Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Jadi Alarm Demokrasi, Anggota Komisi III DPR Minta Kasus Diusut Sampai Dalang
- Istimewa
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum.
Ingatkan Sejarah Kekerasan terhadap Aktivis
Dalam keterangannya, Nyoman Parta juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang terkait kekerasan terhadap aktivis dan pejuang keadilan.
Menurutnya, berbagai kasus di masa lalu masih meninggalkan luka kolektif di masyarakat dan sering kali memicu pertanyaan besar jika proses hukumnya tidak berjalan secara tuntas.
Beberapa kasus yang masih diingat publik antara lain:
-
Pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib
-
Kasus buruh Marsinah
-
Serangan air keras terhadap mantan penyidik KPK Novel Baswedan
“Sejarah menunjukkan bahwa kekerasan terhadap mereka yang memperjuangkan keadilan selalu menimbulkan dampak besar terhadap kepercayaan publik,” kata Parta.
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan praktik kekerasan terhadap aktivis terulang kembali.
Dampak Serangan Bisa Mempersempit Ruang Kritik
Nyoman Parta juga menilai bahwa jika kasus seperti ini tidak ditangani secara serius, dampaknya dapat meluas terhadap kehidupan demokrasi.
Menurutnya, kekerasan terhadap aktivis berpotensi menimbulkan efek intimidasi terhadap masyarakat sipil.
Selain itu, kejadian semacam ini juga dapat mempersempit ruang kritik publik terhadap kebijakan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Di tingkat internasional, kejadian ini juga berpotensi memengaruhi reputasi Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan sipil.
“Indonesia dikenal sebagai demokrasi besar di kawasan. Karena itu perlindungan terhadap pembela HAM harus menjadi komitmen nyata negara,” ujar Parta.
Kronologi Serangan terhadap Andrie Yunus
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Podcast tersebut diketahui membahas topik militerisme serta uji materi Undang-Undang TNI.
Berdasarkan informasi awal, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi kejadian, dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor mendekati korban.
Load more