Ngaku sebagai Kasat Narkoba yang Tengah Kejar Pelaku, Pria di Kramat Jati Tipu Tukang Ojek Motornya Raib
- (ANTARA/Dokumentasi Pribadi).
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya demi memperdaya pengemudi ojek di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pria tersebut mengiming-imingi tukang ojek Rp300 ribu sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor korban.
Tak hanya itu pelaku juga mengaku tengah mengejar pelaku narkoba, sehingga korban percaya.
Hal itu diungkap langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (1/3/2026).
"Terduga pelaku minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan, pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp300 ribu," jelasnya.
Awalnya, korban bertemu terduga pelaku yang mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya yang tengah mengjar pelaku penyalahgunaan narkotika.
"Tergiur dengan ongkos yang cukup besar, korban kemudian bersedia mengantar pelaku," ujar Fadoli.
Setibanya di Polsek Makasar, pelaku kembali meminta korban melanjutkan perjalanan ke Gang Langgar, Kramat Jati, dengan alasan target penangkapan berada di lokasi tersebut. Korban pun kembali menuruti permintaan tersebut.
Sesampainya di Jalan Langgar RT 004/010, Kelurahan Kramat Jati, pelaku kembali melancarkan aksinya.
Kemudian, pelaku meminjam sepeda motor korban dengan dalih akan menangkap tersangka narkoba dan membutuhkan kendaraan untuk bergerak cepat.
Tanpa menaruh curiga karena percaya pelaku adalah aparat dan tergiur bayaran Rp300 ribu, korban langsung menyerahkan kendaraannya.
"Pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk dipakai menangkap pelaku narkoba, korban langsung menyerahkan motor kepada pelaku," ucap Fadoli.
Namun, setelah ditunggu beberapa waktu, pelaku tak kunjung kembali dan justru membawa kabur sepeda motor tersebut.
Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban segera melapor ke pihak kepolisian.
Fadoli mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian tanpa menunjukkan identitas resmi.
Dia juga mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur iming-iming bayaran besar yang tidak wajar.
Sebelumnya, seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Metro Jaya diduga menghipnotis dan mengambil sepeda motor ojek pengkolan setelah pergi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur.
Load more