Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Tembus 11,4 Juta, Naik 10 Persen! Malaysia dan Australia Jadi Penyumbang Terbesar
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com — Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Tanah Air pada periode Januari hingga September 2025 mencapai 11,43 juta kunjungan, naik 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kabar menggembirakan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025). Ia menjelaskan bahwa kenaikan ini menunjukkan semakin pulihnya kepercayaan wisatawan asing terhadap destinasi wisata di Indonesia.
“Kenaikan kunjungan turis asing ini juga memperlihatkan bahwa pemulihan sektor pariwisata berjalan konsisten pasca-pandemi dan semakin kompetitif di kawasan,” ujar Pudji.
Pengeluaran Wisatawan Naik, Hotel Semakin Ramai
BPS juga mencatat peningkatan pengeluaran wisatawan asing. Rata-rata belanja per kunjungan mencapai 1.297 dolar AS pada kuartal III 2025, naik dari 1.199 dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total pengeluaran tersebut, akomodasi menjadi pos terbesar dengan porsi 37,31 persen, diikuti oleh makanan dan minuman (19,4 persen), belanja dan suvenir (10,98 persen), serta hiburan (8,78 persen). Angka ini menandakan bahwa sektor perhotelan dan kuliner terus menjadi penopang utama pendapatan wisata di Indonesia.
Sementara itu, tingkat okupansi hotel berbintang di Indonesia pada September 2025 tercatat 50,16 persen. Beberapa provinsi bahkan mencatatkan tingkat hunian di atas rata-rata nasional, seperti Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur yang masing-masing berada di atas 53 persen.
Malaysia dan Australia Jadi Pasar Utama
Secara bulanan, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada September 2025 mencapai 1,39 juta orang, meningkat 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wisatawan asal Malaysia menempati posisi teratas dengan kontribusi 19,53 persen dari total kunjungan, disusul Australia (11,72 persen), dan Singapura (8,55 persen).
Tiga bandara internasional utama — Ngurah Rai di Bali, Soekarno-Hatta di Banten, dan Hang Nadim di Batam — menjadi pintu masuk favorit bagi wisatawan asing. Lonjakan penumpang di tiga bandara ini menunjukkan pergerakan yang stabil menuju akhir tahun.
Warga Indonesia Juga Makin Gemar Liburan ke Luar Negeri
Selain peningkatan wisatawan mancanegara, BPS mencatat pertumbuhan wisata outbound atau perjalanan warga Indonesia ke luar negeri.
Pada September 2025, tercatat 695,9 ribu perjalanan, naik 5,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Negara tujuan favorit masyarakat Indonesia masih didominasi oleh Malaysia (28,92 persen), Arab Saudi (18,77 persen), dan Singapura (13,09 persen).
Target 16 Juta Wisatawan
Pemerintah menargetkan kedatangan 14,6 hingga 16 juta wisatawan asing sepanjang tahun 2025. Dengan capaian hingga kuartal ketiga, optimisme tinggi bahwa target tersebut bisa tercapai, apalagi menjelang momentum libur akhir tahun.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga terus mendorong diversifikasi destinasi unggulan di luar Bali, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika, untuk menarik wisatawan mancanegara baru.
Dengan kinerja yang terus membaik dan dukungan infrastruktur yang semakin kuat, sektor pariwisata diyakini akan menjadi salah satu penggerak utama devisa negara di 2025, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara. (ant/nsp)
Load more