GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Buah Hercules Berulah Kuasai Lahan BMKG, Uang Sewa Pedagang Langsung Masuk Kantong: Dia Minta Transfer…

Anak buah Hercules yang menjadi anggota GRIB Jaya ditangkap lantaran menguasai lahan milik BMKG di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Sabtu, 31 Mei 2025 - 16:38 WIB
Pemusnahan posko GRIB Jaya di Tangerang Selatan dan Ketum GRIB Jaya Hercules
Sumber :
  • Tim Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Nama Hercules masih menjadi sorotan publik sejak polemik ‘Preman berbaju Ormas’ bergulir. Kini ormas yang dipimpinnya yaitu GRIB Jaya sedang dikuliti oleh publik. 

Satu per satu kasus yang melibatkan anggota GRIB Jaya diungkapkan oleh pihak kepolisian, seperti yang terjadi di Tangerang Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak buah Hercules yang menjadi anggota GRIB Jaya ditangkap lantaran menguasai lahan milik BMKG di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Salah satu korban dari aksi nakalnya yaitu Ina Wahyuningsih, seorang pedagang sapi kurban yang membuka lapak di lahan milik BMKG yang dikuasai GRIB Jaya.

Ina mengaku kala itu dirinya sedang survey tempat dan melihat lahan kosong itu untuk menjual sapi kurbannya.

Ia juga melihat di lahan itu terdapat posko GRIB Jaya, kemudian Ina menanyakan terkait pemakaian lahan untuk berdagang.

Setelah menyambangi posko tersebut, akhirnya ia mengenal beberapa orang dari GRIB Jaya hingga komunikasi tentang penyewaan lahan itu berlanjut.

“Bang Jamal Sekjen GRIB, Keke Ketua Ranting. Saya tanya bisa nggak pakai lahan ini? Saya harus hubungi siapa? Ketua Keke bilang saya telepon ketua Yani dulu,” ungkap Ina Wahyuningsih. 

“Awalnya saya nggak kenal ketua Yani. Kita janjian akhirnya ACC. Saya tanya ini lahan siapa? Aman nggak nih? Aman, ini kekuasaan kita bahasannya ahli waris suruh kita yang nunggu. Kalau aman ya sudah,” sambungnya.

Pedagang sekaligus pemilik lapak hewan kurban, Inawah akui resah dengan anak buah Hercules dari GRIB Jaya di lahan BMKG
Pedagang sekaligus pemilik lapak hewan kurban, Inawah akui resah dengan anak buah Hercules dari GRIB Jaya di lahan BMKG
Sumber :
  • tvOnenews

 

Ina akhirnya melakukan negosiasi harga dengan pihak GRIB Jaya di Tangsel.

“Disana biasanya harganya berapa? Biasanya Rp10 juta satu lahan sampai kelar. Cuma memang harus koordinasi RT, RW, Lurah, Babinsa perlu uang. Gimana kalau include aja RT, RW, semua mereka yang urus,” ujarnya.

“Minta Rp25 juta akhirnya nega deal-lah di angka Rp22 juta dengan bahasa mereka koordinasi semuanya include. Setuju. Saya lunasi setelah sapi turun,” imbuhnya.

Disebutkan pembayaran tersebut tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan bertahap. 

“Begitu sapi turun nggak ada masalah. Kita juga was-was ya memang mendirikan kandang kita nggak masalah. Makanya saya DP dulu. Saya ngasihnya berkali-kali, nggak sekaligus,” kata Ina.

Uang yang ia kumpulkan itu ditransfer kepada seseorang bernama Yani Tuanaya.

“Ke Ketua Yani. Yani Tuanaya. Jadi saya transfer ke beliau. Waktu itu saya lagi di Bali, beliau bilang karena ada ketua DPC yang meninggal dia minta tolong untuk transfer Rp5 juta. Saya kan bilang mau lunasi setelah sapi turun dan nggak ada masalah,” jelas pedagang sapi kurban itu.

Selain pedagang sapi kurban, terdapat pedagang seafood yang ikut mentransfer sejumlah uang untuk uang sewa dan listrik.

Pedagang seafood di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Pedagang seafood di lahan BMKG yang dikuasai GRIB Jaya
Sumber :
  • Istimewa

 

Pedagang seafood, Darmaji mengaku telah mentransfer Rp3,5 juta kepada rekening atas nama Yani setiap bulannya. 

“Ke rekening Yani, ke Bank BCA. nggak langsung Rp3,5 juta karena beliau kadang-kadang kasbon gitu pak,” ujar Darmaji.

Dirinya mengaku tidak mengetahui kalau lahan tersebut bersengketa, padahal sudah mengeluarkan modal Rp70 juta. 

“Modal sama lantai Rp70 juta. Nggak tahu, nggak dijelaskan (lahan milik BMKG). Cuma bayar keamanan, uang sewa, uang listrik. Makanya tadi saya bingung (saat didatangi polisi). Uang parkir saya nggak pungut demi Allah,” terangnya.

Pada tayangan YouTube GRIB TV, Ketua Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya Wilson Colling akhirnya buka suara terkait transaksi sewa-menyewa tersebut. 

“Kalau bersengketa, kami juga mengatakan ahli waris bilang ini rumah saya, ini tanah saya, saya berikan kepada kalian untuk menyewa. Dimana pidananya?” kata Wilson Colling.

Wilson mengungkapkan pihaknya bersikeras karena girik asli serta surat keterangan lainnya masih berada di pihak ahli waris, bukan BMKG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Girik asli ada, surat keterangan lurah ada. Sepanjang itu belum timbul sertifikat, seandainya itu adalah eksekusi resmi oleh negara, kosong. Disana kosong karena kami taat hukum,” ungkapnya.

“Ini seluruh gugatan dia nggak ada. Dia minta pendapat hukum hakim dan itu menjadi rujukan. Ya kalau hukum seperti ini ya kami juga sudah kaya karena banyak kasus yang tidak bisa dieksekusi karena uang,” pungkasnya. (nsi/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Satu Pemain Timnas Indonesia Susul Dean James dan Calvin Verdonk

Resmi! Satu Pemain Timnas Indonesia Susul Dean James dan Calvin Verdonk

Noha Pohan resmi bergabung dengan agensi Dean James dan Calvin Verdonk. Gelandang Timnas Indonesia U-17 ini digadang-gadang menjadi calon andalan Garuda senior.
Wagub DKI Jakarta Sebut Warga Program Bedah Rumah akan Tinggal Sementara di Kontrakan

Wagub DKI Jakarta Sebut Warga Program Bedah Rumah akan Tinggal Sementara di Kontrakan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan warga yang rumahnya masuk dalam program Bedah Rumah akan tinggal sementara di kontrakan.
Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Tipu Korban dengan alasan Pembersihan Rahim

Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Tipu Korban dengan alasan Pembersihan Rahim

Polisi menetapkan seorang pimpinan ponpes di Lombok Timur sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual. Sejauh ini, dua korban adalah mantan santriwatinya.
FIFA Series Masih Lama, tapi 2 Pemain Timnas Indonesia Ini sudah Dipastikan Absen

FIFA Series Masih Lama, tapi 2 Pemain Timnas Indonesia Ini sudah Dipastikan Absen

Timnas Indonesia dipastikan tampil tanpa dua pemain naturalisasi saat menghadapi FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ... -
Naluri Berdagang Menyelamatkan Pesmi Ermi dari Stres Pascabencana

Naluri Berdagang Menyelamatkan Pesmi Ermi dari Stres Pascabencana

Hampir tiga bulan lamanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanah Minangkabau. Duka dan kenangan kelam itu masih menyelimuti masyarakat, ter
Menkes Tunggu Pencairan Dana Rp529,3 Miliar untuk Perbaikan Faskes di Sumatra

Menkes Tunggu Pencairan Dana Rp529,3 Miliar untuk Perbaikan Faskes di Sumatra

Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap saat ini masih menunggu suntikan anggaran jumbo Rp529,3 miliar untuk perbaikan fasilitas kesehatan di lokasi bencana Sumatra.

Trending

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Tidak perlu lagi pakai naturalisasi, pemain kelahiran Jakarta yang kedua orang tuanya asli Jerman ini bisa langsung dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk Bandung BJB Tandamata yang akan menjalani laga hidup mati, sedangkan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat potensi tambahan amunisi dari Eropa. Sosok gelandang Norwegia berdarah Batak, Samuel Silalahi, layak masuk radar John Herdman.
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker muda berdarah Depok ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia. Bahkan pelatih asal Belanda sampai terkagum-kagum dengan kemampuan pemain ini.
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top Skor Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Terancam Akhiri Rekor Mentereng, Rama Fazza Fauzan Makin Bersinar

Top skor Proliga 2026 jelang seri Bogor, di mana dua pemain lokal yakni Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam mengakhiri rekor mentereng dan Rama Fazza Fauzan (Surabaya Samator) makin bersinar.
Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora yang berkarier di Eropa. Nama Daijiro Chirino muncul sebagai opsi jangka panjang di posisi bek kanan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT