Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Pemetaan Talenta Seni Sejak Dini
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan pemetaan talenta seni yang terukur, objektif, dan berbasis data sebagai fondasi perumusan kebijakan kebudayaan nasional.
Upaya ini dinilai penting agar pengembangan sumber daya manusia kebudayaan tidak lagi bertumpu pada asumsi, melainkan pada potensi nyata setiap individu.
Dorongan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri rapat pembahasan pemetaan SDM kebudayaan dan manajemen talenta di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Fadli Zon menilai pendekatan Talent DNA berpotensi diterapkan secara nasional karena mampu mengidentifikasi bakat terpendam sejak dini sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam pembinaan seni dan budaya.
“Kalau ini menjadi program nasional, kita bisa mengetahui bakat terpendam siswa di seluruh Indonesia,” ujar Fadli.
Ia juga menekankan pentingnya menempatkan seni setara dengan bidang lain dalam pembangunan talenta nasional.
“Pemerintah berencana mengedepankan STEM ke depan. Itu bisa ditambahkan menjadi STEAM, dengan memasukkan arts di dalamnya,” tegasnya.
Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian menjelaskan bahwa pemetaan talenta seni tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Kementerian Kebudayaan enam bulan sebelumnya.
Pemetaan dilakukan melalui pengisian Talent DNA oleh siswa SMA Labschool Kebayoran, SMPN 1 Megamendung, dan SMAN 31 Jakarta.
“Objektif pengisian Talent DNA ini adalah memfasilitasi siswa untuk menggali minat, bakat, dan potensi talenta seni, kemudian melakukan seleksi untuk mengidentifikasi potensi seni yang paling menonjol sebagai dasar pembinaan lanjutan,” ujar Ary.
Ia menyebutkan, pemetaan Talent DNA mencakup enam bidang seni, yakni seni pertunjukan, seni rupa, desain, kriya, sastra, serta seni media, film, dan animasi. Pendekatan ini juga menelaah Drive Network Action setiap individu, yang mencerminkan motif, kecenderungan perilaku, dan cara berinteraksi dalam membentuk potensi talenta.
“Motif manusia itu berbeda-beda, cara bergaulnya juga berbeda. Dari situ kita bisa melihat kecenderungan potensi, termasuk siapa yang kuat di seni, matematika, fisika, riset, dan lainnya,” jelasnya.
Hasil pemetaan tersebut dipaparkan oleh Vice President ESQ Group Dwitya Agustina. Dari 870 siswa yang dipetakan, potensi seni dinilai tersebar relatif merata dengan keunggulan yang berbeda di setiap sekolah.
Load more