Al Ressa Ngaku Anak Kandung Denada, Kini Bekerja sebagai Pramusaji dan Hidup Jauh dari Dunia Hiburan
- tvOne - Happy Oktavia
Jakarta, tvOnenews.com - Pengakuan mengejutkan datang dari seorang pemuda bernama Al Ressa Rizky Rossano (24). Di tengah sorotan publik terhadap kehidupan para selebritas Tanah Air, Ressa mengaku sebagai anak kandung penyanyi dan penari Denada Tambunan. Pengakuan tersebut disampaikan Ressa di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (8/1/2026), dan langsung menyita perhatian publik.
Berbeda dari kehidupan glamor yang identik dengan dunia hiburan, Ressa justru tumbuh dalam kondisi serba terbatas. Ia menyebut tidak pernah merasakan kehadiran Denada secara langsung dalam hidupnya, bahkan pada momen-momen penting seperti hari besar keagamaan.
“Saya tidak pernah bertemu meski Idul Fitri, tapi saya tahu dia ibu biologis saya karena saya mencari tahu sendiri,” ujar Ressa.
Mengaku Tak Pernah Bertemu Denada
Ressa mengungkapkan, selama hampir 24 tahun hidupnya, ia tidak pernah bertatap muka dengan Denada. Informasi mengenai siapa ibu kandungnya tidak ia dapatkan secara langsung sejak kecil, melainkan melalui proses pencarian pribadi yang panjang.
Pengakuan tersebut sekaligus membuka kisah masa kecil Ressa yang penuh keterbatasan. Ia menuturkan bahwa kehidupannya jauh dari kata layak, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Ya begitu saya adanya itu, makan sehari satu kali pernah dan memang saya tinggalnya di kamar yang memang sebelumnya itu gudang,” ungkapnya jujur.
Pernyataan itu menggambarkan kontras yang tajam antara realitas hidup Ressa dan citra Denada sebagai figur publik yang telah lama malang melintang di industri hiburan Indonesia.
Tak Pernah Terima Nafkah
Ressa juga mengaku tidak pernah menerima nafkah dari Denada sejak kecil hingga kini. Ia menyebut, selama bertahun-tahun menjalani hidup, semua kebutuhan dipenuhi secara mandiri dan dengan bantuan lingkungan sekitarnya.
Kondisi ekonomi yang sulit membuat Ressa harus mengubur banyak mimpi, termasuk keinginannya untuk menempuh pendidikan tinggi secara layak. Ia mengungkapkan sempat dijanjikan akan melanjutkan kuliah ke Jakarta, namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi.
“Sempat kuliah sampai semester 4 tapi DO, nggak kuat bayar,” katanya.
Ressa diketahui sempat mengenyam pendidikan di salah satu universitas swasta di Banyuwangi. Namun, keterbatasan biaya memaksanya berhenti sebelum menyelesaikan studi.
Load more