Deretan Riwayat Kecelakaan Pesawat ATR di Dunia, Terakhir Jenis 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung
- Flightradar24
Jakarta, tvOnenews.com - Pesawat ATR jenis 42-500 milik Indonesia Air Transport terakhir kali dikabarkan kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Awal mulanya pesawat ATR 42-500 dengan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026).
Pesawat ATR tujuan Yogyakarta-Makassar tersebut diketahui mengangkut sebanyak 11 orang. Hal tersebut terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.
Kabar Pesawat ATR 42-500 jatuh di Pegunungan Bulusaraung, mengingatkan pesawat milik perusahaan manufaktur regional turboprop, Avions de Transport Regional (ATR) itu juga memiliki daftar riwayat beberapa kecelakaan di dunia.
Daftar Insiden Kecelakaan Pesawat ATR di Dunia

- istimewa - antaranews
Dilansir dari Aviation Safety Network dan berbagai sumber, berikut sejumlah catatan insiden kecelakaan dialami pesawat ATR:
1. Pesawat ATR 42-500 Precision Air Penerbangan 494 di Tanzania
Pesawat ATR 42-500 dikonfirmasikan pernah mengalami kecelakaan terjatuh di Danau Victoria. Letak terjatuhnya pesawat tersebut berada di dekat Bandara Bukoba, Tanzania pada 6 November 2022.
Pesawat ini juga dioperasikan oleh maskapai Precision Air yang membawa 43 orang di dalam pesawat. Sementara, jumlah korban terdiri dari penumpang dan kru yang tewas sebanyak 19 orang.
Penyebab kecelakaan Pesawat ATR 42-500 jatuh ke Danau Victoria, akibat adanya buruk. Hal ini menyebabkan pesawat menabrak permukaan air.
Dari hasil penyelidikan motif pesawat ATR tersebut jatuh karena mengalami kontrol gagal di tengah cuaca buruk.
2. Pesawat ATR 42-300 Santa Bárbara Airlines Penerbangan 518 di Venezuela
Insiden kecelakaan pesawat ATR 42-300 pernah jatuh di lereng gunung yang berdekatan dengan Merida, Venezuela. Kala itu, pesawat ATR tersebut mengalami tabrakan di tengah meda perbukitan.
Kejadian tabrakan tersebut pasca pesawat ATR 42-300 lepas landas. Sementara, waktu kejadian insiden ini berlangsung pada 21 Februari 2008.
Seluruh penumpang dan kru sebanyak 46 orang dilaporkan tewas. Artinya, dari insiden tersebut, tidak ada yang selamat.
3. Pesawat ATR 42-320 Conviasa Penerbangan 2350 di Venezuela
Pesawat ATR 42-320 dioperasikan oleh maskapai negara Conviasa juga pernah mengalami insiden serupa. Pesawat turboprop jenis ATR 42-320 jatuh pada 13 September 2010.
Penyebab pesawat ATR jenis 42-320 itu jatuh saat melakukan pendekatan akhir untuk mendarat di Bandara Manuel Carlos Piar Guayana di Puerto Ordaz, Venezuela.
Sementara, lokasi terjatuhnya pesawat ini sekitar 11 kilometer dari Bandara Ciudad Guayana.
Akibat insiden tersebut, 17 dari 51 orang di dalam pesawat yang terdiri dari 47 penumpang dan 4 awak berakhir tewas. Sementara, 34 orang lainnya mengalami luka-luka.
4. Pesawat ATR 42-320 West Wind Aviation Flight 282 di Kanada
West Wind Aviation Flight 282 merupakan maskapai yang melakukan aktivitas penerbangan untuk penumpang domestik di wilayah udara Kanada.
Pesawat ATR 42-320 yang digunakan maskapai penerbangan domestik mengalami kecelakaan di Kanada pada 13 Desember 2017.
Penyebab kecelakaan pesawat jenis 42-320 itu setelah baruu lepas landas dari Found-du-Lac. Hal itu akibat adanya kontaminasi es pada bagian sayap.
Semenntara, insiden kecelakaan pesawat ini memakan satu orang tewas dan 24 luka-luka dari total keseluruhan 25 orang di dalam pesawat.
5. ATR 72‑500 Voepass di Brasil
Pesawat ATR 72-500 milik maskapai penerbangan Voepass pernah mengalami insiden jatuh di sebuah permukiman di kawasan Vindeho di sekitar Sao Paulo, Brasil pada 9 Agustus 2024.
Penyebab kecelakaan tersebut akibat adanya pembentukan lapisan es di bagian tubuh pesawat, sehingga pesawat mengalami putaran tak terkendali hingga jatuh di permukiman.
Insiden Pesawat ATR 72-500 di sekitar Sao Paulo, Brasil, memakan sebanyak 62 orang tewas.
6. Pesawat ATR 72-500 Indonesia Air Transport Rute Yogyakarta-Makassar
Insiden kecelakaan Pesawat ATR terakhir kali berada di Indonesia. Pesawat ATR 42-500 rute penerbangan Yogyakarta-Makassar pertama kali dilaporkan hilang kontak di kawasan Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026).
Kala itu, Pesawawt ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) tengah melakukan penerbangan Makassar. Sayangnya di tengah penerbangan tersebut, mengalami kehilangan komunikasi saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso melaporkan puing-puing Pesawat ATR 42-500 milik IAT tersebut berhasil ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung saat Basarnas melakukan operasi pencarian pada Minggu (18/1/2026) pagi hari.
Berdasarkan laporan terbaru, satu korban kecelakaan pesawat IA jenis ATR 42-500 terakhir kali ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Lokasi penemuan tersebut berada di 200 meter bawah tebing Puncak Gunung Bulusaraung.
Penemuan satu orang korban dari insiden pesawat tersebut dibenarkan oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.
"Tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah saya yakinkan kepada tim yang di depan melalui komunikasi radio bahwa sudah ditemukan satu korban," ungkap Bangun Nawoko kepada awak media, Minggu, 18 Januari 2026.
Hingga kini, Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian untuk menemukan para korban lainnya dan sisaan puing-puing pesawat di area tersebut.
(hap)
Load more