GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Pelosok ke Panggung Nasional, Festival Pianica Ini Buktikan Musik Jadi Bahasa Persatuan Pelajar Indonesia

Festival pianica nasional jadi wadah pelajar Indonesia mengasah kreativitas, menampilkan talenta dari berbagai daerah hingga kolaborasi internasional di panggung apresiasi musik.
Senin, 23 Februari 2026 - 13:41 WIB
Dari Pelosok ke Panggung Nasional, Festival Pianica Ini Buktikan Musik Jadi Bahasa Persatuan Pelajar Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ajang pembinaan musik pelajar kembali menunjukkan dampak nyata bagi perkembangan talenta muda Tanah Air. Festival pianica tingkat nasional yang digelar oleh Yamaha Musik Indonesia Distributor sukses menjadi ruang ekspresi, kompetisi, sekaligus edukasi bagi siswa sekolah dasar hingga menengah pertama dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian Lomba Pianica Nasional 2025–2026 yang telah berlangsung panjang sejak Mei 2025, dimulai dari proses kompetisi daring, seleksi bertahap, hingga pengumuman pemenang sebelum akhirnya ditutup dengan festival apresiasi pada Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diselenggarakan di Yamaha Concert Hall, acara puncak menghadirkan para juara nasional, penampilan ansambel terbaik, serta kolaborasi lintas budaya yang memperlihatkan bagaimana alat musik sederhana seperti pianica mampu berkembang menjadi medium musikal yang serius dan kompetitif.

Partisipasi Nasional, Menjangkau Wilayah Terluar

Kompetisi tahun ini diikuti sekitar 650 sekolah dari berbagai penjuru negeri. Menariknya, partisipasi tidak hanya datang dari kota besar, tetapi juga dari wilayah terpencil seperti Sangihe Talaud, kawasan perbatasan Indonesia–Filipina yang selama ini dikenal sebagai daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Keterlibatan peserta dari daerah tersebut menjadi bukti bahwa akses digital membuka peluang pemerataan pendidikan seni. Melalui sistem seleksi online, siswa dari wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau kini dapat tampil di panggung nasional.

Direktur perusahaan, Sri Yamawati, menegaskan bahwa filosofi utama kegiatan ini adalah menghadirkan musik untuk semua kalangan tanpa batas geografis maupun fasilitas pendidikan.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana membangun rasa percaya diri anak, memperluas pengalaman belajar, serta memberi kesempatan yang sama bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi yang sehat.

Kolaborasi Pendidikan dan Industri Musik

Penyelenggaraan kegiatan ini juga melibatkan dukungan dari Pusat Prestasi Nasional di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta komunitas pengajar yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Seni Melodika Indonesia.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan seni tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan industri dan komunitas profesional untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga memahami disiplin, kerja sama tim, hingga keberanian tampil di depan publik.

Perkembangan Teknik Bermain Pianica Semakin Meningkat

Ketua dewan juri, Andy Jobs, menilai kualitas peserta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut pianica kini tidak lagi dipandang sebagai instrumen pelengkap di ruang kelas, melainkan telah berkembang menjadi alat ekspresi musikal yang memiliki kompleksitas teknik tersendiri.

Peserta menunjukkan penguasaan pernapasan yang lebih efisien, artikulasi nada yang bersih, kontrol dinamika yang kaya, serta teknik penjarian yang semakin luwes. Repertoar yang dimainkan pun semakin beragam, tidak lagi terbatas pada lagu wajib yang sederhana, tetapi juga mencakup aransemen kreatif lagu daerah hingga komposisi modern.

Fenomena ini memperlihatkan adanya transformasi dalam cara generasi muda memandang pendidikan musik—dari sekadar pelajaran tambahan menjadi sarana pengembangan karakter dan kreativitas.

Panggung Apresiasi dan Kolaborasi Internasional

Festival ini juga menghadirkan sentuhan global melalui kehadiran musisi tamu asal Jepang, Mi3 Pianica Magician, yang dipimpin oleh Mitchuri. Selain menjadi juri kehormatan, ia turut menampilkan pertunjukan atraktif yang menggabungkan teknik virtuosik dengan unsur hiburan visual.

Kolaborasi internasional ini memberi pengalaman baru bagi peserta, sekaligus memperlihatkan bahwa pianica memiliki panggung yang luas dalam dunia pertunjukan musik global.

Salah satu momen paling berkesan adalah penampilan duet antara Mitchuri dan peraih penghargaan khusus dari SD Satori Montessori Jakarta, yang menunjukkan bagaimana interaksi lintas generasi dan budaya dapat terjadi melalui musik.

Musik sebagai Media Pendidikan Karakter

Selain kompetisi, festival ini menekankan nilai-nilai pendidikan karakter. Melalui pertunjukan solo maupun ansambel, siswa belajar membangun kerja sama, tanggung jawab, serta kepekaan artistik.

Banyak kelompok peserta menampilkan aransemen kreatif lagu-lagu daerah seperti “Kicir-Kicir” dan “O Ina Ni Keke” dengan sentuhan koreografi dan konsep visual yang matang. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran musik mampu terintegrasi dengan kreativitas, budaya, dan ekspresi diri.

Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperkuat pengenalan budaya nasional sejak dini, sekaligus membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan estetika.

Menjadi Ruang Tumbuh Talenta Muda

Festival pianica nasional ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar ajang lomba. Ia menjelma menjadi ruang pembinaan, eksplorasi, dan apresiasi bagi talenta muda Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan partisipasi yang terus meningkat dan jangkauan yang semakin luas, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan seni memiliki peran strategis dalam membentuk generasi kreatif di masa depan.

Melalui panggung sederhana bernama pianica, para pelajar Indonesia membuktikan bahwa musik mampu menjadi bahasa universal—menghubungkan daerah, budaya, dan generasi dalam satu harmoni. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Ledakan Mercon di Bantul, Begini Kondisi Terkini Dua Korban

Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Ledakan Mercon di Bantul, Begini Kondisi Terkini Dua Korban

Ledakan mercon terjadi di sebuah rumah warga di wilayah Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (22/2/2026).
Dulu Diejek Media Belanda, Kini Maarten Paes Malah Dipuji Habis-habisan

Dulu Diejek Media Belanda, Kini Maarten Paes Malah Dipuji Habis-habisan

Sempat disebut Ajax “tertipu” saat merekrut Maarten Paes dari FC Dallas, media Belanda kini berbalik memuji.
Disingkirkan Persib, Lion City Sailors Resmi Rekrut Mantan Pelatih Irak

Disingkirkan Persib, Lion City Sailors Resmi Rekrut Mantan Pelatih Irak

Lion City Sailors yang berstatus runner up ACL Two 2024-2025 justru tersingkir dari fase grup. Bahkan Persib Bandung menjadi pihak yang membuat sang runner up tersingkir. 
Pramono Anung Pastikan 3.100 Sapi Impor Australia Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku

Pramono Anung Pastikan 3.100 Sapi Impor Australia Bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan 3.100 sapi impor yang datang dari Australia dalam kondisi sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kadin Apresiasi Respons Cepat Dasco untuk Tunda Impor 105.000 Mobil India: Rp24,66 Triliun Itu Bukan Angka Kecil

Kadin Apresiasi Respons Cepat Dasco untuk Tunda Impor 105.000 Mobil India: Rp24,66 Triliun Itu Bukan Angka Kecil

Kadin mengapresiasi langkah Sufmi Dasco Ahmad yang telah meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 mobil India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Viral Pelaku Curanmor Beraksi di Siang Bolong Pakai Senpi di Tanjung Duren

Viral Pelaku Curanmor Beraksi di Siang Bolong Pakai Senpi di Tanjung Duren

Viral di media sosial memperlihatkan sekelompok pelaku pencurian sepeda motor beraksi diduga menggunakan senjata api di Gang Manggis XVIII Tanjung Duren Selatan

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum maksimal, muncul nama Jelte Pal, penyerang berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam di Liga Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT