News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Biang Kerok Kemarahan Rakyat, Mahfud MD Desak Pemerintah Segera Atasi Huru-hara: Ini Akumulasi Kekecewaan!

Mahfud MD menilai huru-hara aksi massa yang terjadi di Indonesia ini adalah demoakumulasi kekecewaan rakyat terhadap pemerintah, DPR, hingga aparat penegak hukum yang sudah lama terpendam.
Minggu, 31 Agustus 2025 - 14:55 WIB
Eks Menko Polhukam Mahfud MD.
Sumber :
  • YouTube/Mahfud MD

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait ketegangan antara aparat dan masyarakat dalam rangkaian demo massal yang ada di berbagai wilayah.

Mahfud menilai kondisi huru-hhara yang memanas belakangan ini bukan sekadar karena insiden sesaat, melainkan akumulasi kekecewaan rakyat terhadap pemerintah, DPR, hingga aparat penegak hukum yang sudah lama terpendam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui unggahan di YouTube pribadinya, Mahfud menyebut kemarahan publik lahir dari masalah yang tidak kunjung diselesaikan.

Ia menegaskan bahwa rakyat maupun aparat sama-sama korban dari sistem yang berjalan tidak efektif.

“Masalah utama yang kita lihat itu adalah akumulasi kekecewaan ini. Apa akumulasi kekecewaan itu, kebijakan-kebijakan pemerintah yang banyak sekali menimbulkan protes di berbagai bidang dan hampir setiap saat protes-protes itu muncul," ujarnya, dikutip Minggu (31/8/2025).

Ia mengibaratkan penyelesaian masalah selama ini hanya seperti “ngasih permen,” meredakan sesaat tetapi tak pernah menyelesaikan akar persoalan. Akibatnya, protes demi protes muncul nyaris tanpa henti sebagai bukti ketidakpuasan masyarakat.

Terlepas dari insiden-insiden konkret yang terjadi seperti tewasnya Affan Kurniawan dan marahnya publik pada sejumlah politisi, Mahfud MD meringkas sedikitnya empat faktor utama yang ia sebut sebagai biang kerok ngamuknya masyarakat.

1. Kebijakan yang Bermasalah

Banyak kebijakan pemerintah justru menimbulkan protes. Namun, menurut Mahfud, penyelesaiannya justru kerap tidak jelas, seolah ditunda, tanpa menyentuh akar masalah.

2. Politisi yang Arogan

Mahfud menyoroti sikap sebagian politisi yang dinilai arogan dan tidak berempati pada rakyat.

“Banyak politisi yang arogan, tidak punya empati, terhadap kehidupan masyarakat. Sehingga menimbulkan reaksi yang kemudian memanas,” ujarnya.

3. Penegakan Hukum yang Tidak Jelas

Menurutnya, hukum berjalan tidak konsisten. Ada kasus yang diproses, ada yang dibiarkan. Masalah kecil bisa berlarut-larut, sementara perkara besar hanya diumumkan tanpa tindak lanjut nyata. “(proses hukum) ada yang jalan, ada yang tidak. Ada yang hanya masalah sepele saja tidak bisa diselesaikan,” tegas Mahfud.

4. Korupsi dan Pejabat Korup yang Masih Ambil Peran

Mahfud menilai, keberadaan pejabat yang tersangkut kasus korupsi namun tetap memegang jabatan dan membuat kebijakan adalah luka mendalam bagi rakyat yang berjuang untuk hidup jujur.

Pernyataan Mahfud ini menjadi seruan reflektif bagi semua pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ketidakpercayaan yang kini meledak dalam bentuk protes tidak muncul tiba-tiba, melainkan karena kekecewaan yang dibiarkan menumpuk.

Mantan Cawapres 2024 itu juga menekankan, aspirasi masyarakat tidak boleh dipandang sekadar keributan, melainkan tanda bahaya yang harus dijadikan masukan berharga.

Aparat, menurutnya, juga bagian dari rakyat sehingga keduanya tidak seharusnya berhadap-hadapan.

Dengan nada reflektif, Mahfud menyampaikan pesan empati. “Wahai Seluruh Rakyat, Aparat Bukan Musuh Anda, Wahai Aparat, Rakyat Bukan Musuh Anda,” tulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahfud menilai kondisi di mana “polisi menjadi korban dan rakyat juga menjadi korban” harus segera dihentikan. Menurutnya, inti persoalan bukan sekadar peristiwa di lapangan, melainkan kebijakan yang menumpuk tanpa solusi nyata.

Mengakhiri pesannya, Mahfud menegaskan bahwa “Negara ini adalah milik kita bersama”, maka ia pun mengajak semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kolaborasi, bukan konfrontasi, demi menjaga keutuhan bangsa. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga Tapteng Digegerkan Penemuan Bayi Perempuan di Pinggir Jalan

Warga Tapteng Digegerkan Penemuan Bayi Perempuan di Pinggir Jalan

Warga Lingkungan IV Barung-Barung, Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut) digegerkan penemuan seorang ba
Dua Negara Tetangga yang Terdampak Kabut Asap akibat Karhutla

Dua Negara Tetangga yang Terdampak Kabut Asap akibat Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas lembaga terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Berikut rekapan perjalanan panjang Addie MS, maestro musik Indonesia, mulai dari mengenal musik orkestra hingga membentuk Twilite Orchestra pada 1991 silam.
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Dansatgas Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman. Sedikitnya puluhan personel gabungan dari TNI, pemadam kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan. Petugas juga menerjunkan hampir 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa hukum 86 korban kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak oleh PT DGJ memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). Ada beberapa modus yang digunakan dalam kasus ini.
Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi menikah dengan Jang Dong Yoon, ini daftar film dan drama yang dibintangi aktris Kim Seung Yoon.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral