Buntut Mobil MBG Seruduk Siswa SDN 01 Kalibaru, Pemprov DKI Diminta Larang Kendaraan Masuk Sekolah: Ini Bukan Sekadar Human Error
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, memicu sorotan tajam terkait standar keamanan di lingkungan pendidikan.
Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera memberlakukan Zona Aman Sekolah (ZAS) secara ketat.
Agung menegaskan bahwa aturan ZAS harus melarang kendaraan bermotor memasuki halaman sekolah pada waktu-waktu krusial, yakni saat jam kedatangan, istirahat, dan kepulangan siswa.
Menurutnya, peristiwa di Cilincing menjadi peringatan keras bahwa perlindungan terhadap siswa masih lemah.
"Jika sekolah tidak aman, seluruh agenda pendidikan kita kehilangan landasannya," tegas Agung di Jakarta, Kamis.
Ia menilai kejadian tersebut tidak bisa disederhanakan hanya sebagai kelalaian pengemudi semata, melainkan indikasi adanya masalah sistemik dalam pengamanan lingkungan sekolah di Ibu Kota.
"Ini bukan sekadar human error. Ini bukti bahwa sekolah-sekolah di Jakarta sedang menghadapi krisis keamanan yang serius," ujarnya.
Agung menyoroti lemahnya pengawasan terhadap mobilitas kendaraan logistik yang masuk ke area aktivitas siswa tanpa protokol ketat.
Oleh karena itu, ia merekomendasikan sejumlah langkah konkret selain penerapan ZAS.
Langkah tersebut meliputi audit keselamatan menyeluruh yang hasilnya dibuka ke publik, serta penataan ulang jalur kendaraan agar terpisah dari area kegiatan murid.
Selain itu, ia menekankan pentingnya standar kompetensi bagi pengemudi yang bertugas di lingkungan pemerintahan.
"Diperlukan juga penataan ulang jalur kendaraan agar sepenuhnya terpisah dari area kegiatan siswa dan SOP kegiatan luar ruang yang wajib diterapkan di seluruh sekolah," ujar Agung.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan keprihatinannya atas musibah tersebut.
Ia menyebut kecelakaan itu sangat tidak terduga karena pagar sekolah dalam keadaan tertutup rapat sebelum mobil tiba-tiba menerobos masuk dan menabrak kerumunan siswa yang sedang melakukan kegiatan literasi.
Merespons kejadian ini, Pramono langsung menyambangi para korban yang dirawat di RS Koja untuk memberikan dukungan moril.
Ia juga memastikan pemerintah hadir untuk menanggung seluruh beban biaya pengobatan korban.
Load more