News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Adik Pencuri 2 Labu Siam di Cianjur Ceritakan Detik-detik Kakaknya Tewas Dianiaya Tetangga: Ketok-ketok, Dia Dipukuli

Adik pencuri dua buah labu siam, Tita menjelaskan kronologi peristiwa penganiayaan dialami kakaknya, MI (56) oleh tetangga, UA di Cianjur, Sabtu (28/2/2026).
Jumat, 6 Maret 2026 - 03:31 WIB
Adik pencuri dua buah labu siam di Cianjur, Tita ceritakan kronologi kakaknya diduga dianiaya tetangga
Sumber :
  • Kolase Pixabay/Daniel Dan outsideclick & tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Adik pencuri dua buah labu siam, Tita menceritakan kronologi detik-detik dugaan penganiayaan dialami kakaknya, MI (56) di Cianjur, Sabtu (28/2/2026) petang.

MI merupakan pria paruh baya asal Kampung Bayabang, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Ia tewas usai dituduh mencuri dua buah labu siam oleh tetangganya, UA (41).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tita menerangkan, awal mula penganiayaan tersebut terjadi setelah adiknya memenuhi permintaan ibunya berusia 90 tahun. Ibu korban ingin membuat sayur untuk kebutuhan buka puasa.

Sontak, MI mengambil sebanyak dua buah labu siam dari kebun tetangganya. Namun, ibunya sempat menolak karena ingin memasak dicampur dengan sayur.

"Ada labu 2 diambil sama dia. Setelah itu, labu siamnya mau dimasak, cuma sama ibunya nggak mau, mau sama sayur katanya. Mau dimasak," ungkap Tita melalui saluran program Kabar Siang tvOne, Kamis (5/3/2026).

Pelaku Kejar ke Rumah Pencuri 2 Labu Siam

ILUSTRASI - Labu siam
ILUSTRASI - Labu siam
Sumber :
  • ANTARA

Selepas itu, UA tak sengaja melihat MI diduga kedapatan mengambil labu siam dari kebunnya. Pelaku pun langsung mengejar korban hingga ke kediamannya.

MI dan UA sempat terlibat cekcok. Karena situasi semakin mencekam, pelaku tanpa berpikir panjang langsung memukuli korban.

Beberapa bagian tubuh korban yang menjadi target dugaan aksi kekerasan oleh tetangganya, mulai dari kepala, leher, wajah, hingga dadanya.

Korban didesak pelaku segera mengakui dugaan aksi pencurian dua buah labu siam di kebunnya. Aksi pemukulan itu membuat MI mengalami muntah-muntah.

"Dia (pelaku) ketok-ketok pintu rumah. Dia (korban) dipukulin," ucap Tita.

Pelaku berhenti memukul setelah adik korban dan warga melerai. Setelah sudah kondisi sempoyongan, korban mengaku sudah mengambil dua buah labu siam.

Kondisi Korban Sudah Lemas Sehari Kemudian

Tita menegaskan, dirinya tidak ada di lokasi. Ia hanya mengetahui saat bertemu dengan MI pada Minggu, 1 Maret 2026.

Tita menjelaskan, kakaknya sempat mendatangi rumahnya. MI saat itu masih belum menceritakan kondisi sebenarnya yang sudah dalam keadaan lemas.

"Saya cuma nanya, nanya gini, 'Kak, kenapa kamu lemas banget?', 'Saya lagi nggak enak badan', 'kenapa enggak enak badan datang ke rumah saya'," tuturnya sambil mengulas percakapan dengan kakaknya.

Korban Pingsan dan Tergeletak di Jalan

Pada Senin, 2 Maret 2026, Tita mendapat laporan dari warga bahwa kakaknya ditemukan pingsan di pinggir jalan. Kondisi MI sudah dalam keadaan tergeletak.

Ia sempat tidak percaya. Setelah memastikan kebenarannya, sosok yang tergeletak di jalan adalah kakaknya.

"Saya ngomong sama orang mau menolong, 'Pak, ini tolonglah saya anterin ke rumahnya kakak saya. Bapak yang bawa, nanti ojek dibayar sama saya'," terangnya.

Warga yang menemukan MI juga langsung melaporkan kondisi tersebut ke polisi. Kemudian, warga lain dan petugas Kepolisian ikut menolong dan mengantar ke kediaman korban.

Tidak Tahu Tubuh Korban Sudah Lebam

Tita mengatakan, dirinya dan keluarga tidak mengetahui tubuh korban sudah lebam dan memar. Sebab, kondisinya seperti masih sehat.

"Soalnya nggak kelihatan matanya seperti itu karena dia pakai kupluk, jadi saya nggak lihat," ngakunya.

Ia menyusul ke rumah korban. MI sudah dalam kondisi terbaring lemah layaknya sedang kritis atau koma.

Kondisi korban sudah kritis hingga dirawat di RSUD Sayang di Cianjur. Sayangnya nyawa MI tidak tertolong sehingga meninggal dunia di rumah sakit.

Hasil Visum Temukan Unsur Dugaan Penganiayaan

Sementara, Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyampaikan hasil autopsi korban. Kondisi memar di sejumlah bagian tubuh korban ditemukan adanya indikasi penganiayaan.

"Hasil autopsi luar, benar ini hasil penganiayaan. Berawal dari upaya tersebut, penyelidikan kami jalankan," ungkap Yurikho.

Motif Tetangga Pukul Pria Paruh Baya Pencuri Buah Labu Siam

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.
Sumber :
  • Antara

Yurikho menjelaskan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku dugaan penganiayaan ternyata tetangga korban, UA.

Ia menyampaikan motif pelaku menghajar korban. UA merasa geram lantaran labu siam di kebunnya sering hilang.

Lanjut Yurikho, UA tidak tinggal diam. Hingga akhirnya, pelaku meyakini sosok yang sering mengambil labu siam di lahannya adalah MI.

"Itu dianggap tersangka sebagai orang yang belakangan hari sering melakukan pencurian labu siam di lahan yang digarap.  Marah, benci kemudian sering kali labu siam yang dirawat untuk dipanennya selalu berkurang. Didapati M hanya mengambil dua yang karena alasan dianggap korban ini yang belakangan hari sering melakukan pencurian," katanya.

Polisi menetapkan UA sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh pihak keluarga. Penetapan tersebut atas kasus dugaan penganiayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi telah mengamankan pelaku. UA sedang diperiksa oleh penyidik untuk menindaklanjuti kasus pria paruh baya tewas setelah mencuri dua buah labu di kebun pelaku.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi Batal Digelar Januari, Netizen Desak AFC Pindah Venue Daripada Paksakan Piala Asia 2027 di Arab Saudi

Resmi Batal Digelar Januari, Netizen Desak AFC Pindah Venue Daripada Paksakan Piala Asia 2027 di Arab Saudi

AFC memilih untuk membatalkan Piala Asia 2027 pada Januari mendatang alih-alih mengganti tuan rumah yang kini dipegang oleh Arab Saudi. 
Herri Pras Jadi Sorotan Usai Digeruduk OTK, Bodyguard Internasional Bahas dari Kacamata Profesional: Jangan Mudah Terpancing Ajakan Duel

Herri Pras Jadi Sorotan Usai Digeruduk OTK, Bodyguard Internasional Bahas dari Kacamata Profesional: Jangan Mudah Terpancing Ajakan Duel

YouTuber Herri Pras menjadi sorotan usai beredarnya video saat dirinya digeruduk orang tak dikenal terkait tantangan duel. Certified International Close Protection Officer turut membahas bahas dari perspektif bodyguard profesional khususnya mengenai keamanan personal dan perlindungan hukumnya.
Nasib MotoGP Qatar 2026 Masih Tanda Tanya, Marc Marquez Pilih Tunda Penerbangan ke Sirkuit Losail

Nasib MotoGP Qatar 2026 Masih Tanda Tanya, Marc Marquez Pilih Tunda Penerbangan ke Sirkuit Losail

Keikutsertaan Marc Marquez pada MotoGP Qatar 2026 masih menjadi sorotan di tengah ketidakpastian penyelenggaraan balapan di Sirkuit Lusail akhir pekan ini.
Lexus Siap Rilis SUV Listrik Pertama Buatan China pada 2027

Lexus Siap Rilis SUV Listrik Pertama Buatan China pada 2027

Lexus dikabarkan siap meluncurkan SUV listrik pertama yang diproduksi secara lokal di China pada 2027. Sekaligus mengakhiri hampir tiga dekade ketergantungan merek premium Toyota tersebut terhadap kendaraan impor untuk memenuhi pasar China.
AFC Resmi Ambil Keputusan, Ini Jadwal Baru Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Kena Dampak Langsung

AFC Resmi Ambil Keputusan, Ini Jadwal Baru Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Kena Dampak Langsung

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah resmi mengumumkan penangguhan Piala Asia 2027 hingga Desember 2027. Hal ini akan berdampak langsung kepada Timnas Indonesia.
Buruh Pabrik di Sidoarjo Cabuli 12 Bocah Laki-Laki, Korban Ternyata Tetangga Sendiri

Buruh Pabrik di Sidoarjo Cabuli 12 Bocah Laki-Laki, Korban Ternyata Tetangga Sendiri

Pelaku berinisial AF (26), warga Porong, Sidoarjo, tega mencabuli 12 bocah laki-laki yang masih merupakan tetangganya sendiri.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral