Cegah Aksi Pencurian saat Mudik Lebaran, Polisi Imbau Titipkan Kendaraan ke Polsek dan Polres Terdekat
- ASDP
Jakarta, tvOnenews.com - Mabes Polri mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan mudik Lebaran tahun 2026 agar dapat menitipkan kendaraannya. Hal ini untuk mencegah terjadinya pencurian.
Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Eddison Isir mengungkapkan para pemudik dapat menitipkan kendaraannya di Polsek hingga Polres terdekat.Ā
āSilakan warga masyarakat memanfaatkan sarana di kantor polisi, apakah Polsek, apakah Polres. Ketika kemudian ada kendaraan yang mungkin mau dititipkan, silakan itu dimanfaatkan,ā kata Isir, kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
āKita akan memastikan keamanan kendaraan-kendaraan dari saudara-saudari kita yang akan mudik yang dititipkan di berbagai fasilitas kantor polisi,ā sambungnya.
Isir juga meminta kepada masyarakat untuk dapat menghubungi layanan call center 110Ā jika membutuhkan bantuan.
āYang kedua, kaitan sama layanan nomor hotline 110. Harapan kami saudara-saudari yang akan mudikĀ tolong disimpan di nomor HP-nya 110. Jadi kita senantiasa berdoa semuanya aman selamat. Namun, seandainya membutuhkan bantuan silakan ditelepon 110. Ini layanan gratis dan Polri kemudian akan merespons secara cepat,ā tegas Isir.
Untuk diketahui, 143,9 juta orang diprediksi akan melakukan mudik Lebaran tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo usai melaksanakan Rapat Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2026Ā di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026),Ā
āDari hasil survei Menteri Perhubungan, tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri Perhubungan, bahwa potensi pergerakan masyarakat di libur Lebaran tahun 2026 ini sebesar 143,9 juta orang,ā kata Dedi.
Dedi mengungkapkan bahwa angka pemudik tahun 2026 ini menurun sekitar 1,75 persenĀ jika dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
āAngka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 orang atau 1,75%. Ya dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang,ā ungkap Dedi.
Walaupun angka pemudik menurun, Dedi mengatakanĀ pihaknya akan menyelenggarakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hariĀ dari tanggal 13-25 Maret 2026. Hal ini guna mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan.
āPelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel. Adapun untuk arus mudik diprediksi akan terjadi pada gelombang pertama tanggal 14-15 Maret 2026. Kemudian gelombang kedua tanggal 18-19 Maret 2026. Karena ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi,ā jelas Dedi.
Puncak arus balik gelombang pertama diprediksi akan terjadi pada tanggal 25-26 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus mudik gelombang kedua diperkirakan tanggal 28-29 Maret 2026.Ā
āGuna menjamin pelaksanaan operasi tersebut berjalan dengan lancar, maka nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi,ā jelas Dedi. (ars/nsi)
Load more