News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seolah-olah Tidak Terjadi dan Tak Tahu Apa-Apa, Bripda Waldi Sempat Ucapkan Belasungkawa Usai Habisi Nyawa Dosen Cantik di Jambi: Enggak Nyangka Kami Ini

Bripda Waldi (22) ternyata sempat mengucapkan belasungkawa usai menghabisi nyawa seorang dosen cantik berinisial EY (37) di Jambi.
Rabu, 5 November 2025 - 08:37 WIB
Bripda Waldi dan dosen cantik berinisial EY di Jambi
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Berkelakuan seolah-olah tidak terjadi dan tak tahu apa-apa, Bripda Waldi (22) ternyata sempat mengucapkan belasungkawa usai menghabisi nyawa seorang dosen cantik berinisial EY (37) di Jambi.

Hal ini diketahui dari sebuah tangkapan layar yang diunggah oleh akun TikTok An*s B*e yang diduga merupakan akun milik adik EY.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari tangkapan layar itu tampak adik korban memberitahu Bripda Waldi bahwa korban sudah meninggal.

Adik korban, saat itu, menduga kalau kakaknya merupakan korban perampokan hingga tewas lantaran mobil dan motornya raib.

tvonenews

Bripda Waldi pun membalas pesan itu dengan kalimat seolah-olah tak percaya lalu mengucapkan belasungkawa.

“Mbak EY enggak ada lagi bang. Maafin kesalahan Mbak EY ya bang,” kata adik korban.

“Maksudnya kakak?,” tanya Bripda Waldi.

“Dirampok bang. Mbak EY udah enggak ada bang. Aku jalan pulang sekarang,” jawab adik korban.

“Seriusan kakak. Innalillahiwainnailaihirojiun. Turut berduka cita kak. Enggak nyangka kami ini kak,” balas Bripda Waldi.

Bripda Waldi dan dosen cantik berinisial EY di Jambi
Bripda Waldi dan dosen cantik berinisial EY di Jambi
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Terkait tangkapan layar ini, Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono membenarkannya.

Dia menyebut pesan tersebut merupakan salah satu bukti kelicikan pelaku yang berusaha untuk mengaburkan kejadian.

Adapun kelicikan pelaku yang diungkap polisi adalah selain mobil Honda Jazz dan motor Honda PCX, pelaku juga membawa kabur emas hingga ponsel.

Ada dugaan pelaku berharap aksinya tidak diketahui, melainkan korban diketahui tewas dirampok.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menyebut pelaku ditangkap di Kabupaten Tebo oleh tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo pada Minggu (2/11/2025).

"Dari hasil penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan, dipastikan pelaku pembunuhan dan dugaan pemerkosaan terhadap korban merupakan anggota aktif. Saat ini pelaku telah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif," ujarnya.

Berdasarkan hasil autopsi di RSUD Hanafie Bungo, kata dia, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada wajah, kepala, bahu dan leher korban.

Selain itu, Natalena menyebut adanya indikasi kuat kekerasan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban.

Temuan tersebut, sambung dia, memperkuat dugaan bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya.

Adapun motif pelaku melakukan hal keji tersebut diduga dipicu oleh masalah pribadi dan hubungan asmara antara keduanya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas perbuatannya, Natalena menegaskan pelaku akan dikenakan sanksi pidana dan etik berat.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah EY. Polres Bungo berkomitmen menegakkan keadilan. Tidak ada yang kebal hukum siapa pun pelakunya,” pungkasnya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Pedro Acosta memilih menghabiskan waktu di Indonesia setelah menyelesaikan MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang.
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar berbasis etanol dengan campuran hingga 50 persen (E50).
Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Teuku Razzaa Fachrezzi Aziz mengakhiri karier sepak bola profesional pada usia 22 tahun setelah meninggalkan Arema FC dan memilih menekuni cabang olahraga lain.
Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson memperkenalkan Sprint 440, motor cruiser bermesin 440 cc dengan tenaga 27 dk dan torsi 38 Nm yang dibanderol sekitar Rp121 juta di Inggris.
Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Rider Gresini Racing, Alex Marquez, mengumumkan bahwa ia akan mundur dari MotoGP Qatar 2026 yang berlangsung akhir pekan ini.
Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral