Gempa Jogja Magnitudo 4,4 Guncang Bantul hingga Sleman, Warga Berhamburan Keluar Ruangan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Gempa Jogja kembali mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa siang, 27 Januari 2026. Gempa Jogja tersebut dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah kawasan, mulai dari Bantul, Sleman, hingga wilayah Kota Yogyakarta, sehingga banyak masyarakat spontan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa Jogja terjadi pada pukul 13.15.32 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,4. Pusat gempa Jogja berada di darat pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur, atau sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Sejumlah warga mengaku guncangan gempa Jogja terasa jelas dan cukup mengejutkan. Wayahdi, warga Banguntapan, Kabupaten Bantul, mengatakan dirinya bersama warga sekitar langsung keluar ruangan saat gempa Jogja terjadi.
“Pada keluar ruangan sekolah pas gempa. Guncangannya terasa cukup kuat,” kata Wayahdi melalui pesan singkat.
Hal serupa dirasakan Rahayu, warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Ia mengaku sedang duduk bekerja saat gempa Jogja mengguncang wilayahnya.
“Tiba-tiba terasa goyang, semua langsung keluar ruangan di kantor,” ujarnya.
Sementara itu, Ernawati, warga Kecamatan Mlati, Sleman, mengatakan gempa Jogja kali ini terasa lebih kuat dibandingkan beberapa gempa sebelumnya yang pernah ia rasakan.
“Gempa Jogja siang ini lebih terasa. Orang-orang langsung keluar rumah,” katanya.
BMKG menyebut gempa Jogja ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di wilayah DIY dan sekitarnya. Meski demikian, hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa Jogja tersebut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meski hingga kini belum ada peringatan tsunami terkait gempa Jogja tersebut. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Dalam keterangan resminya, BMKG menegaskan bahwa data gempa Jogja yang dirilis bersifat sementara karena mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Hasil analisis dapat berubah seiring masuknya data lanjutan dari jaringan sensor seismik nasional.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah sesuai kelengkapan data,” tulis BMKG melalui akun media sosial resminya.
Load more