News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Apes Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Ternyata Ini Alasan Dia Dibunuh

Fakta baru terungkap dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (34).
Selasa, 16 September 2025 - 16:38 WIB
Sempat 'Buron' oleh TNI, Dua Anggota Kopassus Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BRI
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Fakta baru terungkap dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (34).

Polisi menyebut korban dipilih secara acak lantaran para pelaku gagal mendapatkan kepala cabang bank yang bisa diajak kerja sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan pemilihan korban berawal dari tersangka utama berinisial DH yang mencari sosok kepala cabang bank.

Wira mengungkap, hanya dengan bermodalkan kartu nama, di situlah nasib apes MIH dimulai. MIH mulai diincar dan dibuntuti oleh para tersangka.

Konferensi pers kasus penculikan-pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Selasa (16/9/2025)
Konferensi pers kasus penculikan-pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Selasa (16/9/2025)
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

 

“Kenapa kacab ini dipilih? karena berdasarkan keterangan dari saudara DH ini merupakan salah satu orang yang dicari. Dia (DH) juga minta kepada temannya kira-kira apakah ada kenalan kacab bank, dan temannya hanya memberikan kartu nama. Sehingga dari situ dilakukan pembuntutan,” ujar Wira di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).

Wira menambahkan, penyidik masih mendalami bagaimana para pelaku bisa mengetahui adanya rekening dormant yang menjadi motif kejahatan.

“Dari mana tersangka tahu ini ada rekening dormant? Kami baru bisa menjawab nanti jika yang satunya lagi (DPO) bisa kami amankan. Dan sejauh ini yang bersangkutan mengaku baru melakukan sekali,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menegaskan bahwa korban dipilih bukan karena faktor pribadi, melainkan semata-mata acak berdasarkan data di lapangan.

“Berdasarkan hasil penyidikan kami, sebelum adanya rencana penculikan terhadap korban, para pelaku dalam hal ini K alias C mengajak DH untuk mencari kepala cabang bank yang bisa diajak kerja sama. Namun setelah satu bulan lebih tidak berhasil, orang-orang K di lapangan akhirnya mendapatkan kartu nama korban,” jelas Abdul Rahim.

Ia menuturkan, setelah kartu nama tersebut diberikan kepada DH, para pelaku melakukan pencarian hingga akhirnya membuntuti korban dari kantor BRI.

“Awalnya mereka mencari rumah korban tapi gagal karena alamat tidak lengkap. Akhirnya mereka menunggu di kantor korban, bahkan sejak tengah malam tim sudah menunggu di depan kantor hingga akhirnya mengikuti pergerakan korban,” tambahnya.

Polisi menegaskan, proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap peran pelaku lain yang masih buron serta motif detail di balik pengetahuan mereka soal rekening dormant.

Dua opsi yang disiapkan pelaku

Perlu diketahui juga, sejatinya para tersangka menyiapkan dua opsi yang dirumuskan sebagai jalan untuk mendapatkan otoritas supaya pemindahan dana dari rekening dormant bisa terlaksana.

Opsi pertama: melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan, lalu korban dilepaskan setelah tujuan tercapai.

Opsi kedua: melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan/atau ancaman kekerasan; jika berhasil, korban akan dihilangkan atau dibunuh.

Kombes Wira mengatakan opsi pertama yang “memaksa lalu melepaskan” akhirnya dipilih dalam perencanaan awal. 

Namun, jalannya peristiwa di lapangan berujung pada tindakan kekerasan berat yang menyebabkan kematian korban. 

Sementara penyidik masih terus mendalami siapa mengambil keputusan akhir di saat eksekusi berlangsung. (rpi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Bola: Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir, Pemain Berdarah Depok Jadi Top Skor di Eropa, Eks Timnas Belanda Dinaturalisasi untuk Piala AFF?

Terpopuler Bola: Presiden FIFA Bertemu Erick Thohir, Pemain Berdarah Depok Jadi Top Skor di Eropa, Eks Timnas Belanda Dinaturalisasi untuk Piala AFF?

3 kabar terpopuler seputar Bola hari ini: FIFA Bertemu PSSI opsi naturalisasi kilat muncul jelang Piala AFF 2026, hingga striker berdarah Depok bersinar di Eropa tapi luput dari radar pelatih Timnas Indonesia.
Dzulhijjah Semakin Dekat, Bolehkah Puasa Arafah Meski Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Hukumnya

Dzulhijjah Semakin Dekat, Bolehkah Puasa Arafah Meski Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Hukumnya

Sebentar lagi masuk bulan Dzulhijjah, umat Muslim pun kini mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, salah satunya melakukan puasa sunnah
Kisah Jumhur Hidayat, Bela Rakyat Sampai Dipenjara Hingga Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Kisah Jumhur Hidayat, Bela Rakyat Sampai Dipenjara Hingga Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Jumhur Hidayat kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Sontak sebagian publik menyoroti hingga membahas soal background Jumhur Hidayat, yang dahulu
Gerak Cepat, TASPEN Salurkan Santunan Rp283 Juta ke Keluarga Guru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Gerak Cepat, TASPEN Salurkan Santunan Rp283 Juta ke Keluarga Guru Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

TASPEN menyalurkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT) dengan total Rp283.227.000 kepada ahli waris korban.
Terkendala Budget Minim AC Milan, Mimpi Allegri Reuni dengan Eks Anak Asuh di Juventus Terancam Bertepuk Sebelah Tangan

Terkendala Budget Minim AC Milan, Mimpi Allegri Reuni dengan Eks Anak Asuh di Juventus Terancam Bertepuk Sebelah Tangan

AC Milan susun rencana meningkatkan kedalaman skuad jelang kembali tampil di kompetisi Eropa. Salah satu fokus utama adalah menambah kualitas di lini tengah.
Polda Metro Jaya Ringkus Pasutri Jadi Marketing Judi Online di Jakarta Utara, Terancam Bui 6 Tahun

Polda Metro Jaya Ringkus Pasutri Jadi Marketing Judi Online di Jakarta Utara, Terancam Bui 6 Tahun

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus pasangan suami istri (pasutri) generasi Z yang terlibat dalam kasus tindak pidana judi online di sebuah apartemen wilayah Jakarta Utara.

Trending

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui

Pernyataan itu disampaikan Brian merespons isu penutupan sejumlah program studi yang dinilai tak sejalan dengan perkembangan industri.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Presiden FIFA Gianni Infantino Tiba-tiba Bertemu dengan Erick Thohir, Bahas Playoff Darurat Piala Dunia 2026 untuk Timnas Indonesia?

Pertemuan Gianni Infantino dan Erick Thohir di tengah isu playoff darurat Piala Dunia 2026 memunculkan sinyal baru, FIFA bahas masa depan Timnas Indonesia.
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Selengkapnya

Viral