News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jajanan pasar yang sempat diduga terbuat dari spons tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.
Selasa, 27 Januari 2026 - 10:55 WIB
es gabus
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com – Sebuah video pemeriksaan terhadap pedagang es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ramai diperbincangkan warganet dan memicu keresahan publik. Video tersebut memperlihatkan aparat gabungan Polri dan TNI memeriksa jajanan tradisional yang diduga terbuat dari bahan berbahaya.

Isu ini dengan cepat menyebar di media sosial, menyusul tudingan bahwa es gabus yang dijual pedagang tersebut dibuat dari bahan spons. Dugaan itu bahkan membuat aparat meminta sang pedagang membuktikan keamanan dagangannya secara langsung di hadapan kamera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang diunggah akun @fakta.ido pada Selasa (27/1/2026), terlihat seorang pedagang es gabus diperiksa oleh aparat. Pedagang tersebut bahkan diminta mengonsumsi jajanan yang dijualnya untuk membuktikan bahwa makanan tersebut aman.

"Bahannya enggak hancur. (Ini) dari spons ya. Kalau dia kue pasti hancur, atau agar-agar. Nah ini dari spons," ujar aparat kepolisian.

"Makan nih, habisin dan ditelan. Yang makan biar kamu ya, jangan anak-anak kecil, kasihan," ucap aparat yang mengenakan seragam TNI Angkatan Darat.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jajanan pasar yang sempat diduga terbuat dari spons tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.

Sebagai informasi, es gabus atau es kue merupakan jajanan tradisional yang umumnya dibuat dari tepung dan santan. Teksturnya yang ringan, berpori, dan empuk saat digigit membuat jajanan ini dikenal dengan sebutan “gabus”.

Fakta Es Gabus di Kemayoran Jakarta Pusat

Berikut rangkaian fakta terkait kasus es gabus di Kemayoran yang sempat dicurigai berbahaya:

1. Laporan warga soal dugaan kandungan Polyurethane Foam

Dugaan es gabus palsu bermula dari laporan seorang warga Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, bernama M. Arief Fadillah (43). Melalui call center 110, ia melaporkan adanya penjual makanan yang diduga tidak layak konsumsi. Pedagang tersebut diketahui bernama Suderajat (49), warga Bojong Gede, Bogor.

Suderajat diduga menjual es kue yang mengandung Polyurethane Foam (PU Foam), bahan yang lazim digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polsek Kemayoran mendatangi lokasi di RT 010 RW 005 Kelurahan Utan Panjang sekitar pukul 14.30 WIB. Dari pemeriksaan awal, diketahui Suderajat menjual berbagai jajanan seperti es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses.

Petugas kemudian mengamankan seluruh barang dagangan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

2. Hasil pemeriksaan: es gabus dinyatakan aman

Hasil pemeriksaan Tim DOKKES DOKPOL Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa seluruh sampel es gabus milik Suderajat tidak mengandung zat berbahaya dan dinyatakan layak konsumsi. Sampel yang sama juga diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri.

Hasil uji tersebut memastikan tidak ditemukan bahan berbahaya, termasuk spons PU Foam, sebagaimana dugaan yang sempat beredar di masyarakat.

“Hasil pemeriksaan jelas, tidak ada bahan berbahaya atau material spons PU Foam dalam es yang dijual,” ungkap Roby.

3. Pedagang mendapat ganti rugi

Setelah dinyatakan aman, Suderajat dipulangkan ke Depok. Kepolisian juga memberikan ganti rugi atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk keperluan pemeriksaan.

Roby menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk empati terhadap pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan harian.

“Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang harus diuji. Tujuannya memastikan masyarakat terlindungi tanpa merugikan pihak pedagang,” tuturnya.

Roby juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, mengingat kasus ini sempat viral dan menimbulkan kekhawatiran publik.

4. Anggota TNI-Polri sampaikan permintaan maaf

Menanggapi viralnya video pemeriksaan tersebut, Bhabinkamtibmas Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, mengakui kekeliruan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia menjelaskan bahwa tindakannya bersama anggota Babinsa dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat.

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ucapnya.

Ikhwan mengakui bahwa niat awalnya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada. Namun, ia menyadari tindakannya terlalu tergesa-gesa dan menarik kesimpulan sebelum hasil uji ilmiah keluar.

Ia juga menegaskan seharusnya menunggu proses verifikasi sebelum menyampaikan informasi ke publik.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," jelasnya.

Ikhwan turut meminta maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan oleh video tersebut dan mengakui dampaknya terhadap usaha serta kehidupan Suderajat sebagai pedagang kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah," tutur Ikhwan. (nba)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Berkaca dari kasus konten kreator Herri Pras yang kini viral dan dikenal kontroversi. Pengamat sosial dan keagamaan mengingatkan bahayanya mencela orang lain.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pejabat bidang ekonomi Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa ..
Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah rambut bayi dicukur botak bisa tumbuh lebih tebal? dr. Yoga Yandika menjelaskan fakta medis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan rambut anak.
Link Live Streaming Liga Voli Korea 2026-2027: Sore Ini Ada Megawati Hangestri Main, Hyundai Hillstate Lawan IBK Altos

Link Live Streaming Liga Voli Korea 2026-2027: Sore Ini Ada Megawati Hangestri Main, Hyundai Hillstate Lawan IBK Altos

Link live streaming Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada Megawati Hangestri yang akan beraksi bersama klub barunya, Hyundai Hillstate. Tim asuhan Kang Sung-hyung akan menghadapi IBK Altos pada Selasa (3/11/2026).
Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Hasil rapat Komdis PSSI per tanggal 25 Oktober 2026 menyatakan Persib dihukum dengan senilai Rp25 juta. Ini dampak dari tidak adanya dokter tim yang hadir saat laga tandang kontra Madura United di pekan ke-6 Super League 2026/2027.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral