Istana Wapres di IKN Hampir Rampung, ASN Setwapres Diminta Bersiap Pindah Bertahap
- ANTARA
“Kawasan Glamping yang kami tinjau juga menunjukkan sisi lain IKN yang menawarkan keseimbangan antara beban kerja birokrasi dan ketenangan alam. Konsep ini diharapkan dapat menekan tingkat stres ASN yang berpindah dari hiruk-pikuk Jakarta,” kata Tina.
Ia juga memastikan Otorita IKN terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan ekosistem kerja ASN di Nusantara. Langkah tersebut menjadi penegasan keseriusan pemerintah dalam menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Di sisi lain, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara secara keseluruhan menunjukkan percepatan signifikan, khususnya di klaster inti pemerintahan. Fokus utama saat ini adalah kesiapan fisik untuk mendukung kepindahan eksekutif dan birokrat pada 2028.
Founder SHAU Architects, Daliana Suryawinata, yang terlibat dalam perancangan kompleks Istana Wakil Presiden, menyatakan progres pembangunan gedung tersebut telah mencapai 86 persen hingga akhir 2025. Capaian itu menjadikan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis di KIPP yang paling cepat mendekati tahap finalisasi.
“Capaian ini menempatkan Istana Wapres sebagai salah satu proyek strategis yang paling siap secara fisik di kawasan inti pemerintahan,” ujar Daliana.
Ia menjelaskan, desain Istana Wakil Presiden di IKN mengusung filosofi Huma Betang Umai. Huma Betang merupakan rumah panjang khas Suku Dayak yang melambangkan persatuan, kebersamaan, dan musyawarah, sementara Umai berarti lapang atau luas. Konsep ini diterjemahkan melalui ruang terbuka yang luas dan sistem ventilasi alami yang optimal.
Desain tersebut dinilai sejalan dengan visi IKN sebagai Sustainable Forest City, yakni kota yang mengintegrasikan pembangunan modern dengan pelestarian lingkungan. Dengan progres pembangunan yang hampir rampung dan kesiapan ASN yang mulai dimatangkan, pemerintah menargetkan IKN benar-benar siap menjadi pusat pemerintahan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (nsp)
Load more