GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Diduga Alasan Ini buat Pasukan PKI dari Batalyon Jateng dan Jatim Malah Membelot ke Soeharto

Ternyata dalam catatan Victor, perencanaan operasi militer G30S PKI telah dimatangkan dengan rencana teknisnya dalam rapat kordinasi sejak 6 September 1965
Kamis, 11 September 2025 - 20:11 WIB
Tak Diduga Alasan Ini buat Pasukan PKI dari Batalyon Jateng dan Jatim, Malah Membelot ke Soeharto
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/viva.co.id

Jakarta, tvOnenews.com- Tak pernah diduga oleh siapapun, pasukan PKI yang dikenal "sangar" atau menakutkan itu malah membelot. 

Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Khusus Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah menyatakan rasa optimisnya, atas kekuatan militer yang berhasil mereka himpun mampu diandalkan untuk mendukung kesuksesan operasi militer G30S PKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak Diduga Alasan Ini buat Pasukan PKI dari Batalyon Jateng dan Jatim, Malah Membelot ke Soeharto
Tak Diduga Alasan Ini buat Pasukan PKI dari Batalyon Jateng dan Jatim, Malah Membelot ke Soeharto
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/viva.co.id

 

Setelah agenda rapat ke 4 tanggal 15 September 1965, Sjam Kamaruzzaman menyampaikan kesiapan dua batalyon dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk bergabung dalam operasi militer G30S PKI.

Lalu, adanya laporan mengisyaratkan bahwa pasukan bisa diandalkan untuk memberikan dukungan bersenjata pada serangan pre-emptive. Guna menculik para jenderal, Sjam pun berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut nantinya.

"Sjam memberitahu hadirin bahwa dua batalyon dari Jawa Tengah dan Jawa Timur tak lama lagi akan tiba di Jakarta untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Angkatan Bersenjata yang diselenggarakan pada 5 Oktober." tulis Victor M Fic mengutip pernyataan Sjam, dalam bukunya "Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi". 

Ternyata dalam catatan Victor, perencanaan operasi militer G30S PKI telah dimatangkan dengan rencana teknisnya dalam rapat-rapat kordinasi sejak 6 September 1965 hingga hari H operasi.

"Para konspirator itu bertemu sepuluh kali untuk menyempurnakan detail-detail teknis militer, dari Rencana Besar yang telah disetujui Politbiro pada 26 Agustus itu, dan yang disampaikan kepada Syam oleh Aidit pada malam hari itu." tulis Victor.

Kemudian,para pasukan dipecah menjadi unit pemukul, teritorial, dan cadangan, dan yang disebutkan terakhir akan menyediakan pelayanankomunikasi, transportasi dan dukungan lain. Bono akan mengarahkan operasi intelijen dan pengamatan.

Lettu Doel Arif pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 merupakan zosok penting yang ditugaskan untuk melakukan penculikan para jenderal Angkatan Darat. 

Di mana, Pasukan Pasopati yang ia pimpin menjadi pasukan utama dalam aksi G30S PKI tersebut. Seperti diektahui, momen tragedi G30S diperingati setiap 30 September

Perintah yang diterima Doel Arief adalah menangkap para jenderal hidup atau mati. Namun pada dini hari itu, rencana operasi kacau diluar perkiraan.

Malah tokoh utama sasaran penculikan, Jenderal Nasution, rupanya berhasil lolos dari pengepungan.

Berjalan waktu, bayangan kemenangan dari rencana kudeta telah ada di depan mata. Situasi di pagi hari tanggal 1 Oktober 1965 itu, menjadi jam-jam genting yang sangat menentukan. 

Dalam hitungan jam, situasi berubah dengan cepat, para "Perwira Berpikiran Maju" itu tercekat, kalamengetahui Jenderal Nasution berhasil lolos dan bersama Mayjen Soeharto mulai mempersiapkan serangan balik.

"Ketika masuk berita, Nasution tidak kena dan melarikan diri, kelompok pimpinan menjadi terperanjat, kehilangan akal dan tidak berbuat apa-apa." jelas Brigjen Suparjo, dalam surat rahasianya yang diselundupkan ke penjara Laksamana Omar Dhani.

Dari markas Kostrad, Soeharto dan Nasution mengikuti perkembangan detik demi detik, sambil terus menyusun kekuatan untuk memukul balik kelompok G30S PKI.

Pasukan PKI Terpecah dan Membelot ke Soeharto 

Melihat dinamika yang tak stabil dari komunikasi para atasan PKI, malah merugikan seluruh pasukan yang bertugas.

Setelah mengetahui dari siaran radio pada pukul 14.00 siapa-siapa di balik gerakan itu, Suharto bergerak melancarkan operasi-operasi ofensif. 

Seperti diketahui, pasukan penyokong G30S PKI yang masuk ke Ibu Kota Jakarta saat itu adalah batalyon 530 dari Jawa Timur dan 454 dari Jawa Tengah.

Pasukan-pasukan ini, dalam kesaksian yang ditulis Suparjo, kondisi mereka malah kelaparan karena tidak mendapatkan pasokan makanan. Akibat kacaunya kordinasi pimpinan operasi militer G30S PKI.

"Semua kemacetan gerakan pasukan disebabkan diantaranya tidak makan. Mereka tidak makan semenjak pagi, siang dan malam, hal ini baru diketahui pada malam hari ketika ada gagasan untuk dikerahkan menyerbu ke dalam kota. Pada waktu itu Batalyon Jateng berada di Halim. Batalyon dari Jatim sudah ditarik ke Kostrad dengan alasan makanan." ungkap Suparjo.

Terbitlah peluang pembelotan pasukan PKI ke Soeharto. Pasalnya, pada jam-jam genting itu, Soeharto malah membuka perundingan dengan pasukan dari Batalyon Jateng dan Jatim tersebut.

"Ia mengutus Mayjen Basuki Rachmat, yang kenal dengan beberapa komandan pasukan ini dari Jawa Timur, Mayjen Sobirin Mochtar, bekas komandan Batalyon 530, dan Kolonel Ali Murtopo." tulis Victor M. Fic dalam bukunya. 

Luar biasa, pengaruh pertemuan yang bersahabat dengan Kostrad ini, Batalyon 530 terpecah, dan pada pukul 16.00 banyak prajurit yang meninggalkan Medan Merdeka dan melapor ke Kostrad.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saudara-saudara mengawal Presiden,tetapi sebenarnya saudara-saudara dimanipulasi untuk melindungi sebuah kudeta yang dilakukan oleh Untung. Yang jelas, saudara-saudara mengawal istana yang kosong, karena Presiden sekarang berada di Halim, sebagai tawanan Untung.” kata Soeharto.

"Sekarang, jika saudara-saudara masih setia kepada revolusi dan sumpah prajurit, kumpulkan anak buah saudara dan kembali ke sini melapor pada saya. Jika tidak, saya terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap saudara-saudara.” tegas Soeharto yang secara tak langsung membujuk para pasukan.(buz/klw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin Jalanan Macet, Warga Usul Festival Ikan Bandeng Digelar di Lapangan

Bikin Jalanan Macet, Warga Usul Festival Ikan Bandeng Digelar di Lapangan

Acara Festival Ikan Bandeng yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memasuk hari terakhir pada Minggu (15/2/2026).
Gibran Tinjau Pembangunan Tol Semarang-Demak yang Juga Berfungsi sebagai Giant Sea Wall

Gibran Tinjau Pembangunan Tol Semarang-Demak yang Juga Berfungsi sebagai Giant Sea Wall

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026).
Baru Juga Gabung Ajax Amsterdam, Sifat Asli Maarten Paes Malah Dibongkar Orang Terdekatnya di Timnas Indonesia

Baru Juga Gabung Ajax Amsterdam, Sifat Asli Maarten Paes Malah Dibongkar Orang Terdekatnya di Timnas Indonesia

Orang terdekat bongkar sifat asli Maarten Paes di luar lapangan. Ternyata begini sifat kiper Timnas Indonesia itu.
Tak Ingin Mangkrak, Menpora Erick Thohir Siapkan Skema Baru Perawatan Fasilitas Atlet Disabilitas

Tak Ingin Mangkrak, Menpora Erick Thohir Siapkan Skema Baru Perawatan Fasilitas Atlet Disabilitas

Menpora Erick Thohir menegaskan pentingnya skema pembiayaan yang inovatif demi menjaga kualitas Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah
Tak Tahan Melihat Perselisihan Sule-Teddy Pardiyana, Nathalie Holscher Sindir Teddy yang Minta Warisan: Harga Diri Lu Kemana?

Tak Tahan Melihat Perselisihan Sule-Teddy Pardiyana, Nathalie Holscher Sindir Teddy yang Minta Warisan: Harga Diri Lu Kemana?

Teddy Pardiyana telah menggugat terhadap Sule atas penetapan hak waris mendiang Lina Jubaedah di Pengadilan. Melihat tingkahnya, Nathalie Holscher ikut geram
Minggu yang Suram, Megawati Hangestri Tergusur dari 6 Besar Top Skor Proliga 2026, Apakah Ini Penyebabnya?

Minggu yang Suram, Megawati Hangestri Tergusur dari 6 Besar Top Skor Proliga 2026, Apakah Ini Penyebabnya?

Update terbaru daftar top skor putri Proliga 2026 menghadirkan kejutan. Megawati Hangestri yang sebelumnya nyaman di jajaran elit kini harus turun ke posisi

Trending

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

John Herdman Blak-blakan Ungkap Sebercak Kutukan saat Menjabat Pelatih Timnas Indonesia, Apa Itu?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara blak-blakan mengakui bahwa menjadi juru taktik skuad Garuda ibarat pisau bermata dua.
Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, direktur Giorgio Chiellini, dan CEO Damien Comolli meluapkan amarah kepada wasit Federico La Penna yang mengartu merah Pierre Kalulu.
Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk Wasit Liga Italia Diminta Mundur usai Kontroversi di Laga Inter Milan Kontra Juventus, La Penna Dituntut Sanksi Berat

Penunjuk wasit Liga Italia diminta mundur seiring dengan kontroversi di laga Inter Milan melawan Juventus. Hal itu disampaikan Giorgio Chiellini dan jurnalis Alfredo Pedulla.
Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Maarten Paes Akhirnya Tersedia, Kevin Diks Hilang

Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Maarten Paes Akhirnya Tersedia, Kevin Diks Hilang

Para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di mancanegara kembali berkiprah pada Sabtu (14/2/2026) malam kemarin WIB hingga dini hari tadi WIB. Maarten Paes akhirnya tersedia untuk Ajax Amsterdam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT