Hadapi Cuaca Ekstrem, DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Sortie per Hari
- Antara
BPBD DKI menilai strategi modifikasi cuaca ini cukup efektif dalam menekan dampak cuaca ekstrem, terutama saat hujan lebat terjadi secara terus-menerus dalam waktu singkat. Dengan intensitas hujan yang dapat mencapai kategori ekstrem, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian risiko bencana hidrometeorologi di ibu kota.
Selain menggelar OMC, BPBD DKI juga terus memantau kondisi lapangan, kesiapan pompa air, serta status pintu air dan sungai. Namun, Isnawa menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengurangi potensi hujan ekstrem sejak di atmosfer melalui modifikasi cuaca.
Pemerintah Pusat Tambah Dukungan Modifikasi Cuaca
Sejalan dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Jabodetabek, pemerintah pusat turut menambah dukungan operasi modifikasi cuaca. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak banjir akibat hujan ekstrem dan memastikan koordinasi lintas lembaga terus diperkuat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak dan kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek, dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang memasuki puncaknya sampai akhir Januari,” ujar Prasetyo.
Dengan intensitas cuaca ekstrem yang masih tinggi, BPBD DKI mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, genangan, dan banjir. Warga juga diminta memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta mengikuti arahan resmi pemerintah daerah.
Pemprov DKI berharap operasi modifikasi cuaca yang dilakukan secara intensif dapat menekan dampak cuaca ekstrem, menjaga keselamatan warga, serta meminimalkan risiko banjir di berbagai wilayah Jakarta selama puncak musim hujan.
Load more