News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Zulhas Sebut Swasembada Pangan Penentu Kedaulatan: Sepertiga Masalah Bangsa Bisa Selesai

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah fondasi utama kedaulatan negara.
Senin, 8 Desember 2025 - 14:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah fondasi utama kedaulatan negara.

Ia menyebut swasembada bukan sekadar target produksi, melainkan penentu kehormatan bangsa sekaligus solusi besar bagi persoalan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada BIG Conference bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).

“Swasembada itu kedaulatan, tidak ada negara maju tanpa mandiri di bidang pangan, enggak mungkin. Swasembada kedaulatan itu kehormatan. Kalau kita berdaulat di bidang pangan maka sepertiga masalah kita bisa kita selesaikan. Karena yang miskin itu ya pertanian, petani. Nomor dua nelayan, nomor tiga peternakan,” ujar Zulhas.

Zulhas menyoroti beban berat yang dihadapi sektor pangan nasional yakni ongkos produksi yang jauh lebih mahal dibandingkan negara produsen lain.

Ia mengungkap biaya memproduksi satu kilogram beras di Indonesia mencapai sekitar Rp13.000—lebih dari tiga kali lipat biaya Vietnam yang hanya Rp4.000. Situasi yang sama terjadi pada komoditas gula.

“Thailand itu untuk memproduksi 1 Kg gula butuh Rp3.000. Kita untuk menghasilkan 1 Kg gula itu ongkosnya Rp13.000 sampai Rp15.000, jauh sekali. Enggak mungkin kita akan maju karena jauh sekali, sulit, oleh karena itu kita ketergantungan,” kata Zulhas.

Menurutnya, selama kesenjangan biaya produksi tidak ditangani, Indonesia akan terus terjebak dalam ketergantungan pada impor.

Untuk keluar dari jebakan impor, Zulhas menekankan pentingnya reformasi menyeluruh dalam sistem produksi pangan nasional. 

Terdapat tiga faktor krusial yang menurutnya harus dibenahi pemerintah yaitu ketersediaan pupuk, infrastruktur irigasi, dan kepastian harga bagi petani.

Ia menilai perbaikan yang dilakukan pemerintah sudah mulai membuahkan hasil signifikan, terutama pada komoditas beras.

Zulhas menyampaikan bahwa tahun ini produksi beras nasional meningkat tajam dan seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Alhamdulillah tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton, tahun ini impornya nol. Tahun lalu produksi kita 30 juta ton, tahun ini produksi kita 34,77 juta ton beras. Kalau tahun lalu kita impor 4,5 juta ton, tahun ini kita kelebihan stok 4,77 juta ton tahun ini,” pungkasnya. (agr/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengecek aktivitas para siswa di Sekolah Rakyat. Ia terkejut mereka kurang semangat saat respon sambutannya.
Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengecek aktivitas para siswa di Sekolah Rakyat. Ia terkejut mereka kurang semangat saat respon sambutannya.
Mangkir dari Pemeriksaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tersangka Pencabulan di Pati Kini Diburu Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tersangka Pencabulan di Pati Kini Diburu Polisi

Seorang pengasuh pondok pesantren berinisial A yang menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan melarikan diri saat hendak diperiksa oleh penyidik.
Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Bingkai Kota: Mengintip Keindahan Taman Piknik Cipinang Melayu

Hamparan hijau yang menenangkan mata tersaji di Taman Piknik Cipinang Melayu, yang berlokasi di Jalan Manunggal II, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026).
UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

UPT PPA Yogyakarta Terima 182 Aduan Kekerasan di Daycare Little Aresha, 130 Kasus Telah Jalani Asesmen

Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Yogyakarta mencatat telah menerima 182 aduan terkait dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan tempat penitipan anak Little Aresha. 
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Buat Petisi, Desak UGM Copot Jabatan Cahyaningrum Dewojati sebagai Dosen FIB

Sejumlah orang tua dari anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha melayangkan petisi yang ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Selengkapnya

Viral