News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, Smartwatch Co-Pilot Terdeteksi Bergerak, Basarnas Beri Penjelasan

Pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung. Smartwatch co-pilot terdeteksi bergerak, Basarnas tegaskan tetap fokus pencarian tanpa spekulasi.
Selasa, 20 Januari 2026 - 08:49 WIB
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Sulsel, Smartwatch Co-Pilot Terdeteksi Bergerak, Basarnas Beri Penjelasan
Sumber :
  • Istimewa

Makassar, tvOnenews.com – Insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), memasuki babak baru. Perhatian publik kini tertuju pada perangkat smartwatch co-pilot pesawat ATR 42-500 yang terdeteksi mencatat pergerakan intens setelah pesawat dinyatakan hilang kontak.

Kabar tersebut pertama kali disampaikan pihak keluarga Co-Pilot Muhammad Farhan Gunawan setelah ponsel miliknya ditemukan tim SAR di kawasan hutan, Minggu (18/1/2026). Saat diperiksa, ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch Farhan, yang mencatat aktivitas langkah kaki dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data smartwatch co-pilot pesawat ATR 42-500 menunjukkan, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WITA tercatat 9.000 langkah. Angka itu terus bertambah hingga mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.

“HP Farhan ditemukan di hutan. HP itu terhubung dengan smartwatch, dan pas dicek ada pergerakan langkah kaki dari pagi sampai malam,” ujar perwakilan keluarga dalam video yang beredar di media sosial.

Temuan tersebut memunculkan secercah harapan bagi keluarga korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Mereka berharap sinyal pergerakan dari smartwatch itu bisa menjadi petunjuk keberadaan Farhan maupun korban lainnya.

Pernyataan Resmi Basarnas

Menanggapi kabar pergerakan smartwatch co-pilot pesawat ATR 42-500, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi. Ia menyatakan fokus utama tim SAR tetap pada proses pencarian korban dan evakuasi di lokasi kejadian.

“Saya sampaikan bahwa fokus kita saat ini adalah pencarian korban. Pada saat mencari, ditemukan bagian pesawat maupun benda-benda yang dimungkinkan milik korban. Semua itu kita kumpulkan dan inventarisir,” kata Syafi’i, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, seluruh temuan di lapangan, termasuk perangkat elektronik, akan dijadikan petunjuk pendukung dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500, tanpa menarik kesimpulan lebih jauh sebelum ada kepastian di lapangan.

Operasi SAR Besar-besaran

Basarnas mengerahkan sekitar 1.200 personel gabungan untuk menyisir kawasan lereng Gunung Bulusaraung yang dikenal memiliki medan terjal, hutan lebat, dan cuaca yang cepat berubah. Proses pencarian bangkai pesawat ATR 42-500 serta korban dilakukan melalui jalur darat, udara, dan pemantauan udara menggunakan drone.

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Pesawat dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026) saat menempuh rute Yogyakarta menuju Makassar dalam misi sewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR mengakui kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam menjangkau titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan tersebut.

Harapan Keluarga dari Smartwatch

Pihak keluarga Co-Pilot Farhan berharap data pergerakan smartwatch tersebut bisa menjadi petunjuk tambahan bagi tim SAR. Mereka bahkan meminta agar personel pencarian ditambah dan fokus diarahkan pada titik-titik koordinat yang diduga sesuai dengan data smartwatch.

“Dia sudah memberikan tanda-tanda. Kami mohon agar pencarian diperluas,” ujar perwakilan keluarga dengan suara bergetar.

Meski demikian, Basarnas kembali menegaskan bahwa seluruh informasi akan diverifikasi di lapangan dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bukti keberadaan korban pesawat ATR 42-500 yang masih hidup.

DVI Belum Terima Kiriman dari TKP

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan menyatakan belum menerima kiriman properti maupun jenazah korban dari lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500.

“Kami belum menerima kiriman apapun dari TKP, sehingga belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut,” kata Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Idayati.

Meski demikian, tim DVI telah mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban, termasuk data DNA, catatan medis, dan ciri-ciri khusus, untuk kepentingan identifikasi apabila ditemukan korban dari insiden pesawat ATR 42-500 tersebut.

Fokus Tetap pada Pencarian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basarnas menegaskan operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban pesawat ATR 42-500 ditemukan. Informasi terkait smartwatch akan diperlakukan sebagai petunjuk tambahan, bukan kesimpulan akhir.

Hingga kini, publik masih menanti perkembangan resmi terkait nasib para korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi Gabung Manchester City, Marc Guehi Langsung Masuk 10 Besar Pemain Bergaji Tertinggi di Liga Inggris

Resmi Gabung Manchester City, Marc Guehi Langsung Masuk 10 Besar Pemain Bergaji Tertinggi di Liga Inggris

Marc Guehi langsung masuk 10 besar pemain bergaji tertinggi di Liga Inggris usai resmi gabung Manchester City. Sang bek tengah menerima hingga 300 ribu poundsterling (Rp6,8 miliar) per pekan.
Hasil Indonesia Masters 2026: Anthony Ginting ke Babak Utama, Prahdiska Bagas Dihentikan Wakil Taiwan

Hasil Indonesia Masters 2026: Anthony Ginting ke Babak Utama, Prahdiska Bagas Dihentikan Wakil Taiwan

Anthony Sinisuka Ginting jadi salah satu andalan tuan rumah di sektor tunggal putra pada ajang Indonesia Masters 2026.
Sudewo Terjaring OTT KPK, Gerindra: Prabowo Sudah Sering Peringatkan Kader-Kader

Sudewo Terjaring OTT KPK, Gerindra: Prabowo Sudah Sering Peringatkan Kader-Kader

Bupati Pati Sudewo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026). 
Groundbreaking Giant Sea Wall Dijadwalkan September, Jakarta Siap Garap 19 Km

Groundbreaking Giant Sea Wall Dijadwalkan September, Jakarta Siap Garap 19 Km

Groundbreaking Giant Sea Wall dijadwalkan September. Gubernur DKI Pramono Anung menyebut Jakarta siap membangun 19 km tanggul laut raksasa.
Segini Perkiraan Gaji Adrian Luna di Persik Kediri, Bintang Mahal Liga India Akhirnya Mendarat di Super League

Segini Perkiraan Gaji Adrian Luna di Persik Kediri, Bintang Mahal Liga India Akhirnya Mendarat di Super League

Segini perkiraan gaji Adrian Luna di Persik Kediri. Mantan kapten Kerala Blasters dengan bayaran fantastis Liga India akhirnya mendarat di Super League. Simak detail lengkapnya.
‎Indonesia Masters 2026: Meski Target 2 Gelar, PBSI Percaya Jika Masih Punya Peluang di Semua Sektor

‎Indonesia Masters 2026: Meski Target 2 Gelar, PBSI Percaya Jika Masih Punya Peluang di Semua Sektor

Turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026 mulai bergulir hari ini, Selasa (20/1/2026), di Istora Senayan, Jakarta. 

Trending

Tebet Macet Parah Pagi ini, Ada Truk Pasir Nabrak Pembatas Jalan

Tebet Macet Parah Pagi ini, Ada Truk Pasir Nabrak Pembatas Jalan

Situasi lalu lintas di area Tebet, Jakarta Selatan, terpantau macet total sejak pukul 07.00 WIB, Selasa (20/1/2026). Disinyalir kemacetan yang terjadi akibat..
Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Digosipkan telah Menikah Tertutup, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Kompak Cuma Bisa Ngakak: Gue sampai Keder

Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting buka suara menjawab isu dari konten memperlihatkan keduanya diduga telah menikah tertutup yang semakin merebak di media sosial.
Arteta Gigit Jari, Chelsea Siap Bayar Rp1,2 Triliaun demi Tikung Arsenal

Arteta Gigit Jari, Chelsea Siap Bayar Rp1,2 Triliaun demi Tikung Arsenal

Chelsea disebut telah menyiapkan dana hingga Rp1,2 triliun untuk membajak target incaran Arsenal. Cek selengkapnya.
Chelsea Pasang Harga Rp2,8 Triliun untuk Enzo Fernandez, PSG dan Real Madrid Saling Sikut

Chelsea Pasang Harga Rp2,8 Triliun untuk Enzo Fernandez, PSG dan Real Madrid Saling Sikut

Real Madrid dan PSG akan saling sikut dalam berebut tanda tangan bintang Chelsea Enzo Fernandez yang kabarnya ingin keluar dari Stamford Bridge musim depan.
5 Kontroversi Bupati Pati Sudewo yang Kena OTT KPK, Paling Viral soal Tantang Warga Demo: Jangan Hanya 5.000, 50.000 Orang Suruh Mengerahkan Saya Tidak akan Gentar

5 Kontroversi Bupati Pati Sudewo yang Kena OTT KPK, Paling Viral soal Tantang Warga Demo: Jangan Hanya 5.000, 50.000 Orang Suruh Mengerahkan Saya Tidak akan Gentar

Inilah lima kontroversi Bupati Pati Sudewo yang kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin (19/1/2026). 
Detik-Detik Menegangkan Polisi Duel Lawan Buaya 3 Meter Demi Selamatkan Nyawa Seorang Ibu di Tarakan

Detik-Detik Menegangkan Polisi Duel Lawan Buaya 3 Meter Demi Selamatkan Nyawa Seorang Ibu di Tarakan

Sebuah aksi penyelamatan heroik dilakukan jajaran polisi Polres Tarakan terhadap seorang ibu paruh baya yang nyaris kehilangan nyawa akibat diterkam buaya. 
Curi Perhatian di Liga Inggris, Pemain Keturunan Indonesia ini Masuk Pantauan John Herdman?

Curi Perhatian di Liga Inggris, Pemain Keturunan Indonesia ini Masuk Pantauan John Herdman?

Nama Jairo Riedewald kembali mencuri perhatian suporter Timnas Indonesia setelah performa solidnya bersama Sheffield United di ajang Championship Inggris.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT