Dari Raja Kripto ke Terlapor: Fakta Timothy Ronald di Balik Kasus Dugaan Penipuan
- dok.tvonenews.com/ youtube niceguymo
Jakarta, tvOnenews.com — Nama influencer kripto Timothy Ronald semakin ramai diperbincangkan publik setelah dilaporkan terkait dugaan penipuan investasi trading aset digital. Laporan tersebut muncul setelah sejumlah korban mengaku mengalami kerugian besar usai mengikuti arahan investasi dari komunitas yang diasuh Timothy.
Salah satu korban bernama Younger mengaku mengalami kerugian hingga Rp3 miliar. Ia menyebut awal ketertarikannya pada dunia kripto bermula dari konten media sosial Timothy Ronald yang kerap menampilkan gaya hidup mewah dan kesuksesan dalam trading aset digital. Dari situ, Younger bergabung dengan komunitas edukasi Akademi Crypto yang dipimpin Timothy.
Namun, alih-alih meraih keuntungan seperti yang diharapkan, korban justru mengalami kerugian besar. Kasus ini kemudian menyedot perhatian publik dan membuat nama Timothy Ronald makin viral, terutama di media sosial.
Seiring mencuatnya laporan dugaan penipuan tersebut, latar belakang pribadi Timothy Ronald pun ikut menjadi sorotan. Publik mempertanyakan apakah figur yang dijuluki sebagai “raja kripto Indonesia” ini memang berasal dari keluarga konglomerat atau murni membangun kesuksesan dari kerja keras sendiri.
Bukan dari Keluarga Konglomerat
Timothy Ronald dikenal cukup tertutup soal identitas keluarganya. Ia tidak pernah mempublikasikan secara terbuka siapa orang tuanya. Namun, dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat tampil di podcast Deddy Corbuzier pada Juni 2025, Timothy menegaskan bahwa dirinya bukan berasal dari keluarga konglomerat.
Ia menyebut keluarganya hidup sederhana dan bukan pewaris bisnis besar. Pengakuan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa kesuksesan finansial yang kerap ia tampilkan di media sosial berasal dari kekayaan turun-temurun.
Ayah Wiraswasta di Bidang IT
Timothy Ronald juga mengungkap bahwa ayahnya bekerja sebagai wiraswasta di sektor teknologi informasi. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya tergolong kelas menengah dan berkecukupan, namun jauh dari gambaran keluarga pengusaha besar.
“Bokap gue bukan sulit, middle lah,” ucap Timothy dalam podcast yang tayang pada 17 Juni 2025.
Ia menekankan bahwa sejak remaja, dirinya memilih tidak bergantung secara finansial kepada orang tuanya meskipun kondisi ekonomi keluarga terbilang stabil.
Load more