News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Alasan Pelaku Aniaya Pria Paruh Baya di Cianjur hingga Tewas, Muak Labu Siam di Kebun Kerap Dicuri

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi ungkap motif utama tetangga, UA (41) menganiaya pria paruh baya pencuri 2 labu siam hingga meninggal dunia.
Jumat, 6 Maret 2026 - 05:31 WIB
Polisi amankan barang bukti 2 buah labu siam dicuri pria paruh baya dari kebun di Cianjur
Sumber :
  • Kolase tvOneNews & Freepik/jcomp

"Fakta menarik kami tambahkan bahwa, keluarga ini cukup tidak terlalu menggembirakan kondisi ekonominya," ungkapnya.

Akan tetapi, ia tidak membenarkan aksi pencurian tersebut. Ia juga menolak keras yang dilakukan oleh pelaku dengan cara tindak kekerasan sebagai balasan tindak pidana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini menjadi pembelajaran upaya kekerasan terhadap dugaan orang yang melakukan tindak pidana tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah lagi," ucapnya.

Sebelumnya, kabar pria paruh baya tewas setelah dihajar tetangganya menggegerkan publik. MI meninggal dunia karena dituduh mencuri dua buah labu siam di sebuah kebun di Cianjur, Sabtu, 28 Februari 2026.

Pelaku tak sengaja memergoki pelaku yang sedang mengambil dua buah labu siam. Hingga akhirnya, UA mengejar korban sampai ke kediamannya.

MI dan UA sempat terlibat cekcok. Di tengah-tengah itu, sejumlah tubuh korban langsung dipukul oleh pelaku, mulai dari kepala, leher, wajah, hingga dadanya.

Aksi kekerasan tersebut membuat korban muntah-muntah. Pelaku terus mendesak agar korban mengakui perbuatan telah mencuri dua buah labu siam di kebunnya.

Aksi pemukulan tersebut mengundang warga dan salah satu adik korban. Jika tidak dilerai, kemungkinan korban langsung meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP).

Adik korban, Tita menjelaskan, MI sempat mendatangi rumahnya pada Minggu, 1 Maret 2026. Namun saat itu kondisi korban sudah terlihat lemas.

Setelah itu, korban ditemukan pingsan dan tergeletak di pinggir jalan pada Senin, 2 Maret 2026. Warga yang menemukan korban langsung mengadu ke polisi.

"Kami mendapat laporan adanya diduga orang tergeletak cukup lanjut usia 57 tahun di pinggir jalan. Kemudian kami melakukan tindakan lanjut ternyata orang tersebut beridentitas atas nama M," papar AKBP Akhmad.

Kata Akhmad, petugas lapangan melihat kondisi tubuh pria paruh baya itu sudah dalam kondisi lebam dan memar. Untuk itu, polisi dan warga langsung membawa korban ke rumahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban sempat dibawa ke RSUD Sayang di Cianjur. Namun nyawa korban tidak tertolong sehingga menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Polisi langsung melakukan autopsi jenazah pria paruh baya itu. Akhmad menyampaikan hasil visum, bahwa kondisi memar pada tubuh korban terindikasi adanya dugaan penganiayaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.
Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Sebanyak 34 tim pun akan memulai dari babak penyisihan grup, dengan Persib Bandung dan Borneo FC menanti di babak perempat final I.League Cup. 
Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Sembilan orang utan kini bisa hidup bebas di Hutan setelah diselematkan karena karhutla di Kalimantan. Pelepasliaran dilakukan oleh Kementerian Kehutanan.
Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Kenali 13 pemain drama Korea One of a Kind Romance yang dibintangi Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin. Simak sinopsis, daftar pemeran, dan jadwal tayang lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral