Terima Dialog Kerukunan Para Pendeta Sinode GMII, Stafsus Menag RI: Kerukunan Antarumat Beragama Tak Lahir dengan Sendirinya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenewa.com — Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menerima Dialog Kerukunan bersama Ketua Umum Pendeta Jesias Frits Palandi serta para Pendeta Sinode GMII (Gereja Misi Injili Indonesia) di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta (23/1).
Dialog ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertemuan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama melalui dialog, komunikasi yang setara, serta kemitraan dengan tokoh dan lembaga keagamaan.
Dialog lintas iman dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat saling pengertian dan membangun kepercayaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam dialog tersebut, Gugun Gumilar menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan agenda penting dan berkelanjutan Kementerian Agama, yang diwujudkan melalui pendekatan dialogis dan partisipatif bersama seluruh unsur umat beragama.
“Kerukunan antarumat beragama tidak lahir dengan sendirinya, tetapi harus terus dirawat melalui dialog yang terbuka dan saling menghormati. Inilah semangat yang terus kami dorong dalam kerja-kerja Kementerian Agama,” ujar Gugun.
Ketua Umum Sinode GMII, Pendeta Jesias Frits Palandi, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dialog serta komitmen pemerintah dalam menjaga ruang kebersamaan lintas iman.
“Dialog ini mencerminkan keseriusan negara dalam merawat kerukunan antarumat beragama. GMII siap berkontribusi aktif menjaga persaudaraan kebangsaan dan memperkuat semangat hidup rukun di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dialog berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, membahas peran tokoh agama dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta mendorong kerja sama lintas iman dalam merespons berbagai tantangan sosial dan kebangsaan.
Load more