Cerita Patricya Damkar Perempuan, Putuskan Resign Kerja Kantoran dan Jadi Penakluk si Jago Merah
- IST
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang petugas pemadam kebakaran di Sektor Markas Komando Harapan Indah, Bekasi Selatan, dan Bantar Gebang ini merupakan representasi perempuan yang berani keluar dari zona nyaman.
Pada usia 24 tahun, secara berani Patricya memutuskan berhenti kerja sebagai pegawai kantoran.
Kepada tvOnenews.com, Patricya bercerita alasan di balik dia memutuskan menjadi petugas damkar.
“Aku decide jadi damkar pas usia 24 tahun, tahun 2018 lalu. Aku memutuskan untuk resign dari kantor sebelumnya,” jelas dia, saat dihubungi, Rabu (13/8/2025).
Wanita berusia 30 tahun ini mengatakan bahwa dirinya menyukai kegiatan yang mengandalkan kekuatan fisik, terlebih dia lahir dari keluarga dengan latar belakang militer.
“Aku senang sama pekerjaan (damkar) yang lebih banyak bergerak dan aktivitas fisik. Ditambah, aku besar di keluarga militer, jadi aku pengin orang tuaku ngerasain ada anaknya yang nerusin pekerjaan semi-semi militer,” ceritanya.
Patricya menuturkan saat awal menjadi Damkar, sempat mengalami gegar budaya karena pekerjaan sebelumnya bekerja di kantoran.
“Awalnya pasti sulit, karena aku pribadi ngalamin culture shock, sebelumnya aku staf kantoran. Tapi karena teman-teman di lapangan semuanya supportif dan mau sharing ilmu, jadinya buat aku enggak sesulit pas di awal,” jelasnya.
Hanya saja kendala yang dihadapi oleh Patricya adalah perbedaan kekuatan fisik antara petugas damkar perempuan dan petugas laki-laki.
Oleh karena itu, dari sektor damkar tempat Patricya bertugas, ada sedikit kebijakan perbedaan pekerjaan yang harus dikerjakan oleh petugas perempuan dan petugas laki-laki.
“Jadi ada beberapa job yang sebaiknya jangan dikerjakan sama perempuan, kayak nebang pohon, naik-naik ke genteng, dan sebagainya,” ungkap dia.
Sebagai petugas damkar perempuan, Patricya menyebutkan bahwa sudah banyak personel perempuan yang terjun ke lapangan, terlebih di bagian penyelamatan.
“Khusus di kota Bekasi, sekarang udah banyak petugas damkar perempuan yang terjun ke lapangan juga, terutama di rescue,” tutup dia. (ags/ebs)
Load more