Ini Link Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Kisahkan Masa Kelamnya Jadi Korban Grooming
- Instagram @aurelie
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Aurelie Moeremans belakangan ini viral dan menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial.
Hal tersebut lantaran buku yang ditulisnya berjudul Broken Strings. Buku tersebut merupakan perjalanan kelam masa lalunya.
"Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban. Sudah dibaca puluhan ribu orang. Dan cerita yang sudah menyentuh banyak hati, gak bisa dihapus. Link ada di bio, bukunya gratis," tulis Aurelie di akun Instagramnya @aurelie.
Dalam bukunya, Aurelie menceritakan bagaimana dirinya yang pernah menjadi korban grooming pria dewasa.
Ia menuliskan sosok pria tersebut dengan nama Bobby. Netizen pun menduga bahwa sosok Bobby adalah aktir Roby Tremoti.
Aurelie dan Roby sendiri dikabarkan pernah menikah pada 2011 silam, yanh pada saat itu Aurelie masih berusia 18 tahun.
Untuk membaca buku Broken Strings, Aurelile membagikan link di akun Instagramnya. Berikut link buku Broken Strings Aurelie.
https://linktr.ee/aureliemoeremans?utm_source=linktree_profile_share<sid=9708c071-45ff-4278-ab32-9d8aa6a5d648
Sementara itu, Roby Tremonti menanggapi komentar netizen di Instagram dengan nada yang menantang.
Tak sedikit warganet yang merasa Roby seolah menikmati sorotan publik tersebut, terlebih setelah ia sempat membuka jasa endorse di tengah ramai perbincangan mengenai dirinya.
Roby tak menampik bahwa ia memang pernah menjalin hubungan dengan Aurelie Moeremans di masa lalu.
Ia juga menyebut bahwa selama 16 tahun terakhir dirinya memilih diam dan tidak pernah membalas berbagai cibiran atau perundungan yang diterimanya.
Namun, munculnya buku Broken Strings seolah menjadi pemantik baginya untuk akhirnya bersuara.
Dalam sebuah wawancara yang diunggah oleh kanal YouTube Starpro Indonesia, Roby menyinggung tentang alasan mengapa Aurelie menulis buku tersebut.
Ia menilai, motivasi di balik penulisan Broken Strings kemungkinan besar berkaitan dengan hal-hal personal seperti harga diri dan kehormatan.
“Saya tahu jawabannya, tapi kalau saya sebutkan bisa sangat ofensif. Intinya, mungkin soal harga diri, kehormatan, dan kredibilitas,” ujar Roby.
Ia juga menyinggung soal bagaimana Aurelie tidak ingin disebut sebagai “janda” dalam pandangan publik.
Load more