First Look Film Sunda Emperor Resmi Dirilis, Angkat Budaya Sunda ke Layar Bioskop Nasional
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Film Sunda Emperor resmi memperkenalkan diri kepada publik lewat peluncuran first look dan cast reveal yang digelar di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2026). Film ini menjadi karya perdana rumah produksi Sapawave Films yang dijadwalkan tayang di bioskop nasional pada 2026 dengan mengusung cerita petualangan penuh identitas dalam balutan budaya Sunda yang autentik.
Mengangkat premis unik, Sunda Emperor berkisah tentang seorang pemuda Sunda oportunis yang secara tak terduga mengetahui bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda. Penemuan tersebut menjadi awal perjalanan yang bukan hanya mengubah hidupnya, tetapi juga membawanya pada pencarian jati diri, sejarah leluhur, serta makna persahabatan.
Film ini diproduseri, disutradarai, sekaligus ditulis oleh Angling Sagaran. Ia menghadirkan pendekatan berbeda dari film daerah pada umumnya dengan memadukan unsur drama, komedi, dan petualangan tanpa kehilangan akar budaya. Dengan narasi yang ringan namun bermakna, Sunda Emperor diharapkan mampu menjangkau penonton lintas generasi, khususnya anak muda.
Cerita film berkembang dari sebuah simbol koin peninggalan Kerajaan Sunda yang menjadi pemicu petualangan tiga sahabat. Dari benda kecil itu, perjalanan mereka berkembang menjadi eksplorasi nilai budaya, sejarah, dan identitas diri. Alur tersebut dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium pengenalan budaya lokal secara segar dan relevan.
“Sunda Emperor berangkat dari keinginan kami untuk menghadirkan cerita menggunakan 100 persen bahasa Sunda dengan pendekatan yang modern dan dekat dengan penonton hari ini. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya bisa hidup di masa kini,” ujar Angling Sagaran dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, melalui film ini, Sapawave Films ingin membuktikan bahwa cerita daerah memiliki kekuatan besar untuk tampil di layar lebar secara modern tanpa kehilangan akar budaya. Menurutnya, kekayaan lokal justru bisa menjadi nilai jual kuat jika dikemas dengan sudut pandang yang tepat.
Dalam video first look dan cast reveal, Sunda Emperor juga menghadirkan sejumlah kreator konten Sunda yang dikenal luas di media sosial. Kehadiran para kreator ini menjadi bagian dari strategi film untuk membangun kedekatan dengan audiens, khususnya generasi muda, sekaligus memperluas jangkauan promosi di ruang digital.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tren industri film Indonesia yang semakin membuka ruang kolaborasi lintas platform, sekaligus memperkuat keterhubungan antara film layar lebar dan komunitas digital. Dengan pendekatan ini, Sunda Emperor tidak hanya menargetkan penonton bioskop konvensional, tetapi juga audiens muda yang aktif di media sosial.
Dari sisi produksi, Sunda Emperor mengedepankan visualisasi budaya Sunda yang autentik, mulai dari bahasa, latar tempat, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang melekat dalam keseharian masyarakat. Namun, film ini tetap dikemas dengan ritme modern agar mudah diterima oleh penonton di luar Jawa Barat sekalipun.
Sapawave Films berharap Sunda Emperor dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak film daerah untuk tampil di bioskop nasional. Kehadiran film ini juga diharapkan mampu memperkaya ragam cerita perfilman Indonesia sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Dengan kombinasi cerita petualangan, komedi ringan, serta muatan budaya yang kuat, Sunda Emperor diposisikan sebagai tontonan keluarga yang menghibur sekaligus bermakna. Film ini dijadwalkan mulai tayang di bioskop nasional pada 2026, dan diharapkan dapat menarik perhatian penonton dari berbagai latar belakang.
Melalui Sunda Emperor, Sapawave Films dan Angling Sagaran ingin menghadirkan pengalaman sinema yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk kembali mengenal, merayakan, dan merawat identitas budaya lokal dalam kemasan yang segar dan relevan dengan zaman. (nsp)
Load more