Pertamina Tegaskan Kapal yang Keluar dari Timur Tengah Bukan Bawa Minyak ke Indonesia, Ini Penjelasannya
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Hanya Satu Kapal untuk Kebutuhan Energi Nasional
Dari dua kapal yang masih berada di Teluk Arab tersebut, hanya VLCC Pertamina Pride yang dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional Indonesia.
Sementara itu kapal Gamsunoro digunakan untuk mendukung distribusi energi bagi pihak ketiga.
Pertamina menyatakan kedua kapal tersebut terus berada dalam pemantauan intensif sambil menunggu situasi pelayaran memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
“Keduanya dalam pemantauan intensif dan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kapal dapat segera melanjutkan perjalanannya dengan aman,” ujar Vega.
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman
Pertamina juga memastikan situasi kapal di Timur Tengah tidak mempengaruhi pasokan energi di dalam negeri.
Saat ini Pertamina Group memiliki ratusan armada kapal yang beroperasi untuk mendukung distribusi energi nasional.
Secara keseluruhan, perusahaan mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung rantai pasok energi Indonesia.
“Pertamina Group saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri. Sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan kebutuhan energi di dalam negeri,” kata Vega.
Pertamina Diversifikasi Sumber Minyak
Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi, Pertamina juga melakukan diversifikasi sumber minyak dari berbagai wilayah dunia.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah.
Beberapa sumber energi juga berasal dari kawasan lain seperti Afrika dan Amerika.
“Ada juga dari Afrika, ada dari Amerika dan berbagai tempat lainnya,” kata Simon.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi energi nasional tetap berjalan lancar meskipun terjadi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, guna memastikan keamanan jalur pelayaran internasional.
“Kita terus melakukan yang terbaik agar pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman,” tegas Simon. (nsp)
Load more