GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pergerakan Letkol Untung di Tragedi G30S PKI Mudah Ditumpas, Katanya Kolonel Sarwo Edhie Wibowo saat itu Soeharto...

Kisah Kolonel Sarwo Edhie Wibowo diperintahkan Mayjen Soeharto untuk menghentikan pergerakan Letkol Untung Syamsuri di Tragedi G30S PKI. Motifnya karena ini.
Senin, 8 September 2025 - 22:13 WIB
Kolonel Sarwo Edhie Wibowo ungkap alasan diperintahkan Mayjen Soeharto menumpaskan pasukan Letkol Untung
Sumber :
  • Kolase Perpustakaan Nasional, Istimewa, & Prabowosubianto.com

Jakarta, tvOnenews.com - Kisah Kolonel Sarwo Edhie Wibowo diperintahkan Mayjen Soeharto untuk menghentikan pergerakan Letkol Untung Syamsuri di Tragedi G30S PKI.

Saat G30S PKI ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno, Kolonel Sarwo Edhie Wibowo kala itu sudah menjadi tokoh militer penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolonel Sarwo menjabat sebagai Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) ketika sekelompok pemuda PKI membunuh tujuh  Dewan Revolusi.

Pasalnya, peristiwa pembunuhan tujuh Dewan Revolusi sangat sadis, mereka terbunuh hingga jasadnya dikubur menumpuk di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Gerakan 30 September pada 1965 membuat Kolonel Sarwo bergerak cepat menumpaskan aksi G30S PKI.

Adapun kisahnya yang paling menarik ketika Kolonel Sarwo dan pasukannya berhasil menumpas Letkol Untung.

Awal Mula Pergerakan Letkol Untung

Pemimpin G30S PKI, Letkol Untung Sjamsuri
Pemimpin G30S PKI, Letkol Untung Sjamsuri
Sumber :
  • Instagram/@nayarchives

 

Merujuk dari Sumber Belajar Kemdikbud, Letkol Untung kala itu menjabat sebagai Komandan Batalyon I Resmin Cakrabirawa.

Letkol Untung pun terpilih menjadi Pemimpin Lapangan pergerakan G30S PKI.

Kemunculan Letkol Untung berlangsung ketika Kapten Suradi menjabat sebagai Komandan Brigif I/Jayasakti Kodam V Jakarta Raya.

Kala itu, Kapten Suradi dan pasukannya semakin menggila, bahkan jaringan komunikasi dikuasai oleh mereka.

Pada akhirnya, Letkol Untung dan pasukan berhasil menguasai siaran langsung Radio RRI di Jakarta pada 1 Oktober 1965.

Pengalihan jaringan komunikasi di Radio RRI menjadi siaran PKI pasca peristiwa G30S PKI.

Perebutan siaran ini pun menjadi ajang dimanfaatkan oleh PKI, dengan dalih menyebarkan berbagai informasii seputar pergerakan mereka.

Terlebih lagi, PKI juga berkeinginan membentuk Dewan Revolusi yang langsung diketuai Letkol Untung Sutopo.

Kemudian, siaran RRI juga beralih fungsi memberikan pusat informasi yang krusial demi melancarkan aksi propaganda dari PKI.

Soeharto Perintahkan Pasukan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo

Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

 

Sikap PKI yang telah menyampaikan propaganda langsung mendapat perlawanan keras dari Mayjen Soeharto.

Mayjen Soeharto saat itu menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) TNI AD karena jabatan pimpinan tersebut waktu itu kosong.

Dalam hal ini, Soeharto memberikan perintah terhadap pasukan penumpasan G30S PKI, salah satunya Kolonel Sarwo yang menjadi Komandan RPKAD.

Melalui hasil rekapan video wawancara, Kolonel Sarwo mengutarakan kenapa dirinya dan RPKAD yang kini menjadi Kopassus ditugaskan merebut RRI.

Kata Kolonel Sarwo, siaran RRI bisa berakibat fatal atas aksi propaganda dari Dewan Revolusi.

"Dengan maksud agar siaran Dewan Revolusi itu bisa di-stop," ungkap Kolonel Sarwo dilansir dari tayangan video yang diunggah ulang di kanal YouTube Hendri Teja.

Kolonel Sarwo melanjutkan, "Agar hubungan kita dengan dunia luar pun bisa dibuka kembali. Rencana itu sepenuhnya diserahkan ke saya," bebernya.

Perintah dari Soeharto kepada Kolonel Sarwo memunculkan istilah peristiwa Subuh berdarah pada 30 September 1965.

Kala itu Kolonel Sarwo baru tiba di markas Kostrad pada pukul 11.0 WIB, kemudian Soeharto memperintahkan perebutan Gedung RRI.

Kolonel Sarwo pun memberikan perintah kepada pasukan pada pukul 18.00 WIB, setelah itu pihak lawan tanpa melakukan perlawanan sama sekali sehingga Gedung RRI dikuasai RPKAD sekitar pukul 18.30 WIB.

Letkol Untung Kabur hingga Divonis Hukuman Mati

Letkol Untung
Letkol Untung
Sumber :
  • Arsip Nasional

 

Pasukan Letkol Untung jatuh setelah ditumpas bersih oleh Kolonel Sarwo.

Pimpinan Lapangan G30S PKI itu pun mau tak mau harus kabur dari Jakarta menuju Tegal, Jawa Tengah.

Pasukan RPKAD tidak tinggal diam, di bawah komando Kolonel Sarwo, pengintaian terhadap Letkol Untung selama 8 hari.

Letkol Untung kepergok saat naik bus, saat itu RPKAD melakukan pengecekan di setiap sudut jalan yang membuat dedengkot PKI ini panik.

Anak buah Kolonel Sarwo sukses menembak kaki Letkol Untung, sehingga menyeretnya ke sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) selama 3,5 jam.

Pada 7 Maret 1966, Ketua Majelis Hakim Mahmilub Binsa memvonis hukuman mati terhadap Letkol Untung.

Melansir dari buku Soebandrio: Kesaksianku Tentang G30S karya Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I di masa Presiden Soekarno, dr Soebandrio mengisahkan Untung sempat menangis.

Raut wajah Letkol Untung berkaca-kaca saat detik-detik dirinya menjalani hukuman mati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkat upaya dari Pasukan RPKAD, kisah Letkol Untung di G30S PKI berakhir setelah dihukum mati pada September 1967.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Pelatih John Herdman memiliki opsi menarik untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Ia bisa memanggil kembali eks juara Liga Belanda yang sudah WNI ini.
Profil dr Piprim Basarah Yanuarso, Ketua IDAI yang Mengaku Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin

Profil dr Piprim Basarah Yanuarso, Ketua IDAI yang Mengaku Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin

Profil dr Piprim Basarah Yanuarso, Ketua IDAI yang mengaku dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin usai polemik mutasi dan isu independensi kolegium.
Balita Tewas Terpangku Ibunya Saat Truk Kontainer Timpa Sedan di Karawang

Balita Tewas Terpangku Ibunya Saat Truk Kontainer Timpa Sedan di Karawang

Anak balita tewas dalam kecelakaan truk kontainer timpa mobil sedan di Karawang. Tiga orang satu keluarga meninggal dunia.
Ini Permintaan Ibu Angkat Ressa Rossano ke Denada, Singgung Soal Sikap dan Perilaku Terhadap Keluarga

Ini Permintaan Ibu Angkat Ressa Rossano ke Denada, Singgung Soal Sikap dan Perilaku Terhadap Keluarga

Ratih Puspita Dewi, ibu angkat Ressa Rizky Rossano mengutarakan permintaannya terhadap Denada.
Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Sejuk Cipayung, Polisi Pastikan Murni Kecelakaan

Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Embung Sejuk Cipayung, Polisi Pastikan Murni Kecelakaan

Bocah 9 tahun tewas tenggelam di Embung Sejuk Cipayung, Jakarta Timur. Polisi pastikan kejadian murni kecelakaan saat korban bermain.
Soal Dugaan Kepemilikan Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro, Habiburokhman: Harus Dihukum Berat

Soal Dugaan Kepemilikan Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro, Habiburokhman: Harus Dihukum Berat

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mendukung penuh langkah Polri yang menetapkan Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka dugaan kepemilikan narkoba.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Asisten pelatih Persija Jakarta Ricky Nelson memberikan komentarnya terkait debut Mauro Zijlstra pada laga pekan ke-21 Super League 2025/2026.
Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam terheran-heran sekaligus sindir Timnas Indonesia yang kini punya banyak pemain naturalisasi tapi selalu kalah dalam laga final AFF alias tak juara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT