News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Penipuan WO Ayu Puspita Resmi Diambil Alih Ditreskrimum Polda Metro, Posko Pengaduan Korban Dibuka

Polda Metro Jaya ambil alih kasus penipuan WO Ayu Puspita dan membuka posko pengaduan untuk puluhan korban yang dirugikan dalam dugaan penggelapan dana pernikahan.
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:04 WIB
Penipuan WO Ayu Puspita
Sumber :
  • YouTube/Cumicumi.com

Jakarta, tvOnenews.com — Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana oleh pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita memasuki babak baru. Polda Metro Jaya kini resmi mengambil alih pengusutan perkara yang telah menimbulkan keresahan luas di masyarakat tersebut. Puluhan calon pengantin diketahui menjadi korban setelah acara pernikahan yang dijanjikan tidak sesuai kesepakatan, bahkan banyak yang sama sekali tidak mendapatkan layanan yang telah dibayar lunas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa penyidikan kasus ini telah dipindahkan dari tingkat polres ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk penanganan yang lebih menyeluruh. “Iya betul, penanganan perkara tersebut ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk memastikan seluruh korban mendapatkan ruang pelaporan resmi, Polda Metro Jaya juga membuka posko pengaduan khusus. Posko ini disiapkan guna menampung laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh WO Ayu Puspita maupun PT Ayu Puspita Sejahtera yang dikelola pelaku.

Menurut Budi, posko tersebut akan memudahkan korban menghimpun laporan dan mempercepat proses pengusutan. “Kami mengimbau kepada masyarakat ataupun korban wedding organizer PT Ayu Puspita Sejahtera agar segera melapor ke pusat layanan yang sudah disiapkan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujarnya. Ia menegaskan, polisi berkomitmen mengusut secara transparan dan menerima seluruh keterangan dari para korban.

Peran Ayu Puspita dan Modus Penipuan

Ayu Puspita sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian terkait dugaan penipuan yang dilakukan terhadap para kliennya. Penangkapan dilakukan setelah sejumlah korban melaporkan kerugian besar karena layanan yang dijanjikan untuk acara pernikahan tidak terpenuhi meski pembayaran telah dilakukan bahkan sampai lunas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Sukahar menyebut Ayu berperan sebagai pengendali utama praktik penipuan tersebut. “A selaku pemilik, dia yang mengorganisir semuanya,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan empat orang lainnya, salah satunya berinisial D. D diduga berperan aktif membujuk para korban untuk menambah pembayaran uang muka atau down payment (DP). “D ini yang berperan aktif membujuk korban menambah jumlah DP,” jelas Onkoseno.

Modus penipuan yang dilakukan terbilang rapi. Sejumlah pasangan calon pengantin mengaku telah membayar penuh seluruh paket pernikahan yang dijanjikan. Namun saat hari pelaksanaan, pihak WO tidak menyediakan fasilitas sesuai kontrak, mulai dari dekorasi, rias pengantin, katering, hingga dokumentasi. Bahkan di beberapa kasus, sama sekali tidak ada persiapan yang dilakukan oleh WO tersebut.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Sebelum kasus ini dialihkan ke Polda Metro, Polres Metro Jakarta Utara mencatat setidaknya 87 orang telah melapor sebagai korban penipuan WO Ayu Puspita. Angka ini diduga masih bisa bertambah mengingat posko pengaduan baru saja dibuka dan masih banyak korban yang belum membuat laporan resmi.

“Yang laporan ke kami 87 orang, terjadi di berbagai tempat,” kata Onkoseno pada Senin (8/12/2025). Saat itu, pihak kepolisian telah mengamankan lima orang, yakni Ayu Puspita (AP), HE, BDP, DHP, dan RR.

Perkara ini bermula dari keluhan para korban yang merasa dikecewakan setelah pelayanan WO yang mereka gunakan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa korban bahkan mengaku terpaksa menggelar acara secara darurat karena WO tidak hadir di lokasi acara.

Polda Metro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Dengan pengalihan penanganan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, proses penyidikan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan komprehensif. Kombes Pol Budi Hermanto menekankan bahwa pihaknya akan mendalami seluruh alur transaksi, aliran dana, hingga peran para tersangka.

“Insya Allah Polda Metro Jaya komitmen dalam transparansi penegakan hukum. Kami akan mengedepankan informasi dan menerima semua keterangan yang disampaikan para korban,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembukaan posko pengaduan menjadi langkah awal penyidik untuk menginventarisasi jumlah pasti korban, besaran kerugian, serta memastikan seluruh laporan mendapat tindak lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang pernah menggunakan jasa WO Ayu Puspita dan merasa dirugikan agar tidak ragu melapor.

Dengan banyaknya laporan dan skala kerugian yang dialami para korban, kasus WO Ayu Puspita kini menjadi salah satu perkara penipuan terbesar yang melibatkan penyelenggara acara di Jakarta. Polda Metro Jaya memastikan akan menuntaskan penyidikan dan membawa para pelaku ke proses hukum sesuai aturan yang berlaku. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Jasa Raharja Terbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Jasa Raharja Terbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan

Kecelakaan antara KRL Coomuter Line dengan KA Argo Bromo yang terjadi di Bekasi Timur menjadi perhatian seksama usai belasan orang meninngal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Perjuangkan Nasib Gaji Ribuan Honorer Jabar, Dedi Mulyadi Ungkap Masih Tunggu Kejelasan MenPAN-RB: Belum Dijawab

Perjuangkan Nasib Gaji Ribuan Honorer Jabar, Dedi Mulyadi Ungkap Masih Tunggu Kejelasan MenPAN-RB: Belum Dijawab

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengaku masih belum direspon MenPAN-RB dalam menyikapi tunggakan gaji 3.823 tenaga honorer di Jabar sejak Maret 2026.
Buntut Tragedi Kereta Bekasi Timur, Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM di Bekasi, Ada Temuan Mengejutkan?

Buntut Tragedi Kereta Bekasi Timur, Kemenhub Sidak Pool Taksi Green SM di Bekasi, Ada Temuan Mengejutkan?

Pool taksi Green SM (Xanh SM) di Bekasi mendadak didatangi tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan pada Selasa (28/4) malam. 
Jasaraharja Putera Jamin Biaya Perawatan Medis Korban Luka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jasaraharja Putera Jamin Biaya Perawatan Medis Korban Luka Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Peristiwa kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4/2026) di Bekasi Timur menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Gila! Paris Saint-Germain Vs Bayern Munich Berakhir Penuh Drama di Semifinal Liga Champions

Gila! Paris Saint-Germain Vs Bayern Munich Berakhir Penuh Drama di Semifinal Liga Champions

Juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) tampil menggila saat menumbangkan Bayern Munich dengan skor 5-4 dalam leg pertama semifinal Liga Champions UEFA, Rabu (29/4/2026).
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.

Trending

Dedi Mulyadi Temui Putra Korban Kecelakaan KRL: Saya Sekolahkan Sampai Jadi Orang Hebat

Dedi Mulyadi Temui Putra Korban Kecelakaan KRL: Saya Sekolahkan Sampai Jadi Orang Hebat

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui putra korban kecelakaan KRL, tawarkan jadi anak asuh dan janji sekolahkan hingga dewasa. Momen haru ini tuai simpati publik luas.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) meminta pembangunan flyover dipercepat. Hal ini sikap atas tragedi kecelakaan kereta api (KA)-KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Hanya Berselang Sehari, Terjadi Lagi Kecelakaan Kereta Api: KA Dhoho Tabrak Truk Pasir di Perlintasan Blitar  ​​​​​​​

Hanya Berselang Sehari, Terjadi Lagi Kecelakaan Kereta Api: KA Dhoho Tabrak Truk Pasir di Perlintasan Blitar ​​​​​​​

Rentetan kecelakaan kereta api kembali menyita perhatian publik. Hanya berselang satu hari setelah tragedi maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur ...
Dedi Mulyadi Menahan Sedih, Dengarkan Perjuangan Suami Cari Istri dari Stasiun Bekasi Timur hingga Kamar Jenazah

Dedi Mulyadi Menahan Sedih, Dengarkan Perjuangan Suami Cari Istri dari Stasiun Bekasi Timur hingga Kamar Jenazah

​​​​​​​Dedi Mulyadi menahan sedih saat dengar kisah suami korban KRL yang mencari istrinya dari Stasiun Bekasi Timur hingga kamar jenazah, berujung duka mendalam.
Selengkapnya

Viral