Prabowo Siapkan 10 Kampus Baru, Sejumlah Fokus Pendidikan Kedokteran dan Kerja Sama Luar Negeri
- BPMI Istana Negara
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden RI Prabowo Subianto berencana membangun 10 kampus baru di Indonesia, dengan sebagian di antaranya akan difokuskan pada bidang kedokteran dan kesehatan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis nasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional.
Rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie usai pertemuan dengan para guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2026).
Menurut Stella, pembangunan 10 kampus tersebut belum akan direalisasikan pada tahun ini, namun sudah menjadi agenda strategis yang dicetuskan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Belum ada untuk tahun ini, tetapi sudah dicetuskan oleh Bapak Presiden sepuluh kampus yang sebagian darinya akan dikhususkan untuk kampus medis atau kampus kedokteran. Tetapi berapa yang dari kampus kedokteran itu belum dipastikan. Dan juga sepuluh itu bukan tahun ini, agar jelas,” ujar Stella.
Fokus Perkuat Pendidikan Kedokteran
Pembangunan kampus baru dengan fokus kedokteran dinilai penting di tengah kebutuhan tenaga medis yang masih tinggi di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan. Pemerintah berharap keberadaan kampus kedokteran baru dapat memperluas akses pendidikan kesehatan serta meningkatkan pemerataan layanan medis nasional.
Selain mencetak dokter dan tenaga kesehatan baru, kampus-kampus tersebut juga diharapkan mampu menjadi pusat riset medis yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat Indonesia, mulai dari penyakit tropis hingga penguatan layanan kesehatan primer.
Meski demikian, pemerintah belum memastikan berapa jumlah kampus dari total 10 yang akan difokuskan khusus pada bidang kedokteran. Penentuan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan kajian lanjutan.
Gandeng Mitra Internasional
Tak hanya membangun infrastruktur pendidikan, Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam pengembangan kampus-kampus baru tersebut. Menurut Stella, sebagian dari 10 kampus itu akan menjalin kemitraan dengan institusi luar negeri, baik dalam pengembangan kurikulum, riset, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Tetapi ada sepuluh ini yang bekerja sama dengan asing,” ujar Stella.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan, memperkuat standar akademik, serta membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa lintas negara.
Load more