News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar

Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kritiknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. 
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:41 WIB
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Sumber :
  • Instagram @bem.ugm

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto setelah menggunakan kata "bodoh" dalam kritikannya. Ia juga mengajak kepala negara berdialog di hadapan mahasiswa setelah sebelumnya mengaku mengalami intimidasi menyusul kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, Tiyo Ardianto menyatakan dirinya menerima ancaman, termasuk dugaan intimidasi yang juga menyasar keluarganya. Sejumlah laporan media, termasuk pemberitaan Kompas.com (19/2), menyebutkan adanya tekanan digital berupa pesan bernada ancaman dan serangan reputasi yang ditujukan kepadanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tantang Debat

Dalam perbincangan di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up serta sejumlah forum diskusi lain, Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kritiknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. 

Tiyo Ardianto menilai Prabowo terlalu mengandalkan laporan internal tanpa memberi ruang bagi publik kampus untuk menguji kebenaran data tersebut.

Ia menolak opsi pertemuan tertutup dan justru mengusulkan dialog terbuka di kampus UGM.

“Kalau Pak Presiden mau mendengar suara kami, silakan datang ke UGM. Kita siapkan medan terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Silakan sampaikan apa pun yang Bapak percaya tentang data Bapak, maka mahasiswa akan mendebat itu,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi hanya dapat terwujud apabila diskusi dilakukan di ruang publik yang memungkinkan adu argumentasi secara langsung.

Pertanyakan Pernyataan Indonesia dalam Kondisi Baik

Tiyo Ardianto juga mempertanyakan klaim bahwa kondisi nasional berada dalam keadaan baik. Ia berpandangan bahwa situasi sosial tidak cukup diwakili angka-angka administratif, melainkan harus diverifikasi melalui realitas di lapangan.

“Maka sesungguhnya, Bapak mau sampai kapan Bapak dibohongi oleh orang-orang Bapak?,” katanya.

Ia menilai penting bagi presiden memastikan sendiri kondisi masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada lingkar kekuasaan.

Minta Maaf

Pernyataan Tiyo sebelumnya sempat menuai kontroversi setelah ia menggunakan kata "bodoh" kepada Prabowo. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas dampak diksi tersebut.

“Presiden kita itu, kalau bahasa saya, bodoh. Mungkin ada beberapa yang tidak nyaman dengan bahasa ini, dan iya, saya minta maaf atas ketidaknyamanan itu,” ucapnya.

Namun ia menegaskan kritik tersebut tidak ditujukan pada aspek personal.

“Bodoh yang dimaksud di sini adalah inkompetensi yang laten,” jelasnya.

Soroti Anggaran dan Dugaan Korupsi

Terkait MBG, Tiyo Ardianto kembali menyuarakan keberatan BEM UGM terhadap prioritas anggaran pemerintah. Ia menyebut program tersebut rawan penyimpangan dan tidak menyentuh akar persoalan pendidikan.

“Ketika masalah kebangsaan kita adalah kebodohan dan akses pendidikan yang minim, justru direduksi solusinya pada MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sebenarnya tidak bergizi dan juga tidak gratis. Dan justru malah menjadi lahan korupsi yang luar biasa basah, sehingga lebih layak kita sebut sebagai ‘maling berkedok gizi’,” ujar Tiyo

Ia juga membandingkan besaran anggaran program tersebut dengan kondisi siswa di daerah.

“Seorang anak di Ngada, NTT, yang memutuskan untuk bunuh diri hanya karena gagal membeli pena dan buku seharga Rp 10.000. Luar biasa kontras dan tragis saya kira, ketika kekuasaan hari ini menggelontorkan luar biasa banyak uang untuk MBG, Rp 1,2 triliun setiap hari atau Rp 335 triliun setiap tahun, sambil merampas anggaran pendidikan Rp 223 triliun,” ujarnya.

Respons terhadap Pemerintah dan Sikap BEM

Tiyo turut menanggapi pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai terkait isu teror yang dialaminya.

“Mohon maaf, Mas/Pak Natalius Pigai, saya ini enggak perlu tahu siapa yang melakukan teror. Yang dibutuhkan oleh publik adalah jaminan bahwa ketika menghadapi teror, negara itu hadir di sana. Negara tidak boleh hadir sebagai teror itu sendiri. Tidak boleh sebagai orang yang mengklarifikasi bahwa mereka tidak melakukan teror. Kan yang terjadi justru semacam paranoia dari rezim, bahwa seolah-olah kita itu menduga mereka yang melakukannya,” tegasnya.

Ia memastikan BEM UGM tidak akan menghentikan sikap kritisnya meski mendapat tekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada prinsipnya, saya menyampaikan ke publik bahwa BEM UGM akan menggagalkan teror ini dengan cara tidak gentar, tidak takut, dan tidak berhenti melihat persoalan publik ini sebagai persoalan yang harus selalu untuk dikawal. Sehingga ke depan, tidak akan ada yang berbeda dari BEM UGM, siapa pun ketuanya nanti. Bahwa kemudian ada solidaritas yang lebih dan kewaspadaan yang lebih, itu adalah cara kami belajar. Tapi jangan bayangkan gara-gara teror ini kami kemudian berhenti," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana terkait tantangan debat terbuka yang dilayangkan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. (nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.
Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan meluncur Desember 2026. Kacamata pintar berbasis Android XR dan Gemini ini bisa menerjemahkan bahasa hingga merangkum
Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Tampil konsisten di Liga Malaysia membuat pemain lokal kelahiran Bontang mendapat sorotan media sosial Negeri Jiran dan dianggap layak ke Timnas Indonesia.
Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra dalam laga LaLiga 2 itu.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral