Teka-teki Kematian 3 Orang Sekeluarga di Tanjung Priok, Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Penemuan tiga orang sekeluarga tewas di dalam rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menyisakan misteri. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban yang ditemukan dalam kondisi tidak wajar.
Penemuan mayat sekeluarga itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Warakas, Tanjung Priok, pada Jumat (2/1/2026) pagi. Selain tiga korban meninggal, satu anggota keluarga lainnya ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketiga korban tewas ditemukan tergeletak di dalam rumah dengan kondisi mulut berbusa, serta kulit tubuh ruam dan melepuh.
Identitas Korban
Tiga korban yang meninggal dunia diketahui merupakan seorang ibu dan dua anaknya. Hal itu disampaikan anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, Zen.
“Jadi ibu ini punya anak empat, yang meninggal anak paling tua, sama bungsu,” ujar Zen, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Sedangkan dua anak lainnya selamat. Salah satu anak laki-laki baru pulang bekerja saat kejadian, sementara satu anak perempuan mengalami syok.
“Dua ini tengah-tengah, cowo yang pulang kerja yang menemukan kondisi keluarganya, Daf. Satu Sofie syok,” ucap Zen.
Kronologi Penemuan
Penemuan jasad ibu dan dua anaknya bermula saat salah satu anak korban pulang dari bekerja dan membuka pintu rumah.
“Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa... ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso.
Anak korban yang panik kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Dugaan Keracunan
Warga sekitar sempat menduga ketiga korban meninggal akibat keracunan. Ketua RT setempat langsung meminta bantuan medis setelah melihat kondisi para korban.
“Pak RT teriak ada keracunan, minta tolong panggil ambulans,” jelasnya.
Zen juga menambahkan bahwa ibu korban diketahui sebagai single parent.
“(Korban meninggal) Ibunya, anaknya perempuan dan anak paling bungsu,” jelasnya.
Kondisi Korban Selamat dan Jasad
Satu anak korban yang selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Yang dirawat saat ini masih dalam penanganan medis oleh kedokteran. Masih menunggu hasil-hasil laboratorium dan lainnya,” ujar Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji di lokasi kejadian, Jumat (2/1).
Sementara itu, ketiga korban meninggal ditemukan dengan kondisi tubuh melepuh.
“Secara kasatmata, ada (kondisi tubuh melepuh). Di sekitar tubuh saja,” ujar Iptu Seno Adji.
Namun, polisi belum dapat memastikan penyebab munculnya luka melepuh tersebut.
Polisi Periksa Enam Saksi
Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab kematian ketiga korban yang diduga keracunan. Sebanyak enam orang saksi telah dimintai keterangan.
“Dua orang (anak korban) lagi yang memang satu rumah, namun pada saat kejadian yang satu dari keterangan awal baru saja pulang dari bekerja, dan satunya juga berada di rumah tersebut. Dua orang saat ini juga sedang kami mintai keterangan,” kata AKBP Onkoseno.
Selain itu, polisi juga memeriksa empat tetangga korban.
“Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya,” tuturnya.
Kasus penemuan mayat sekeluarga di Tanjung Priok ini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Polisi menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban. (nba)
Load more