GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Driver Ojol yang Dianiaya TNI di Kembangan, Oknum Anggota Pukul Hasan Pakai Besi

Pengemudi ojek online (ojol) Hasan (26) beberkan kronologi lengkap dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.
Senin, 9 Februari 2026 - 19:48 WIB
Pengemudi ojol jadi korban penganiayaan di Jakarta Barat
Sumber :
  • Instagram @hasanrisqi

Jakarta, tvOnenews.com - Pengemudi ojek online (ojol) Hasan (26) membeberkan kronologi lengkap dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Hasan mengakupenganiayaan itu terjadi pada Rabu (4/2/2026) malam. Bermula saat ia bertanya mengenai titik lokasi rumah penumpang lantaran alamat tidak sesuai aplikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Malam itu, Hasan menjemput penumpang bernama Nur di Jalan Mawar dengan tujuan Jalan Haji Lebar di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

"Saya dari Jalan Mawar itu lagi on bid (mencari orderan masuk), dapat penumpang ibu-ibu sendirian, minta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku, tapi dia enggak tahu jalan," katanya, Senin (9/2/2026).

Penumpang tersebut rupanya tak mengetahui arah jalan, sehingga Hasan mengantar penumpang itu mengikuti titik lokasi dalam aplikasi.

"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga," ucapnya.

Penumpang itu kemudian memberikan fitur "share location" (berbagi lokasi) yang dikirim oleh pelaku, tetapi tidak bisa dibuka.

Hasan pun kemudian berinisiatif mengecek titik merah pada peta yang mengarah ke Jalan Kecapi, Meruya Utara, yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal di aplikasi.

"Pas saya coba buka, ternyata titiknya enggak jauh, sekitar dua kilo. Ya udah saya antar aja lah ke sana. Tapi belum nemu juga rumahnya yang mana," jelasnya.

Setibanya di Jalan Kecapi, Hasan meminta penumpangnya menelepon pelaku untuk memastikan alamat. 

Saat telepon tersambung, ponsel diserahkan kepada Hasan agar ia bisa bertanya langsung.

Namun, alih-alih mendapat petunjuk arah, Hasan justru menerima makian dari pelaku di ujung telepon.

"Saya bilang, 'Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?," Hasan bertanya.

"Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. 'Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!," sambungnya.

Hasan mencoba merespons dengan tenang karena merasa hanya bertanya alamat, namun pelaku justru semakin emosi.

"Saya bilang, 'Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat'. Terus malah dia bilang, 'Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!" ucapnya.

Setelah mendapat makian, Hasan sempat enggan mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku. 

Namun, dia merasa kasihan dengan penumpang yang merupakan ibu-ibu dan pergi sendirian saat malam hari.

"Tapi karena saya kasihan kan, ibu-ibu sendirian udah malam juga, enggak tau jalan lagi, ya udah saya anter aja ke sana, toh enggak jauh juga," kata dia.

Sesampainya di lokasi, seorang pria yang merupakan anak dari pelaku ternyata sudah menunggu di depan rumah dengan nada menantang.

"Anaknya sudah berdiri di depan rumah dengan nada kayak nantangin gitu, bilang kalau saya enggak sopan ke bapaknya. Padahal, mah saya cuma nanya alamat, bapaknya dia yang ngomel-ngomel," tutur Hasan.

Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga akhirnya anak pelaku menendang motor Hasan. Keributan pun terjadi antara Hasan dan anak pelaku.

"Saya nggak terima kan, saya dorong, terus dia mukul saya, terus saya pukul juga. Pukul-pukulan di situ," ucapnya.

Di tengah perkelahian itu, pelaku yang diduga anggota TNI keluar rumah membawa senjata tumpul berupa batang besi.

"Bapaknya ini, saya perkirakan usia 40 sampai 50 tahun ke atas lah. Dia datang bawa besi dan pukul kepala saya. Sekali pukul pakai besi, terus warga langsung udah di situ semua. Saya luka berdarah di dahi kiri, ngucur darahnya," kata Hasan.

Setelah itu, dia pun melakukan visum dan membuat laporan ke Polsek Kembangan. 

"Saya langsung lapor polisi. Nah, hari Sabtu (7/2) saya dipanggil lagi, terus minta nomor RT setempat," jelasnya.

Namun, pihak kepolisian sempat menyatakan kesulitan memproses kasus tersebut karena status pelaku sebagai anggota militer.

"Di situ kepolisian bilang, 'harus ke Pomdam' (Polisi Militer Kodam)," kata Hasan.

Dia pun akhirnya membagikan keluhannya tersebut ke media sosial Instagram karena merasa kasusnya mandek. 

Setelah unggahannya viral, ia pun kembali dipanggil oleh pihak Polsek Kembangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah setelah viral itu, tadi pagi sih saya dipanggil buat ke kantor lagi. Katanya sih pemeriksaan lebih lanjut bilangnya. Cuma mungkin habis dari Polsek saya langsung ke Pomdam," ucapnya.

Hasan pun berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti. "Ya semoga ditindaklanjut lah. Jangan ada orang-orang yang punya jabatan begitu bisa seenaknya," tuturnya. (ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tembok Pembatas SMPN 182 Jakarta Roboh, BPBD DKI Ungkap Dugaan Penyebabnya

Tembok Pembatas SMPN 182 Jakarta Roboh, BPBD DKI Ungkap Dugaan Penyebabnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta buka suara soal insiden tembok beton pembatas sekolah SMPN 182 Jakarta, Jakarta Selatan, yang roboh pada Minggu (16/2/2026).
Penunjuk Wasit Liga Italia Akui Dosa Federico La Penna yang Untungkan Inter Milan: Alessandro Bastoni Jelas-Jelas Diving

Penunjuk Wasit Liga Italia Akui Dosa Federico La Penna yang Untungkan Inter Milan: Alessandro Bastoni Jelas-Jelas Diving

Penunjuk wasit Liga Italia, Gianluca Rocchi, mengakui kesalahan Federico La Penna dalam laga Derby d’Italia. Inter Milan diuntungkan di laga kontra Juventus karena keputusannya.
Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ini Kronologi Lengkap Kasus dr Piprim: Dari Mutasi, Akun BPJS Ditutup hingga Pemberhentian

Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ini Kronologi Lengkap Kasus dr Piprim: Dari Mutasi, Akun BPJS Ditutup hingga Pemberhentian

Kronologi lengkap kisah dr Piprim yang dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, mulai dari mutasi RSCM, lalu akun BPJS ditutup, hingga pelanggaran disiplin ASN.
Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 berapa Kongzili? Simak penjelasan tahun 2577, shio Kuda Api, dan pentingnya kalender Kongzili.
Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Hujan deras yang turun sejak Minggu malam berujung tragedi di Kampung Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Senin dini hari (16/2/2026).
Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Intensitas hujan yang sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir pada Senin (16/2/2026) dini hari.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Asisten pelatih Persija Jakarta Ricky Nelson memberikan komentarnya terkait debut Mauro Zijlstra pada laga pekan ke-21 Super League 2025/2026.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Termasuk Jay Idzes, Tiga Penggawa Kasih Kabar Baik

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Termasuk Jay Idzes, Tiga Penggawa Kasih Kabar Baik

Ada tiga penggawa Timnas Indonesia yang memberikan kabar baik dari aksinya bersama klub-klub pada Minggu (15/2/2026) kemarin. Salah satu di antaranya adalah Jay Idzes.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT