DPR: Reformasi Polri Harus Fokus pada Perubahan Kultur dan Penguatan Propam
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka menilai reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat ini tidak lagi perlu menitikberatkan pada perombakan struktur organisasi.
Menurutnya, pembenahan seharusnya difokuskan pada perubahan kultur serta penguatan pengawasan internal.
Martin menilai, secara kelembagaan, struktur Polri sudah cukup lengkap, baik dari sisi pengawasan internal maupun eksternal.
Namun, ia menekankan pentingnya penguatan peran Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai penjaga integritas institusi.
“Saya melihat yang perlu digarisbawahi adalah soal kultur. Tapi ketika bicara kultur, saya menitikberatkan pada penguatan tugas dan kewenangan pengawasan internal, seperti Propam,” ujar Martin dikutip Minggu (11/1/2026).
- Antara
Ia menambahkan, lemahnya ketegasan Propam dalam menindak pelanggaran anggota Polri di daerah kerap membuat sejumlah kasus berkembang dan berdampak pada menurunnya kepercayaan publik.
Karena itu, politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mendorong adanya langkah dan formula baru untuk mengoptimalkan fungsi Propam agar pengawasan internal berjalan lebih efektif.
“Dengan Propam yang tegas menindak perilaku menyimpang anggota Polri, masyarakat akan kembali percaya kepada institusi Polri,” tegasnya. (rpi/rpi)
Load more