Rocky Gerung Singgung Polemik Dwi Sasetyaningtyas, Sebut Alumni LPDP Tak Wajib Kembali ke Tanah Air: Anda Tak Berutang ke Negara
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik, Rocky Gerung tampak menanggapi soal polemik alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas yang viral belakangan ini karena menyebut bangga anaknya bukan WNI.
Tak hanya nama Tyas, suaminya yang juga merupakan penerima beasiswa LPDP juga ikut terseret. Ia dan suaminya diduga belum melakukan kewajiban mengabdi kepada negara.
Dalam sebuah kuliah umum di Polandia, Rocky Gerung mengaku pernah meminta mahasiswi penerima LDPD di Polandia untuk tak kembali ke Indonesia.
“Pak Rocky, saya sudah selesai menulis disertasi, sudah lulus atau mungkin baru mau ujian, tapi saya punya dilema. Bagaimana menurut Pak Rocky kalau saya enggak pulang ke Indonesia? Saya dapat LPDP dan kewajiban moral saya demi patriotisme, demi nasionalisme untuk mengabdi ke Indonesia,” kata Rocky saat menirukan pertanyaan mahasiswi itu, dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya.
"Tetapi kalau saya pulang nanti, saya akan mengabdi kepada atasan saya. Setiap hari tugas saya adalah mark up. Jadi saya punya dilema moral," sambungnya.
Rocky pun mengaku memberikan jawaban agar mahaskswa tersebut tidak usah pulang ke Tanah Air.
"Saya nekat saja bilang, enggak usah pulang. Anda tidak berutang pada negara, Anda berutang pada saya. Dan saya enggak mau utang itu dibayar dengan Anda kembali kepada bos yang koruptor. Artinya Anda membesarkan korupsi," jawab Rocky.
Rocky meminta agar netizen tidak langsung memberikan hujatan kepada Tyas dan suaminya.
Apalagi menurutnya rasa cinta Tanah Air tak hanya bisa dilihat dari keputusan memilih kewarganegaraan.
"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" kata Rocky dalam kanal YouTubenya.
Rocky bahkan menyebut bahwa Tyas lebih baik daripada menteri-menteri yang menjabat sekarang.
"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," tegasnya.
Load more