Seolah-olah Tidak Terjadi dan Tak Tahu Apa-Apa, Bripda Waldi Sempat Ucapkan Belasungkawa Usai Habisi Nyawa Dosen Cantik di Jambi: Enggak Nyangka Kami Ini
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Berkelakuan seolah-olah tidak terjadi dan tak tahu apa-apa, Bripda Waldi (22) ternyata sempat mengucapkan belasungkawa usai menghabisi nyawa seorang dosen cantik berinisial EY (37) di Jambi.
Hal ini diketahui dari sebuah tangkapan layar yang diunggah oleh akun TikTok An*s B*e yang diduga merupakan akun milik adik EY.
Dari tangkapan layar itu tampak adik korban memberitahu Bripda Waldi bahwa korban sudah meninggal.
Adik korban, saat itu, menduga kalau kakaknya merupakan korban perampokan hingga tewas lantaran mobil dan motornya raib.
Bripda Waldi pun membalas pesan itu dengan kalimat seolah-olah tak percaya lalu mengucapkan belasungkawa.
“Mbak EY enggak ada lagi bang. Maafin kesalahan Mbak EY ya bang,” kata adik korban.
“Maksudnya kakak?,” tanya Bripda Waldi.
“Dirampok bang. Mbak EY udah enggak ada bang. Aku jalan pulang sekarang,” jawab adik korban.
“Seriusan kakak. Innalillahiwainnailaihirojiun. Turut berduka cita kak. Enggak nyangka kami ini kak,” balas Bripda Waldi.
- Tangkapan layar
Terkait tangkapan layar ini, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono membenarkannya.
Dia menyebut pesan tersebut merupakan salah satu bukti kelicikan pelaku yang berusaha untuk mengaburkan kejadian.
Adapun kelicikan pelaku yang diungkap polisi adalah selain mobil Honda Jazz dan motor Honda PCX, pelaku juga membawa kabur emas hingga ponsel.
Ada dugaan pelaku berharap aksinya tidak diketahui, melainkan korban diketahui tewas dirampok.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menyebut pelaku ditangkap di Kabupaten Tebo oleh tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo pada Minggu (2/11/2025).
"Dari hasil penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan, dipastikan pelaku pembunuhan dan dugaan pemerkosaan terhadap korban merupakan anggota aktif. Saat ini pelaku telah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif," ujarnya.
Berdasarkan hasil autopsi di RSUD Hanafie Bungo, kata dia, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada wajah, kepala, bahu dan leher korban.
Selain itu, Natalena menyebut adanya indikasi kuat kekerasan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban.
Temuan tersebut, sambung dia, memperkuat dugaan bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh.
Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya.
Adapun motif pelaku melakukan hal keji tersebut diduga dipicu oleh masalah pribadi dan hubungan asmara antara keduanya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut.
Atas perbuatannya, Natalena menegaskan pelaku akan dikenakan sanksi pidana dan etik berat.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah EY. Polres Bungo berkomitmen menegakkan keadilan. Tidak ada yang kebal hukum siapa pun pelakunya,” pungkasnya. (ant/nsi)
Load more