan pengadilan yang memerintahkan eksekusi atas pengosongan lahan itu.

“Tidak ada klausula konkret bahwa warga harus keluar. Tidak ada perintah eksekusi. Jadi, ini bukan pendudukan liar,” ungkapnya.

Wolson juga menjawab isu mengenai GRIB Jaya yang meminta tebusan Rp5 miliar ke BMKG.

“Rp5 miliar tidak berdiri sendiri dan tidak pernah ada. Kami tidak pernah bernegosiasi atau melakukan tawar-menawar seperti itu dengan pihak BMKG,” ucapnya.

Wilson juga mengecam media yang memberitakan informasi tersebut tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak GRIB.

Wilson pun mempertanyakan klaim yang beredar mengenai tanah negara yanh diduduki oleg GRIB Jaya.

Menurutnya narasi tanah negara tidak serta merta membatalkan hak-hak perdata ahli waris yang lebih dulu menempati dan memperjuangkan tanah tersebut sejak dekade 1990-an.

“Kalau ujug-ujug bilang tanah negara, hasilnya dari mana? Mereka juga anak bangsa, warga negara yang patut dilindungi,” tegasnya.

Diketahui, BMKG mengaku lahan seluas 127.780 meter persegi yang berada di Kelurahan Pondok Betung adalah aset negara yang telah tercatat secara resmi.

Dalam surat permohonan pengamanan kepada Polda Metro Jaya, BMKG menyebut GRIB Jaya telah menduduki tanah itu secara tidak sah.

“BMKG memohon bantuan pihak berwenang untuk melakukan penertiban terhadap ormas GRIB Jaya,” kata Plt. Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama BMKG Akhmad Taufan Maulana.

Hercules Gerah, Perintah Tegas Dikeluarkan

Mulai gerah dengan kisruh yang menyeret anggota GRIB Jaya, Hercules pun akhirnya mengambil langkah tegas.

Pentolan GRIB Jaya itu langsung mengadakan rapat dengan anggotanya.

Sekjen GRIB Jaya, Zulfikar mebeberkan hasil rapat bersama Hercules yang dengan tegas mendukung langkah pemerintah memberantas premanisme.

Ia meminta agar semua ketua di masing-masing wilayah untuk mendata ulang anggota-anggotanya.

"Kepada seluruh jajaran ketua di seluruh wilayah, sampai di tingkat ranting, untuk mendata ulang anggotanya," kata Zulfikar, mengutip kanal YouTube GRIB TV.

Tak hanya itu saja, Hercules juga meminta agar status dan latar belakang para anggota harus jelas dan diketahui oleh pemimpin wilayah masing-masing.

Bahkan tak tanggung-tanggung, ia meminta pemimpin wilayah untuk segera memecat anggotanya jika mendapatkan laporan buruk dari masyarakat.

"Kalau dilihat ada anggota terindikasi tidak baik, tidak benar kami instruksikan untuk segera mengeluarkan anggota tersebut, untuk memecatnya, jika ada bukti ya. Walaupun belum ditangkap polisi," lanjutnya.

Terkait banyaknya laporan warga yang menyebut anggota GRIB Jaya kerap menganggu masyarakat, Zulfikar menyebut, Hercules akan segera menindaklanjuti hal itu.

Atas semua kekacauan yang terjadi belakangan ini, ia mengatakan bahwa penerimaan anggota baru GRIB Jaya akan ditutup sementara waktu, maksimal selama tiga bulan.

Hal tersebut lantaran akan ada bersih-bersih anggota oleh Hercules.

"Nah, ini sebagai lagkah antisipasi dan membentengi diri. Di masa kami tidak menerima orang baru, kami juga bersih-bersih di dalam, mengurangi orang-orang lama yang terindikasi memanfaatkan organisasi ini utk hal-hal yang melanggar hukum," jelas Zulfikar.

Diberitakan sebelumnya, nama GRIB Jaya semakin tercoreng karena aksi anak buah Hercules yang ditangkapi polisi.

Hal tersebut lantaran aksi brutal empat anggota GRIB Jaya yang melakukan pembakaran mobil polisi di Depok, Jawa Barat.

Berbagai kecaman pun akhirnya datang untuk GRIB Jaya dan Hercules atas insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum juga jera, ternyata beberapa anak buah pria bernama asli Rosario de Marshal ini kembali membuat ulah di Serang dan Semarang.

Seorang pimpinan wilayah ormas di Serang menjadi otak penggelapan kendaraan yang dikirimkan ke Lampung. Sementara di Semarang, anggota GRIB Jaya tertangkap kamera CCTV mencuri pagar milik PT KAI. (aag/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BMKG: Delapan Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Imbas Gempa Magnitudo 7,7

BMKG: Delapan Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Imbas Gempa Magnitudo 7,7

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut delapan wilayah di Sulawesi Utara berstatus siaga peringatan dini tsunami.
Operasi Patuh Jaya 2026 Ditunda, Polisi Minta Masyarakat Tetap Tertib Berkendara

Operasi Patuh Jaya 2026 Ditunda, Polisi Minta Masyarakat Tetap Tertib Berkendara

Tim Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunda Operasi Patuh Jaya 2026, yang rencananya digelar selama dua minggu, terhitung mulai Senin, 8 Juni 2026.
Hilal Pelatih Baru Belum Terlihat, AC Milan Malah Kepincut Bocah Ajaib Seharga Rp1,1 Triliun di Bursa Transfer Musim Panas Ini

Hilal Pelatih Baru Belum Terlihat, AC Milan Malah Kepincut Bocah Ajaib Seharga Rp1,1 Triliun di Bursa Transfer Musim Panas Ini

AC Milan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera menunjuk pelatih baru. Namun Rossoneri malah kepincut talenta muda paling menjanjikan di Eropa, Can Uzun.
IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen pada Perdagangan 8 Juni 2026, Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

IHSG Dibuka Anjlok 1,94 Persen pada Perdagangan 8 Juni 2026, Ikuti Bursa Asia dan Wall Street yang Kompak Melemah

Pada pembukaan perdagangan Senin, 8 Juni 2026, IHSG dibuka anjlok 108 poin atau 1,94 persen di level 5.486.
Bidan RSUD Besuki Situbondo Tewas Setelah Sang Suami Menghantamnya Pakai Batu

Bidan RSUD Besuki Situbondo Tewas Setelah Sang Suami Menghantamnya Pakai Batu

Kasus penemuan mayat seorang bidan bernama Murtafia Rafika Devi (34) di Jalan Raya Pantai Utara, Desa Kalianget, Banyuglugur, Situbondo, sempat gegerkan warga.
Nova Arianto Ungkap Hal yang Paling Membuatnya Puas usai Timnas Indonesia U-19 Bungkam Vietnam

Nova Arianto Ungkap Hal yang Paling Membuatnya Puas usai Timnas Indonesia U-19 Bungkam Vietnam

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto memberikan pujian kepada para pemainnya setelah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang fase grup Piala AFF U-19 2026.

Trending

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Polisi Didesak Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Maluku

Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Katapang (Gemka) mendesak Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menangkap pelaku dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap warga Dusun Katapang yang terjadi di wilayah Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Maluku.
Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Viral Pria Diduga 'Boti' Lolos Jadi Anggota TNI, Kadispenad Temukan Fakta Mengejutkan

Publik dihebohkan dengan video viral di media sosial terkait dua pria diduga penyuka sesama jenis atau LGBT sedang berfoto bersama.
Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Reaksi VFF Usai Kegagalan Vietnam Lolos Langsung Semifinal Piala AFF Setelah Dikalahkan Timnas Indonesia U-19

Walau punya selisih gol signifikan, Vietnam harus bersaing di klasemen mini runner up terbaik setelah Timnas Indonesia U-19 berhasil lolos langsung sebagai juara Grup A. 
Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Media Vietnam Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia U-19, Tetap Puji Golden Star Warriors

Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Vietnam 2-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Media Vietnam mengaku kesal karena hal ini.
Update Top Skor AVC Women's Cup 2026: Tiga Andalan Timnas Voli Putri Indonesia Bertahan di 10 Besar

Update Top Skor AVC Women's Cup 2026: Tiga Andalan Timnas Voli Putri Indonesia Bertahan di 10 Besar

Top skor AVC Women's Cup 2026, di mana tiga pemain Timnas Voli Putri Indonesia masih bertahan di posisi 10 besar.
Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Operasi Patuh 2026 Hari Ini Resmi Ditunda Korlantas Polri, Ini Alasannya

Korlantas memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 tersebut karena saat ini institusi kepolisian tengah fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.
Respons Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi Program MBG, PDIP 'Sentil' Kejagung: Bisa Dicegah Sejak Awal

Respons Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi Program MBG, PDIP 'Sentil' Kejagung: Bisa Dicegah Sejak Awal

Eks tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral