News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Lansia Korban Penganiayaan di Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinannya atas kasus meninggalnya seorang lansia akibat penganiayaan oleh pemuda di
Kamis, 15 Januari 2026 - 22:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

 

Jakarta, tvOnenews.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam sekaligus keprihatinannya atas kasus meninggalnya seorang lansia akibat penganiayaan oleh pemuda di Kota Bandung. Sebagai bentuk empati, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus tersebut sebelumnya viral di media sosial. Seorang lansia bernama Ade Dedi (62) tewas setelah dianiaya pemuda berinisial Dika Restu Wibowo alias DRW (21).

Peristiwa tragis itu terjadi di depan sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Penyileukan, Kota Bandung, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi KDM).
Sumber :
  • Antara

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan, insiden bermula ketika pelaku berbelanja di minimarket dan diduga mencoba mengambil barang tanpa membayar.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat pelaku berbelanja di Alfamart dengan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa menggunakan keranjang belanja,” ujar Kombes Hendra Rochmawan.

Aksi tersebut diketahui oleh pegawai minimarket yang kemudian menegur pelaku. Pada saat bersamaan, korban Ade Dedi yang berada di lokasi turut membantu menegur pelaku. Namun, niat baik korban justru berujung petaka.

Pelaku yang tidak terima kemudian terlibat cekcok dengan korban di depan minimarket hingga berujung penganiayaan. Akibat kekerasan tersebut, Ade Dedi meninggal dunia.

Kombes Hendra Rochmawan mengungkapkan, pelaku memukul korban pada bagian rahang hingga terjatuh. Tidak berhenti di situ, pelaku juga menginjak leher dan dada korban.

“Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh, menginjak bagian leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Ujung Berung dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun, nyawanya tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Menanggapi peristiwa tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan rasa prihatin yang mendalam. Hal itu disampaikannya melalui sebuah video di kanal YouTube pribadinya.

“Sebuah peristiwa yang memilukan, orang tua menegur anak muda yang dicurigai mencuri, kemudian cekcok dan dianiaya, yang pada akhirnya orang tua ini meninggal,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip tvOnenews.com, Kamis (15/1/2026).

Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi juga tampak berkomunikasi langsung dengan istri korban Wati serta anak korban. Wati mengungkapkan kekecewaannya karena banyak orang berada di sekitar lokasi kejadian, namun tidak ada yang memberikan pertolongan.

“Banyak orang, tapi kalau lihat di video gak ada orang yang nolongin,” ujar Wati.

Mendengar pernyataan itu, Dedi Mulyadi menanggapi dengan nada gusar.

“Di kita memang begitu,” ujar Dedi.

Dedi kemudian menanyakan terkait pembiayaan perawatan korban selama di rumah sakit.

“Yang menanggung biaya rumah sakit siapa?,” tanya Dedi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Istimewa

Anak perempuan korban menjelaskan bahwa keluarga sempat mendapatkan santunan dari pihak minimarket. Namun, pada awalnya biaya perawatan di RSUD Ujung Berung menggunakan jalur umum.

“Waktu pertama di RSUD itu karena harus umum pak, alhamdulillah kita ada bantuan santunan dari pihak toko tersebut sehingga bapak bisa masuk ICU,” ujar anak perempuan korban.

Ia juga mengungkapkan bahwa korban sempat dipulangkan ke rumah karena terkendala biaya operasi, meskipun kondisinya masih kritis. Warga sekitar kemudian berinisiatif membawa kembali Ade Dedi ke RSUD untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, setelah kembali dirawat, korban akhirnya meninggal dunia.

Pihak keluarga juga harus menanggung biaya deposit terlebih dahulu untuk tindakan operasi, meskipun kondisi korban sudah dalam keadaan darurat.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa seharusnya RSUD dapat langsung memberikan pelayanan karena biaya bisa ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan mekanisme pelaporan kejadian.

Namun, anak korban mengaku tidak mengetahui adanya layanan tersebut.

“Kita awam pak, jadi kita tak tahu soal yang begitu, jadi kita inisiatif untuk membawa pulang dulu bapak, semalam tinggal di rumah,” ujar anak perempuan korban.

Dedi Mulyadi tampak prihatin mendengar penjelasan tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi atas sikap Ade Dedi yang dinilainya telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya menyampaikan duka sebagai Gubernur Jawa Barat, saya mengucap terima kasih ada warga Jawa Barat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Dedi Mulyadi.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi juga menyampaikan akan memberikan bantuan tambahan untuk kebutuhan tahlilan keluarga korban sebesar Rp25 juta.

Selain bantuan awal yang disampaikan, Dedi Mulyadi juga memastikan akan menyalurkan bantuan tambahan untuk keluarga korban.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Ia menyebut akan mengirimkan dana sebesar Rp25 juta khusus untuk memenuhi kebutuhan istri Ade Dedi yang ditinggalkan.

Mendengar kabar bantuan tersebut, istri dan anak korban tak kuasa menahan emosi. Tangisan keduanya pecah saat berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi, disertai ungkapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berharap peristiwa penganiayaan yang menimpa Ade Dedi dapat menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian lingkungan sebagai upaya pencegahan tindak kekerasan serupa.

Dedi pun mengimbau agar aparatur kewilayahan di Jawa Barat, mulai dari kelurahan, RT hingga RW, lebih aktif melakukan pendataan terhadap orang-orang yang datang ke lingkungan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia meminta setiap tamu atau pendatang didata secara jelas terkait identitas, maksud, serta tujuan kedatangannya, demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Menurut Dedi Mulyadi, penguatan peran masyarakat di tingkat bawah menjadi kunci penting dalam mencegah potensi tindak kriminal sekaligus memperkuat rasa aman dan solidaritas sosial di tengah warga.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelindo Hadirkan Dashboard ACS, Transaksi Kepelabuhanan Kini Lebih Transparan dan Mudah

Pelindo Hadirkan Dashboard ACS, Transaksi Kepelabuhanan Kini Lebih Transparan dan Mudah

Pelindo memperkuat transparansi transaksi kepelabuhanan melalui Dashboard ACS. Simak fitur, manfaat, dan integrasi sistem pembayaran digital dengan Bank BRI dan Mandiri.
Bruno Fernandes Bicara soal Nasib Michael Carrick di Manchester United usai Tumbangkan AS Roma

Bruno Fernandes Bicara soal Nasib Michael Carrick di Manchester United usai Tumbangkan AS Roma

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, berbicara soal nasib Michael Carrick setelah kemenangan atas AS Roma. Menurutnya, ini bukanlah misi penyelamatan pekerjaan Carrick.
Aksi Ricuh Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Habib Bahar Alami Luka Akibat Lemparan

Aksi Ricuh Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Habib Bahar Alami Luka Akibat Lemparan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan Habib Bahar bin Smith mengalami luka akibat terkena lemparan saat sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa penolakan konser musisi Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam.
Ilia Topuria Umumkan Comeback ke UFC, Duel Panas Kontra Paddy Pimblett Menanti?

Ilia Topuria Umumkan Comeback ke UFC, Duel Panas Kontra Paddy Pimblett Menanti?

Ilia Topuria mulai memberikan sinyal kuat untuk kembali bertarung di UFC setelah cukup lama menepi dari Octagon. Comeback mantan juara kelas ringan tersebut.
Luruskan Potongan Video, Herri Pras Ungkap Alasan Pengurus Klaster Terlihat Mendukung Adi Paryanto

Luruskan Potongan Video, Herri Pras Ungkap Alasan Pengurus Klaster Terlihat Mendukung Adi Paryanto

Herri Pras luruskan potongan video pengurus klaster yang terlihat mendukung Adi Paryanto. Ia menjelaskan maksud sikap persuasif di balik video tersebut.
Fakta-Fakta Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo: Sosok "SU" Masih Diperiksa hingga Para Pengusaha Turut Disadap

Fakta-Fakta Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo: Sosok "SU" Masih Diperiksa hingga Para Pengusaha Turut Disadap

Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin mengatakan Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan terkait dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal. Inilah deretan fakta dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL hari ini 4 November 2026 rute Jakarta International Stadium (JIS)-Jakarta Kota tersedia dalam puluhan perjalanan. Cek di sini.
Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Ada belasan perjalanan yang tersedia. Simak sebelum berangkat. Inilah jadwal KRL rute Jakarta Kota-Nambo hari ini 4 November 2026.
Ponsel Pribadi Presiden Prabowo Disadap, Yusril: Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi

Ponsel Pribadi Presiden Prabowo Disadap, Yusril: Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi

Sejumlah institusi negara memang memiliki kewenangan untuk melakukan penyadapan dengan menggunakan perangkat khusus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selengkapnya

Viral