News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cemburu Buta Jadi Pemicu Alex Iskandar Tega Culik dan Habisi Nyawa Alvaro Kiano

Polisi mengungkap motif ayah tiri Alvaro Kiano, Alex Iskandar tega menculik dan membunuh Alvaro hingga jasadnya ditemukan tinggal kerangka di sekitar kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Selasa, 25 November 2025 - 02:35 WIB
Kolase Alvaro Kiano Nugroho.
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap motif ayah tiri Alvaro Kiano, Alex Iskandar tega menculik dan membunuh Alvaro hingga jasadnya ditemukan tinggal kerangka di sekitar kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menerangkan, pelaku memiliki motif dendam pribadi terhadap istrinya, yaitu ibu Alvaro Kiano.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Adapun motifnya, yaitu dari komunikasi yang ada, ada motif dendam pribadi dengan istrinya,” kata Ardian, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Kemudian, Ardian mengatakan, saat pelaku melancarkan aksinya, ibu korban (istrinya) tengah bekerja di luar negeri. Saat itu pelaku menduga bahwa istrinya melakukan perselingkuhan. Hal itu yang menjadi alasan pelaku membunuh Alvaro.

“Jadi, istri tersangka ini bekerja di luar negeri. Nah, akibat bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu, muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya. Nah, di situ ada motif tersendiri terhadap si tersangka ini untuk melakukan pembunuhan itu terhadap anak. Karena anak ini adalah anak tiri dari tersangka,” terang Ardian.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto juga menuturkan bahwa pelaku menduga, sang istri memiliki pria idaman lain.

“Jadi motifnya sudah ada dorongan dan terakumulasi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” tutur Bhudi.

Bahkan hal ini juga diperkuat dari hasil pecakapan digital pelaku. Penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku. 

“Dari handphone yang diamankan, tefuga setelah terang-terangan menuliskan kalimat, 'gimana caranya gue balas dendam'. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ditujukan ke pihak tertentu. Hal ini diakui oleh tersangka yang melakukan penculikan terhadap ananda AKN, sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, kecamatan pesanggrahan Jakarta Selatan. Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” beber Bhudi.

Sebelumnya, Nenek Alvaro Kiano, Sayem (53) mengungkap kronologi awal mula dugaan penculikan cucunya, Alvaro Kiano yang hilang sejak Maret 2025, dan ditemukan meninggal dunia tinggal kerangka di sekitar kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Awalnya Sayem menyebutkan bahwa Alvaro awalnya dijemput oleh terduga pelaku dan dijanjikan beli mainan di sekitar Masjid Jami Al-Muflihun. Kemudian Alvaro terus menangis sehingga diduga membuat terduga pelaku kesal dan mulutnya disumbat menggunakan handuk.

“Terus Alvaro itu sore, nangis terus diem-diem nyari bapaknya. Kan kalau manggil kakeknya, bapak. Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dibekap pakai handuk mulutnya,” kata Sayem, saat ditemui, Senin (24/11).

Kemudian, Sayem menerangkan, setelah itu Alvaro sudah tidak bernyawa dan terduga pelaku membawanya ke rumah adiknya di Bogor, dengan menyuruh orang lain.

“Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh gak sengaja “oh gitu ternyata udah gak ada” katanya. Terus dibawa, dititipin di adeknya di daerah Bogor, katanya. Iya (Dalam keadaan sudah tidak ada),” ucap Sayem.

“Tapi itu pun juga nyuruh orang, gak dia (terduga pelaku) sendiri. Takut ketahuan apa-apa. Terus nanti adeknya sih kena, katanya. Soalnya dititipin, mayat kok mau,” sambungnya.

Setelah mayat dititipkan ke adik terduga pelaku, tetangga sekitar rumah menyadari soal adanya bau busuk. Namun adik terduga pelaku mengatakan bahwa itu merupakan bau bangkai anjing.

“Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, “ini kok udah bau apaan?”, katanya. “Ini mah bangkai anjing”, katanya (adik teruga pelaku). Iya (padahal itu Alvaro),” tutur Sayem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya usai adanya tetangga yang menyadari, korban langsung diikat di plastik dan dibawa serta diikat di pohon yang terletak di pinggir kali.

“Enggak (dikubur). Disimpan di plastik. Tapi begitu udah ini (kecium bau busuk, diganti lagi sama dia. Soalnya sidik jarinya kan udah ada sih. Itu nyuruh orang dulu. Baru dia ganti pakai kaos tangan, katanya Jadi itu udah diplastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon, kan gak kanyut,” terang Sayem. (ars/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 SPPG di DIY Disuspend Imbas Insiden Keracunan Berulang

3 SPPG di DIY Disuspend Imbas Insiden Keracunan Berulang

Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah DI Yogyakarta disuspend menyusul terjadinya insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berulang. 
Polri Diyakini Jalankan Intruksi Presiden Soal Penindakan Pelaku Karhutla

Polri Diyakini Jalankan Intruksi Presiden Soal Penindakan Pelaku Karhutla

Polri diyakini dapat menjalankan intruksi dari Presiden RI, Prabowo Subianto terkait penindakan pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Viral, Guru SD Indonesia Koreksi Nilai Pakai SpongeBob, Aksinya Viral hingga 9GAG

Viral, Guru SD Indonesia Koreksi Nilai Pakai SpongeBob, Aksinya Viral hingga 9GAG

Kreativitas guru SD asal Indonesia saat mengoreksi ujian menggunakan karakter SpongeBob viral hingga @9gag. Cara unik ini dipuji netizen.
Abah Setu Minta Maaf Usai Videonya Tuai Protes, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Abah Setu Minta Maaf Usai Videonya Tuai Protes, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Pada Kamis (10/9), Polres Metro Bekasi mengadakan agenda mediasi untuk mengklarifikasi kontroversi yang bersumber dari ucapan Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, KH. Asep Setiawan atau yang akrab disapa Abah Setu. 
Gus Kikin Dapat Dukungan Susun PBNU Tuju Profesionalitas dan Egaliter

Gus Kikin Dapat Dukungan Susun PBNU Tuju Profesionalitas dan Egaliter

Dinamika penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca-Muktamar memerlukan pendekatan kepemimpinan yang matang, berbasis kapasitas, serta terbebas dari simplifikasi narasi politik.
Viral Turis Asing Main Skateboard di Tengah Jalan Mandalika, Ternyata Begini Alasannya

Viral Turis Asing Main Skateboard di Tengah Jalan Mandalika, Ternyata Begini Alasannya

Aksi WNA dan komunitas skateboard bermain di jalan kawasan Mandalika viral di media sosial. Pengelola kini mengkaji lokasi yang aman dan sesuai aturan

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Selama Tujuh Jam, KPK Geledah Dua Kantor di Pemkab Muara Enim

Selama Tujuh Jam, KPK Geledah Dua Kantor di Pemkab Muara Enim

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, setidaknya ada dua titik lokasi yang dilakukan penggeledahan oleh tim penyidik KPK, yakni ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Muara Enim dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim.
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 September 2026: Sagitarius Panen Peluang Baru

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 September 2026: Sagitarius Panen Peluang Baru

Memasuki 11 September 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki prospek karier yang lebih menjanjikan. Siapa saja yang bakal bersinar di tempat kerja besok?
Selengkapnya

Viral