News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wamen HAM Singgung Strategi Amerika Pakai NGO sebagai 'Combat Team', Minta Aktivis Lokal Sadar Geopolitik

Wamen HAM Muhiyanto menyinggung soal strategi diplomasi Amerika Serikat yang pernah sebut organisasi non-pemerintah atau NGO sebagai bagian dari tim tempur.
Kamis, 22 Januari 2026 - 20:44 WIB
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin angkat bicara perihal dinamika gerakan aktivis di Tanah Air.

Ia menyinggung soal strategi diplomasi Amerika Serikat yang pernah menyebut organisasi non-pemerintah atau Non Government Organization (NGO) sebagai bagian dari tim tempur (combat team) untuk menjalankan kepentingan nasional mereka di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah diskusi bersama jurnalis, Wamen HAM mengutip arahan mantan Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Powell pada tahun 2001 kepada para duta besarnya.

Arahan tersebut memerintahkan para diplomat untuk memberikan dukungan penuh kepada NGO di negara penempatan.

"Once you get to your country of assignment, you have to meet, talk and provide support for the national non-government organization. Karena they are our force multiplier, lebih dari itu they are part of our combat team," ujar Mugiyanto menirukan instruksi tersebut, Kamis (22/1/2026).

Atau kalimat tersebut berarti: "Begitu kalian tiba di negara penempatan, kalian harus menemui, berbicara, dan memberikan dukungan kepada NGO nasional di sana. Karena mereka adalah pengganda kekuatan kita, bahkan lebih dari itu, mereka adalah bagian dari tim tempur kita,"

Mugiyanto yang memiliki latar belakang sebagai aktivis reformasi 1998 serta pernah bekerja di organisasi non-pemerintah menilai, para pegiat HAM di Indonesia kerap tidak menyadari dimensi geopolitik di balik dukungan internasional yang mereka terima.

Ia menegaskan, saat aktif di NGO selama belasan tahun, dirinya tidak pernah merasa sedang menjalankan agenda negara asing.

“Ketika kita bekerja di NGO, kita merasa tidak sedang menjalankan agenda Amerika atau negara donor mana pun," ujarnya.

Namun, Mugiyanto mengingatkan bahwa dari sudut pandang negara donor, dukungan tersebut memang dimaksudkan untuk kepentingan mereka.

"Tetapi di pihak mereka, mereka memaksudkan ketentuan mereka itu untuk mereka. Tanpa kita sadari, we are also serving their interest," lanjutnya.

Pemerintah Tetap Butuh NGO

Meski mengungkap adanya pengaruh geopolitik di balik pendanaan asing, Wamen HAM menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk merepresi gerakan NGO di Indonesia.

Sebaliknya, ia menjamin Kementerian HAM akan mempertahankan keberadaan NGO sebagai penyeimbang kekuasaan.

"Bukan berarti itu menjadi alasan untuk merepresi NGO di Indonesia. Kami di Kementerian HAM akan mati-matian mempertahankan supaya NGO ada. Kita tidak ingin masyarakat yang menjadi korban, misalnya pertambangan di Sulawesi, mereka tidak tahu harus ngapain (kalau tidak ada NGO)," tegas Mugiyanto.

Ia menambahkan bahwa NGO sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat saat berhadapan dengan korporasi besar yang kadang lebih powerful dibanding pemerintah daerah.

Wacana Dana Abadi NGO dari APBN

Untuk mengurangi ketergantungan aktivis lokal terhadap pendanaan asing, Wamen HAM mengungkapkan adanya ide agar pemerintah memberikan dukungan dana melalui APBN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini disebutnya sebagai upaya agar perjuangan HAM di Indonesia benar-benar murni untuk kepentingan bangsa.

"Supaya NGO di Indonesia itu tidak dibiayai asing, maka harus dibiayai oleh pemerintah melalui APBN. Dan itu ada di Asta Cita. Jadi untuk kepentingan kita, kepentingan Indonesia, bukan kepentingan pemerintah ya, tapi kepentingan kita sebagai bangsa," pungkasnya. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Farhan Lontarkan Jawaban Menohok Atas Kekecewaan Dedi Mulyadi soal Penyapu Jalanan di Bandung

Farhan Lontarkan Jawaban Menohok Atas Kekecewaan Dedi Mulyadi soal Penyapu Jalanan di Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan lontarkan jawaban menohok atas kekecewaan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM terkait sapu jalan. Dalam hal
Pemilik Daycare Little Aresha Diduga Aparat Penegak Hukum, Sahroni: Kalau Benar, Tidak Ada Kata Maaf!

Pemilik Daycare Little Aresha Diduga Aparat Penegak Hukum, Sahroni: Kalau Benar, Tidak Ada Kata Maaf!

Kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta mendapat perhatian Wakil Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Ia menyoriti sang pemilik daycare.
‎Kurniawan Dwi Yulianto Semringah Lihat Mathew Baker Bisa Tampil di Piala Asia, Beberkan Peran Kunci di Timnas Indonesia U-17

‎Kurniawan Dwi Yulianto Semringah Lihat Mathew Baker Bisa Tampil di Piala Asia, Beberkan Peran Kunci di Timnas Indonesia U-17

Kurniawan Dwi Yulianto memuji peran vital Mathew Baker di Timnas Indonesia U-17 jelang Piala Asia 2026. Bek diaspora itu dinilai jadi kunci Garuda Asia.
Media Italia Takjub Bukan Main, Statistik Emil Audero Diam-diam Bisa Salip Kiper Top Serie A Musim Ini

Media Italia Takjub Bukan Main, Statistik Emil Audero Diam-diam Bisa Salip Kiper Top Serie A Musim Ini

Performa kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, kembali menjadi sorotan di kompetisi Serie A musim ini. Media Italia beri pujian untuk rekor kiper Cremonese itu.
Kurniawan Dwi Yulianto Pastikan Mierza Firjatullah Dicoret dari Timnas Indonesia U-17, Absen di Piala Asia 2026 Akibat Cedera

Kurniawan Dwi Yulianto Pastikan Mierza Firjatullah Dicoret dari Timnas Indonesia U-17, Absen di Piala Asia 2026 Akibat Cedera

Mierza Firjatullah resmi dicoret dari Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Asia 2026 akibat cedera hamstring. Kurniawan Dwi Yulianto ungkap alasannya.
Bobibos Diuji Ketat, Ditjen Migas Minta Perusahaan Proaktif agar Bisa Ditentukan sebagai BBM atau BBN

Bobibos Diuji Ketat, Ditjen Migas Minta Perusahaan Proaktif agar Bisa Ditentukan sebagai BBM atau BBN

Ditjen Migas ESDM meminta Bobibos segera menjalankan serangkaian uji teknis untuk menentukan kategori produknya, apakah termasuk Bahan Bakar Nabati (BBN) atau Bahan Bakar Minyak (BBM).

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral