Jakarta Diguyur Hujan Deras, Pramono Siaga Operasi Modifikasi Cuaca Jika Diperlukan: Tunggu Data BMKG
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah ekstrem menghadapi potensi hujan lebat setelah 123 RT dan sembilan ruas jalan sempat terendam banjir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, opsi modifikasi cuaca bukan lagi wacana, melainkan langkah yang siap dijalankan setiap saat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hal itu disampaikan Pramono saat ditemui di Taman Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026). Ia mengatakan Pemprov DKI setiap hari menerima pembaruan data cuaca dan langsung mengambil keputusan taktis.
“Jadi teman-teman sekalian, yang jelas pemerintah DKI Jakarta mengantisipasi segala kemungkinan. Karena data dari BMKG itu setiap hari kita terima. Setiap hari kita putuskan tanpa sekarang ini teman-teman tahu atau nggak sebenarnya beberapa kali kalau memang diperlukan modifikasi cuaca ya kami lakukan,” kata Pramono.
Ia menegaskan, curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya membuat pemerintah terus menghitung kebutuhan operasi rekayasa cuaca. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya untuk Jakarta, melainkan kawasan penyangga di sekitarnya.
“Seperti hari ini apakah diperlukan atau tidak, karena memang dari semalam itu sebenarnya curah hujannya cukup tinggi. Kami nggak perlu lagi menyampaikan bahwa perlu dilakukan, yang jelas bahwa sekarang ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya, bukan hanya di Jakarta. Kalau memang curah hujannya tinggi mau tidak mau harus ada modifikasi cuaca,” ujarnya.
“Pokoknya kalau BMKG mengatakan kemungkinan curah hujannya di atas 200 mm per hari pasti kami lakukan modifikasi cuaca,” sambungnya.
Langkah antisipasi itu diambil setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 123 RT dan sembilan ruas jalan sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Banjir paling luas terjadi di Jakarta Selatan dengan 90 RT terdampak. Wilayah Petogogan, Petukangan Utara, Pondok Pinang, hingga Pejaten Timur mencatat genangan 80-100 sentimeter.
Sementara, di Jakarta Barat terdapat 33 RT terdampak, terutama di Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya dengan ketinggian air hingga 80 sentimeter. Di Jakarta Utara, satu RT di Rorotan ikut terendam.
BPBD menyebut banjir dipicu hujan intensitas tinggi disertai luapan sejumlah sungai, mulai dari Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Mampang, Kali Ciliwung, Kali Cakung, Kali Uangan hingga PHB Nipam.
Sembilan ruas jalan ikut terdampak, termasuk Daan Mogot, Puri Kembangan, Ciledug Raya dan kawasan industri Jalan Gaya Motor Raya. Genangan hingga 60 sentimeter sempat mengganggu lalu lintas pagi hari. (agr/dpi)
Load more