News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Iran Pilih-Pilih Negara, Ini Daftar yang Diizinkan Lolos Selat Hormuz di Tengah Konflik

Iran izinkan beberapa negara melintas Selat Hormuz di tengah konflik. China, Rusia hingga Malaysia dapat akses, dampak energi global makin terasa.
Jumat, 27 Maret 2026 - 11:30 WIB
Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran.
Sumber :
  • ANTARA

Iran, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian berdampak pada jalur distribusi energi global. Iran kini mengambil langkah tegas dengan membuka akses Selat Hormuz hanya untuk negara-negara tertentu yang dianggap bersahabat.

Kebijakan ini langsung menjadi sorotan dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas global. Di tengah situasi konflik, keputusan Iran ini dinilai akan sangat memengaruhi pasokan energi internasional, termasuk ke kawasan Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran Izinkan Negara “Sahabat” Melintas Selat Hormuz

Pemerintah Iran melalui pernyataan resmi yang disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa hanya negara-negara tertentu yang diperbolehkan melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip dari akun resmi Konsulat Jenderal Iran, disebutkan bahwa ada lima negara utama yang mendapatkan izin khusus.

Berikut daftar negara yang diizinkan:

  • China

  • Rusia

  • India

  • Irak

  • Pakistan

Negara-negara tersebut dinilai memiliki hubungan baik dengan Iran, sehingga kapal tanker mereka tetap diperbolehkan melintas di tengah situasi yang memanas.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa Iran menerapkan pendekatan selektif dalam mengatur jalur strategis tersebut, yang selama ini menjadi salah satu titik krusial perdagangan energi dunia.

Malaysia Juga Dapat Lampu Hijau

Selain lima negara tersebut, Malaysia juga dikabarkan mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ia mengungkapkan bahwa kapal tanker Malaysia kini dapat kembali beroperasi dan melanjutkan perjalanan setelah mendapat persetujuan dari Iran.

“Kami sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia agar dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Keputusan ini disebut sebagai hasil komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan, termasuk Iran, Mesir, dan Turki.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Energi Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas global melewati jalur ini.

Penutupan atau pembatasan akses di wilayah ini langsung berdampak pada:

  • Kenaikan harga minyak dunia

  • Gangguan pasokan energi global

  • Ketidakstabilan pasar komoditas

Langkah Iran yang membatasi akses hanya untuk negara tertentu mempertegas posisi strategis Selat Hormuz dalam geopolitik global.

Dampak Global Mulai Terasa

Pembatasan akses Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada negara-negara yang tidak diizinkan melintas, tetapi juga memicu kekhawatiran lebih luas terkait krisis energi global.

Pasokan minyak, gas, hingga pupuk dilaporkan mulai terganggu, terutama di tengah momen penting musim tanam di berbagai negara.

Kondisi ini membuat banyak negara harus mencari jalur alternatif atau sumber energi baru untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

PBB Desak Pembukaan Selat Hormuz

Di tengah situasi yang semakin memanas, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyerukan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara penuh.

Ia menilai penutupan berkepanjangan akan memperparah krisis global, baik dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi.

“Penutupan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk di momen penting,” ujarnya.

Guterres juga menekankan pentingnya mengakhiri konflik yang terjadi, karena dampaknya sudah meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat global.

Tekanan untuk Mengakhiri Konflik

Selain soal energi, PBB juga menyoroti dampak kemanusiaan yang semakin memburuk akibat konflik di kawasan tersebut. Korban sipil terus bertambah, sementara ketidakpastian ekonomi semakin meningkat.

Guterres mendesak semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat dan Israel, untuk segera mengakhiri konflik demi mencegah krisis yang lebih besar.

Ia juga meminta Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Indonesia Belum Masuk Daftar

Di tengah kebijakan selektif Iran, Indonesia hingga saat ini belum termasuk dalam daftar negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat sebagian impor energi Indonesia masih bergantung pada jalur tersebut. Pemerintah pun telah mengambil langkah antisipasi, termasuk mencari sumber pasokan energi alternatif.

Ketegangan Masih Membayangi

Keputusan Iran membuka akses terbatas Selat Hormuz menjadi bukti bahwa konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda. Ketegangan yang terus berlangsung berpotensi memperburuk kondisi energi global dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan hanya memberikan akses kepada negara-negara tertentu, Iran secara tidak langsung mengendalikan salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Situasi ini diperkirakan akan terus memengaruhi dinamika geopolitik dan ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dan dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, jajaran pengurus Kadin Indonesia, serta pengurus Kadin Kepulauan Riau yang dipimpin Mustafa.
Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menahan tersangka SF, mantan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2022–2024, terkait dugaan penyimpangan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Eks pelatih Liverpool asal Jerman, Jurgen Klopp, mendapat sorotan pada Piala Dunia 2026 usai melontarkan kritik kepada pelatih Der Panzer, Julian Nagelsmann.
Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Arif Setiawan mengungkap kronologi lengkap istri, Rahmawati (53) hilang saat menunggu dirinya shalat Jumat di Masjid Agung At-Tohiriyah, Empang, Kota Bogor.
Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Video viral memperlihatkan pria yang diduga tukang cat duko, memalak pekerja proyek billboard jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia jelaskan, masih ada lebih dari 10 ribu lebih titik wilayah yang belum dialiri listrik.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral