Cuaca di Lokasi Dugaan Jatuh Pesawat ATR 42-500 Didominasi Hujan, Maros–Pangkep Diselimuti Mendung
- Istimewa
Maros, tvOnenews.com - Prakiraan cuaca di wilayah dugaan hilangnya pesawat ATR 42-500 pada Minggu (18/1/2026) menunjukkan kondisi kurang bersahabat. Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, diprediksi didominasi awan mendung dan hujan hampir sepanjang hari.
Seperti diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang menjalankan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Lokasi dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 berada di kawasan pegunungan Bulusaraung yang masuk wilayah Maros dan Pangkep.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per pukul 07.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur hampir seluruh wilayah Maros. Tingkat kelembapan udara tercatat sangat tinggi, berkisar antara 79 hingga 99 persen, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara merata.
Dari total 14 kecamatan yang dipantau BMKG, sebanyak 13 kecamatan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi. Kondisi cuaca ini berpotensi memengaruhi jarak pandang serta proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang masih berlangsung di kawasan pegunungan.
Waspada Hujan Sedang di Bantimurung dan Simbang
BMKG mengingatkan masyarakat dan tim di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan di Kecamatan Bantimurung dan Simbang. Kedua wilayah ini diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang, lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Maros.
Suhu udara di Bantimurung dan Simbang berada pada kisaran 23 hingga 27 derajat Celsius. Kelembapan udara juga cukup tinggi, yakni sekitar 97 hingga 98 persen, sehingga udara terasa lebih lembap dan dingin, terutama pada pagi hingga sore hari.
Prakiraan Cuaca Kabupaten Maros, Minggu 18 Januari 2026
Hujan Intensitas Sedang:
-
Bantimurung
-
Simbang
Hujan Ringan:
-
Camba
-
Cenrana
-
Tompobulu
-
Turikale
-
Mandai
-
Maros Baru
-
Bontoa
-
Tanralili
-
Marusu
-
Lau
-
Moncongloe
Berawan:
-
Mallawa
Wilayah Dataran Tinggi Lebih Dingin
Wilayah dataran tinggi seperti Camba, Cenrana, dan Tompobulu diprakirakan diguyur hujan ringan sepanjang hari. Suhu udara di kawasan ini tercatat paling rendah dibandingkan kecamatan lain, dengan suhu minimum mencapai sekitar 21 derajat Celsius di Camba dan Cenrana.
Khusus Kecamatan Cenrana, tingkat kelembapan udara diperkirakan mencapai hingga 99 persen. Kondisi ini berpotensi memunculkan kabut tipis di sela-sela hujan ringan, sehingga dapat mengurangi jarak pandang, terutama di jalur pegunungan yang menjadi area pencarian pesawat ATR 42-500.
Pusat Kota dan Wilayah Pesisir Diguyur Hujan Ringan
Sementara itu, wilayah pusat pemerintahan dan pesisir Kabupaten Maros diperkirakan mengalami hujan ringan yang merata. Kecamatan Turikale, Mandai, Maros Baru, Bontoa, Tanralili, Marusu, Lau, dan Moncongloe masuk dalam kategori ini.
Suhu udara di kawasan-kawasan tersebut relatif lebih hangat dibanding dataran tinggi, dengan kisaran 23 hingga 28 derajat Celsius. Meski demikian, tingkat kelembapan yang tinggi tetap membuat udara terasa basah sepanjang hari.
Mallawa Jadi Satu-satunya Wilayah Tanpa Hujan
Di tengah dominasi hujan di hampir seluruh wilayah Maros, Kecamatan Mallawa menjadi satu-satunya kawasan yang diprakirakan tidak diguyur hujan. BMKG memperkirakan cuaca di Mallawa hanya berawan, dengan suhu udara sekitar 22 hingga 25 derajat Celsius dan kelembapan 83 hingga 96 persen.
Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan cuaca, terutama di wilayah sekitar lokasi dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500. Kondisi hujan dan kelembapan tinggi berpotensi memengaruhi aktivitas luar ruang, termasuk operasi pencarian dan evakuasi yang masih terus berlangsung. (nsp)
Load more