Ajaran Kontroversial di Rumah Doa Anak Yatim Dwi Susanto: Suruh Rebus CD untuk Obati Anak Nakal, Colek Kemaluan Wanita untuk Anak Malas
- IST
Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Rumah Doa Anak Yatim (RDAY) Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Dwi Susanto, menjadi perbincagan di media sosial karena menyuruh jemaahnya hal-hal yang aneh.
Ia tengah menjadi buah bibir lantaran diduga mengajarkan ajaran sesat ke jemaahnya. Sebagaiamana yang dilihat dalam salah satu video yang dibagikan akun TikTok, Dwi Susanto ditanya oleh seorang jemaah bagaimana cara mengobati anak nakal atau bandel dan suka melawan saat dinasehati orang tua.
Dwi Susanto diduga mengajarkan ajaran sesat kepada para jemaahnya. Pasalnya, dia kerap meminta jemaahnya untuk melakukan hal-hal nyeleneh di luar nalar berkedok pengobatan dengan melibatkan alat vital atau organ intim.
Dwi Susanto lantas menjawab dengan hal yang di luar nalar. Dia memerintahkan jemaahnya untuk merebus celana dalam atau CD, kemudian air hasil merendam digunakan untuk memasak nasi.
Dwi mengajak seluruh jemaahnya untuk melakukan hal tersebut apabila memiliki anak bandel dan selalu melawan orang tua.
“Ibu rendem celana dalem ibu, aernye dipake buat masak nasi anak-anak ibu yang bandel-bandel itu,” ujar Dwi Susanto.
Dwi juga ditanya oleh jemaahnya bagaimana cara meningkatkan fokus pada anak perempuan berusia 9 tahun yang sulit menangkap pelajaran. Dia lantas menjawab dengan hal yang sangat mencengangkan. Dwi Susanto meminta si jemaah untuk menyentuh kemaluan sang anak kemudian diletakkan ke dahi anak tersebut secara berulang kali.
“Gampang itu, colek m* -nya taro di jidatnya, colek di m* taro di jidatnye,” ujar Dwi Susanto. (ebs)
Load more